Semangat Ulama Salaf Saat Menimba Ilmu, Gurunya Mencapai Ribuan

loading...
Semangat Ulama Salaf Saat Menimba Ilmu, Gurunya Mencapai Ribuan
Ilustrasi para ulama Salaf ketika menuntut ilmu. Mereka berupaya menimba ilmu kepada banyak syaikh (guru) di zamannya. Foto/Ist
Memiliki guru (syaikh) yang banyak tentu tidak mudah. Butuh usaha dan perjuangan agar bisa memiliki guru apalagi sekelas ulama terdahulu.

Para Ulama Salaf terdahulu patut diapresiasi karena semangat mereka menimba ilmu. Mereka benar-benar luar biasa karena memiliki banyak guru yang jumlahnya mencapai ribuan.

Dalam kajian Kitab Al-Fawaidul Mukhtaroh, Ustaz Ubaidillah Arsyad Djaelani menceritakan bagaimana semangat para ulama Salaf memiliki syekh yang begitu banyak.

Seperti Syekh Abu Said As-Samman Ar-Razi berkata: "Saya belajar kepada 3.600 ulama di zamannya. Menjelang akhir hayatnya, beliau menuju Ashbahan untuk belajar hadis dan berkata, Barangsiapa yang tidak pernah belajar hadits, maka tidak akan bisa merasakan nikmatnya Islam."

Ibnu Nuqthoh berkata: "Saya mendengar dari beberapa Ulama bahwa Abdul Fityan Umar bin Abdul Karim Ar-Rawasi belajar kepada 3.600 orang ulama."

Ibnu An-Najjar melakukan rihlah selama 27 tahun dan belajar kepada 3.000 orang ulama.

Ibnu Katsir ketika menulis biografi Imam Al-Bukhari menyebutkan bahwa ia menemui seluruh ulama hadits di semua negara yang bisa dia kunjungi jumlahnya lebih dari 1.000 Syekh.

Abu Hatim bin Hibban menceritakan dirinya ketika menuntut ilmu, beliau berkata: "Mungkin kami belajar kepada lebih dari 2.000 Syaikh."

Hisyam bin Abdullah Ar-Razi menceritakan pengalaman beliau ketika belajar: "Saya sudah bertemu dengan 1.700 Syekh dan menghabiskan biaya untuk belajar sekitar 700.000 Dirham."

Muhammad bin Ishaq bin Mandah pernah belajar kepada 1.700 Syekh dan beliau menulis sejumlah kitab dengan tangannya sendiri.
halaman ke-1
cover top ayah
وَمَا مِنۡ دَآ بَّةٍ فِى الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزۡقُهَا وَ يَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ؕ كُلٌّ فِىۡ كِتٰبٍ مُّبِيۡنٍ
Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

(QS. Hud:6)
cover bottom ayah
preload video