Muhammad SAW Sang Mutiara: Pemimpin Paling Berpengaruh yang Diakui Dunia Barat
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
Sikap Barat khususnya dan dunia umumnya terhadap baginda Rasulullah ini merupakan penampakan ketidakjujuran mereka kepada Rasulullah SAW. Persis sikap orang-orang musyrik Mekah ketika itu. Memperlihatkan resistensi yang tinggi kepada Rasulullah. Tapi ketika mereka berada di antara kaum mereka sendiri mereka memuji ketinggian akhlak Rasulullah SAW.
Kelahiran Rasulullah SAW 15 abad silam tetap menjadi busyra (berita gembira) kepada dunia yang sedang dilanda berbagai dekadensi dalam segala lini kehidupan dan sedang terjangkiti penyakit kronis. Berbagai ancaman itu semakin nampak. Kebangkrutan ekonomi tak dipungkiri. Kebangkrutan politik yang terancam oleh kebangkitan new konservatisme yang bertopeng Demokrasi. Dan yang paling berbahaya adalah kebangkrutan moralitas manusia.
Korupsi dan deviasi dari kehidupan Fitri yang melanda secara masif kehidupan manusia pada galibnya karena kebangkrutan moralitas tadi. Jahatnya seringkali kekuatan perekonomian dan kekuasaan politik menjadi alat untuk meloloskan berbagai deviasi (immoralitas) itu.
Oligarki mengontrol kekuasaan yang mengantar kepada legalisasi berbagai penyelewengan itu. Terjadi justifikasi berbagai deviasi atau korupsi dengan dalih Konstitusi. Penyelewengan-penyelewengan itu kemudian menjadi biasa bahkan dibungkus dengan Konstitusi. Pada akhirnya terjadi pembenaran korupsi dan deviasi atas nama Konstitusi (penyelewengan konstitusional).
Keadaan dunia seperti ini yang merindukan kehadiran Muhammad SAW. Seorang Rasul yang telah dilahirkan dan diamanahi untuk menghadirkan lentera kehidupan. Kini Nabi itu dirindukan oleh dunia. Mungkin dalam bahasa Karen Amstrong: "Muhammad, the Prophet of our time". Judul buku yang luar biasa itu mengakui secara jujur bahwa Muhammad itu adalah salvation (penyelamatan) dunia saat ini dari ambang kebangkrutannya. Semoga!
NYC Subway, 13 Oktober 2022
(Bersambung)!
Baca Juga: Muhammad SAW Sang Mutiara: 6 Kewajiban Umat kepada Baginda Rasulullah
Kelahiran Rasulullah SAW 15 abad silam tetap menjadi busyra (berita gembira) kepada dunia yang sedang dilanda berbagai dekadensi dalam segala lini kehidupan dan sedang terjangkiti penyakit kronis. Berbagai ancaman itu semakin nampak. Kebangkrutan ekonomi tak dipungkiri. Kebangkrutan politik yang terancam oleh kebangkitan new konservatisme yang bertopeng Demokrasi. Dan yang paling berbahaya adalah kebangkrutan moralitas manusia.
Korupsi dan deviasi dari kehidupan Fitri yang melanda secara masif kehidupan manusia pada galibnya karena kebangkrutan moralitas tadi. Jahatnya seringkali kekuatan perekonomian dan kekuasaan politik menjadi alat untuk meloloskan berbagai deviasi (immoralitas) itu.
Oligarki mengontrol kekuasaan yang mengantar kepada legalisasi berbagai penyelewengan itu. Terjadi justifikasi berbagai deviasi atau korupsi dengan dalih Konstitusi. Penyelewengan-penyelewengan itu kemudian menjadi biasa bahkan dibungkus dengan Konstitusi. Pada akhirnya terjadi pembenaran korupsi dan deviasi atas nama Konstitusi (penyelewengan konstitusional).
Keadaan dunia seperti ini yang merindukan kehadiran Muhammad SAW. Seorang Rasul yang telah dilahirkan dan diamanahi untuk menghadirkan lentera kehidupan. Kini Nabi itu dirindukan oleh dunia. Mungkin dalam bahasa Karen Amstrong: "Muhammad, the Prophet of our time". Judul buku yang luar biasa itu mengakui secara jujur bahwa Muhammad itu adalah salvation (penyelamatan) dunia saat ini dari ambang kebangkrutannya. Semoga!
NYC Subway, 13 Oktober 2022
(Bersambung)!
Baca Juga: Muhammad SAW Sang Mutiara: 6 Kewajiban Umat kepada Baginda Rasulullah

(rhs)
Lihat Juga :