Tafsir Surat Al-Anbiya Ayat 35 Tentang Ujian
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Hendaknya seorang mukimin mengetahui bahwasnya ketika AllahTa’alamemberikan kelapangan pada seorang hmba berupa nikmat harta, sehat, anak, dan kenikmatan lainnyabukan merupakan bukti bahwa Allah meridhoi dan memberi kemuliaan kepada hamba tersebut.
Demikian pula kesempitan yang diperoleh seorang hamba berupa kekurangan harta, musibah sakit, dan musibah lainnya tidak menunjukkan bahwa Allah tidak ridho atau sedang menghinakan hamba tersebut.
Jika seseorang bersikap sabar dan tawakkal dalam menerima cobaan atau musibah, serta bersyukur kepada-Nya dalam menerima suatu kebaikan dan keberuntungan, maka dia adalah termasuk orang yang memperoleh kemenangan dan iman yang kuat serta mendapat keridaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebaliknya, bila keluh kesah dan rusak imannya dalam menerima cobaan Allah, atau lupa daratan ketika menerima rahmat-Nya sehingga ia tidak bersyukur kepada-Nya, maka orang tersebut adalah termasuk golongan manusia yang merugi dan jauh dari rida Allah. Bahkan Allah akan memberikan Azab yang pedih ketika manusia tidak terima dengan ketentuan Allah Ta'ala.
Inilah yang dimaksudkan dalam firman-Nya pada ayat lain dalam Surat Al-Ma'arij ayat 19-22.
"Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan sholat." (QS. Ma'arij ayat 19-22.).
Semoga AllahTa’alamemberikan kekuatan (taufik) kepada kita dan kita senantiasa berusaha agar kita menjadiorang yang beruntung danmendapat kemenangan dalam menghadapai ujian dan cobaanbaik itu berupa nikmat maupun musibah.
Hanya Allah satu-satunya Zat Yang Maha Memberi Petunjuk dan tiada sekutu bagi-Nya. Karena Allah lah yang memberikan balasan, baik pahala maupun siksa, atau memberikan ampunan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Baca juga: Ciri Ujian Disayang Allah, Inilah Tanda-tandanya
Wallahu A'lam.
Demikian pula kesempitan yang diperoleh seorang hamba berupa kekurangan harta, musibah sakit, dan musibah lainnya tidak menunjukkan bahwa Allah tidak ridho atau sedang menghinakan hamba tersebut.
Jika seseorang bersikap sabar dan tawakkal dalam menerima cobaan atau musibah, serta bersyukur kepada-Nya dalam menerima suatu kebaikan dan keberuntungan, maka dia adalah termasuk orang yang memperoleh kemenangan dan iman yang kuat serta mendapat keridaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebaliknya, bila keluh kesah dan rusak imannya dalam menerima cobaan Allah, atau lupa daratan ketika menerima rahmat-Nya sehingga ia tidak bersyukur kepada-Nya, maka orang tersebut adalah termasuk golongan manusia yang merugi dan jauh dari rida Allah. Bahkan Allah akan memberikan Azab yang pedih ketika manusia tidak terima dengan ketentuan Allah Ta'ala.
Inilah yang dimaksudkan dalam firman-Nya pada ayat lain dalam Surat Al-Ma'arij ayat 19-22.
"Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan sholat." (QS. Ma'arij ayat 19-22.).
Semoga AllahTa’alamemberikan kekuatan (taufik) kepada kita dan kita senantiasa berusaha agar kita menjadiorang yang beruntung danmendapat kemenangan dalam menghadapai ujian dan cobaanbaik itu berupa nikmat maupun musibah.
Hanya Allah satu-satunya Zat Yang Maha Memberi Petunjuk dan tiada sekutu bagi-Nya. Karena Allah lah yang memberikan balasan, baik pahala maupun siksa, atau memberikan ampunan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Baca juga: Ciri Ujian Disayang Allah, Inilah Tanda-tandanya
Wallahu A'lam.
(wid)
Lihat Juga :