Cara Imam Taqiyuddin As-Subki Mendidik Anaknya Patut Diteladani Orang Tua
Selasa, 18 Oktober 2022 - 21:50 WIB
loading...
Di antara bentuk didikan Imam Taqiyuddin As-Subki terhadap keluarganya yaitu mengambil peran pertama mendidik kesalehan dan keilmuan anak-anaknya. Foto/ilustrasi
A
A
A
Cara Imam Taqiyuddin As-Subki (683-756 H) mendidik anak-anaknya layak untuk diteladani. Di antara bentuk didikan beliau diceritakan sendiri oleh anaknya yang dikenal sebagai ulama pada masanya.
Imam Taqiyuddin As-Subki, ulama ahli hadits, tafsir, ushul fiqih, bermazhab Syafi'i dijuluki Syaikhul Islam. Beliau telah menghasilkan karya tulis mencapai 150 kitab dalam berbagai disiplin ilmu.
Dai yang belajar di Kairo Mesir, Ustaz Amru Hamdany mengatakan, jika ada orang yang kita lihat sangat alim, ilmunya berkah dan produktif, pasti ada hubungannya dengan teladan dan tirakat orang tuanya. Seperti kisah Imam Taqiyuddin As-Subki mendidik keluarganya.
Imam Tajuddin (anak beliau) menceritakan tentang ayahnya:
"وكان الشيخ الإمام رحمه الله ينهانا عن نوم النصف الثاني من الليل، ويقول لي: يا بني، تَعَوَّد على السهر ولو كنت تلعب!، والويل كل الويل لمن رآه نائما وقد انتصف الليل"
[طبقات الشافعية، ١٠٢٠٣]
Artinya: "Dulu ayah kami melarang kami untuk tidur setelah pertengahan malam, beliau mengatakan, "wahai anakku, biasakan begadang walaupun kamu bermain". Dan alangkah celakanya kalau beliau mendapati dari kami masih tidur di pertengahan malam."
Selaku ayah, Imam Taqiyuddin As-Subki mengambil peran pertama mendidik kesalehan dan keilmuan anak-anaknya. Selain memotivasi dan mengajarkan mereka secara langsung, beliau juga mengirim anak-anaknya belajar kepada teman-temannya yang juga ulama-ulama besar, seperti Imam Dzahabi, Imam Mizzi, dan lainnya.
Tidak sampai di situ, Imam Taqiyyuddin juga aktif melihat perkembangan anak-anaknya. Imam Tajuddin (anak beliau) menceritakan, setiap ia pulang dari halaqah belajar, ayahnya selalu bertanya, "Apa yang kamu dapatkan dari Imam Dzahabi?"
"Apa yang kamu pelajari dari Imam Mizzi?" "Apa yang kamu baca?", "Apa yang kamu dengar?", dan demikian selalu beliau tanyakan seakan ingin memastikan bahwa anak-anaknya memang mengikuti pelajaran.
"Beliau tidak cuma mengantarkan anak-anaknya mengaji, kemudian berlepas tangan. Dengan didikan seperti ini, pantaslah anak-anak beliau semua menjadi bintangnya para ulama," kata Ustaz Amru Hamdany.
Imam Taqiyuddin As-Subki, ulama ahli hadits, tafsir, ushul fiqih, bermazhab Syafi'i dijuluki Syaikhul Islam. Beliau telah menghasilkan karya tulis mencapai 150 kitab dalam berbagai disiplin ilmu.
Dai yang belajar di Kairo Mesir, Ustaz Amru Hamdany mengatakan, jika ada orang yang kita lihat sangat alim, ilmunya berkah dan produktif, pasti ada hubungannya dengan teladan dan tirakat orang tuanya. Seperti kisah Imam Taqiyuddin As-Subki mendidik keluarganya.
Imam Tajuddin (anak beliau) menceritakan tentang ayahnya:
"وكان الشيخ الإمام رحمه الله ينهانا عن نوم النصف الثاني من الليل، ويقول لي: يا بني، تَعَوَّد على السهر ولو كنت تلعب!، والويل كل الويل لمن رآه نائما وقد انتصف الليل"
[طبقات الشافعية، ١٠٢٠٣]
Artinya: "Dulu ayah kami melarang kami untuk tidur setelah pertengahan malam, beliau mengatakan, "wahai anakku, biasakan begadang walaupun kamu bermain". Dan alangkah celakanya kalau beliau mendapati dari kami masih tidur di pertengahan malam."
Selaku ayah, Imam Taqiyuddin As-Subki mengambil peran pertama mendidik kesalehan dan keilmuan anak-anaknya. Selain memotivasi dan mengajarkan mereka secara langsung, beliau juga mengirim anak-anaknya belajar kepada teman-temannya yang juga ulama-ulama besar, seperti Imam Dzahabi, Imam Mizzi, dan lainnya.
Tidak sampai di situ, Imam Taqiyyuddin juga aktif melihat perkembangan anak-anaknya. Imam Tajuddin (anak beliau) menceritakan, setiap ia pulang dari halaqah belajar, ayahnya selalu bertanya, "Apa yang kamu dapatkan dari Imam Dzahabi?"
"Apa yang kamu pelajari dari Imam Mizzi?" "Apa yang kamu baca?", "Apa yang kamu dengar?", dan demikian selalu beliau tanyakan seakan ingin memastikan bahwa anak-anaknya memang mengikuti pelajaran.
"Beliau tidak cuma mengantarkan anak-anaknya mengaji, kemudian berlepas tangan. Dengan didikan seperti ini, pantaslah anak-anak beliau semua menjadi bintangnya para ulama," kata Ustaz Amru Hamdany.
Lihat Juga :