Tak Sebanding, Antara Nikmat Allah dan Datangnya Musibah, Begini Penjelasannya
Sabtu, 05 November 2022 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Innaa lillahi wa innaa ilaihiraaji’uun” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah : 155-157).
Dalam Taisiir al-Karimir Rahman fi Tafsiiri Kalamil Mannan, dijelaskan bahwa Kedua ayat ini (Al-Baqarah ayat 155-157) mengandung persiapan yang matang bagi jiwa sebelum datangnya musibah, agar ia bisa bersiap-siap dan jika musibah itu terjadi.
Maka manusia akan terasa ringan dan mudah untuk dilalui. (di antara kandungannya) juga yaitu penjelasan tentang perkara yang dapat membantu untuk melakukan kesabaran dan pahala yang akan diterima oleh orang yang sabar. Ia juga dapat mengetahui tentang keadaan orang yang tidak sabar yang berlawanan dengan keadaan orang yang sabar.
Ia juga dapat mengetahui bahwa ujian dan cobaan merupakan hukum Allah yang sudah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu. Ayat ini juga mengandung penjelasan tentang macam-macam musibah.
Sehingga orang beriman janganlah merasa merana dengan musibah yang menimpa. Musibah hanya sebentar. Jangan menggerutu, jangan berkeluh kesah, jangan gundah gelisah yang berkepanjangan, karena itu pertanda lemahnya iman mereka. Harusnya orang beriman bersyukur terhadap semua nikmat, dan bersabar jika tertimpa ujian musibah. Karena semua musibah dan ujian sudah diketahui Allah. Dan Dia sendiri yang akan memberikan pahalanya bagi orang yang sabar dan ridho.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. At-Taghabun : 11)
Baca juga: Terjadinya Musibah dan Malapetaka, Berawal karena Seringnya Meremehkan Dosa
Wallahu A'lam
Dalam Taisiir al-Karimir Rahman fi Tafsiiri Kalamil Mannan, dijelaskan bahwa Kedua ayat ini (Al-Baqarah ayat 155-157) mengandung persiapan yang matang bagi jiwa sebelum datangnya musibah, agar ia bisa bersiap-siap dan jika musibah itu terjadi.
Maka manusia akan terasa ringan dan mudah untuk dilalui. (di antara kandungannya) juga yaitu penjelasan tentang perkara yang dapat membantu untuk melakukan kesabaran dan pahala yang akan diterima oleh orang yang sabar. Ia juga dapat mengetahui tentang keadaan orang yang tidak sabar yang berlawanan dengan keadaan orang yang sabar.
Ia juga dapat mengetahui bahwa ujian dan cobaan merupakan hukum Allah yang sudah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu. Ayat ini juga mengandung penjelasan tentang macam-macam musibah.
Sehingga orang beriman janganlah merasa merana dengan musibah yang menimpa. Musibah hanya sebentar. Jangan menggerutu, jangan berkeluh kesah, jangan gundah gelisah yang berkepanjangan, karena itu pertanda lemahnya iman mereka. Harusnya orang beriman bersyukur terhadap semua nikmat, dan bersabar jika tertimpa ujian musibah. Karena semua musibah dan ujian sudah diketahui Allah. Dan Dia sendiri yang akan memberikan pahalanya bagi orang yang sabar dan ridho.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗ وَا للّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. At-Taghabun : 11)
Baca juga: Terjadinya Musibah dan Malapetaka, Berawal karena Seringnya Meremehkan Dosa
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :