Asal Usul Hajar Aswad dan Keutamaan Menciumnya

Sabtu, 12 November 2022 - 21:42 WIB
loading...
A A A
Diriwayatkan dari Wahb bin Munabbih, bahwa Nabi Adam ketika diperintahkan oleh Allah untuk turun dari Surga, beliau mengambil batu permata yang beliau pergunakan untuk menyeka air matanya. Ketika sampai di bumi, beliau tak henti-hentinya menangis dan memohon ampun kepada Allah sambil menyeka air matanya dengan batu permata itu. Hingga air mata itu menjadi hitam.

Kemudian ketika beliau membangun Ka'bah, Malaikat Jibril memerintahkan kepada beliau agar meletakkan batu permata itu di satu sudut Ka'bah. Nabi Adam pun melaksanakn perintah itu.

Hajar Aswad sebesar itu dikempit oleh Nabi Adam tentu bukan hal yang aneh. Sebab tubuh Nabi Adam berukuran tinggi besar. Dalam riwayat tingginya 60 Dzira', sekira ukuran pohon kelapa.

Peletakan Hajar Aswad oleh Rasulullah SAW
Ketika Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun (belum diangkat menjadi Rasul), bangunan Kakbah direnovasi akibat banjir melanda Kota Mekkah saat itu. Ketika sampai pada peletakan Hajar Aswad, kabilah Suku Quraisy berselisih, siapa yang akan menaruhnya. Perselisihan ini nyaris menimbulkan pertumpahan darah.

Akhirnya disepakatilah penyelesaiannya dengan menunjuk seorang pengadil yang memutuskan. Pilihan itu ternyata jatuh kepada Nabi Muhammad yang terpercaya.

Dengan bijak beliau berkata pada pimpinan kabilah suku. "Berikan padaku sebuah kain". Lalu didatangkanlah kain kepadanya, kemudian beliau mengambil Hajar Aswad dan menaruhnya dalam kain itu dengan tangannya. Lalu beliau berkata: "Hendaklah setiap kabilah memegang sisi-sisi kain ini, kemudian angkatlah bersama-sama!".

Mereka semua pun melakukannya dan ketika telah sampai di tempatnya, Rasulullah menaruhnya sendiri dengan tangannya
dan meletakkannya di tempatnya semula. Inilah kebijaksanaan Nabi Muhammad yang diridhai semua pihak.

Hajar Aswad sendiri diletakkan di atas ketinggian 1,50 meter dari permukaan pelataran thawaf. Adapun panjang sisi yang berada di bagian pintu dan bagian yang searah dengannya adalah 12 meter. Sedangkan tinggi pintunya adalah 2 meter di atas permukaan bumi.

Demikian keutamaan mencium Hajar Aswad dan asal usulnya. Semoga kita termasuk -orang-orang yang dapat mencium dan mengusap Hajar Aswad dengan haq.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Hajar Aswad (1): Jibril yang Membawakan Batu Hitam Itu dari Hindustan
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengenal Masjid Pertama...
Mengenal Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah? Simak Penjelasannya di Sini!
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Inilah Asal-usul Kakbah...
Inilah Asal-usul Kakbah dijadikan Kiblat dan Arah Salat
Sebelum Menjadi Kiblat...
Sebelum Menjadi Kiblat Umat Islam, Kakbah Sudah Dibangun Nabi Adam AS
Doa Saat Melihat Kakbah...
Doa Saat Melihat Kakbah Lengkap dengan Artinya
Rekomendasi
Segini Kekuatan Angin...
Segini Kekuatan Angin yang Menyelamatkan Nabi Musa saat Dikejar Firaun
Ilmuwan Ungkap Misteri...
Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Terjadinya Lubang Raksasa di Antartika
Fenomena Langka, Muncul...
Fenomena Langka, Muncul Quasar Merah yang Lebih Besar dari Matahari
Artikel Terkini
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved