Ini Alasan Mengapa Orang Alim Tidak Mau Tinggal di Kampung Terpencil
Rabu, 16 November 2022 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Imam Al-Ghazali memberikan alasan:
وإنما قال ذلك حرصًا على فضيلة التعليم واستبقاء العلم به
[إحياء علوم الدين، ١١١]
"Imam Sufyan berkata demikian karena semangat beliau untuk memperoleh keutamaan mengajar dan agar ilmu tidak hilang."
Sejatinya, seorang ustaz harus punya murid khusus yang membuatnya selalu murojaah ilmu-ilmunya meskipun tidak banyak. Murid-murid inilah yang nanti akan melanjutkan estafet keilmuannya. Jika si ustaz hanya mengajarkan awam, maka ilmunya tidak akan berkembang, tidak mungkin ia mengajar semisal Minhajul Wushul, atau Syarah Ibn Aqil atas Alfiyah, atau Tadribur Rawi kepada orang-orang awam.
Ulama salaf dahulu mengatakan:
أزهد الناس في علم العالم أهله وجيرانه
"Orang yang paling tidak membutuhkan ilmunya seorang alim adalah keluarganya dan tetangga-tetangganya."
Ini karena mereka hidup dekat dan berinteraksi dengan alim tersebut. Setiap gerak-gerik dan setiap sesi kehidupan si alim tadi terpantau oleh mereka, sehingga mengikis sikap hormat kepadanya.
"Ketika si alim menyampaikan ilmu dan nasehat, terbayang di benak mereka bagaimana dahulu si alim saat kecil ingusan, main kotor-kotoran, ujan-ujanan, sehingga dianggap masih anak kemarin sore walaupun sudah dewasa dan mapan dalam keilmuan," terang Ustaz Amru.
Kemudian, di antara alasan mengapa seorang alim kurang dihormati oleh penduduk kampungnya adalah karena sifat iri dengki yang kental di antara mereka. Kata sebagian ulama:
وإنما قال ذلك حرصًا على فضيلة التعليم واستبقاء العلم به
[إحياء علوم الدين، ١١١]
"Imam Sufyan berkata demikian karena semangat beliau untuk memperoleh keutamaan mengajar dan agar ilmu tidak hilang."
Sejatinya, seorang ustaz harus punya murid khusus yang membuatnya selalu murojaah ilmu-ilmunya meskipun tidak banyak. Murid-murid inilah yang nanti akan melanjutkan estafet keilmuannya. Jika si ustaz hanya mengajarkan awam, maka ilmunya tidak akan berkembang, tidak mungkin ia mengajar semisal Minhajul Wushul, atau Syarah Ibn Aqil atas Alfiyah, atau Tadribur Rawi kepada orang-orang awam.
Ulama salaf dahulu mengatakan:
أزهد الناس في علم العالم أهله وجيرانه
"Orang yang paling tidak membutuhkan ilmunya seorang alim adalah keluarganya dan tetangga-tetangganya."
Ini karena mereka hidup dekat dan berinteraksi dengan alim tersebut. Setiap gerak-gerik dan setiap sesi kehidupan si alim tadi terpantau oleh mereka, sehingga mengikis sikap hormat kepadanya.
"Ketika si alim menyampaikan ilmu dan nasehat, terbayang di benak mereka bagaimana dahulu si alim saat kecil ingusan, main kotor-kotoran, ujan-ujanan, sehingga dianggap masih anak kemarin sore walaupun sudah dewasa dan mapan dalam keilmuan," terang Ustaz Amru.
Kemudian, di antara alasan mengapa seorang alim kurang dihormati oleh penduduk kampungnya adalah karena sifat iri dengki yang kental di antara mereka. Kata sebagian ulama:
Lihat Juga :