Tafsir Surat Al-Hujarat Ayat 13 yang Dibaca Ghanim Al-Muftah pada Pembukaan Piala Dunia 2022
Selasa, 22 November 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam Tafsir as-Sa'di oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di juga dijelaskan Allah memberitahukan bahwa Dia menciptakan anak cucu Adam dari asal usul dan diri yang satu, semua keturunan Adam berasal dari lelaki dan perempuan yang silsilah semuanya merujuk pada Adam dan Hawa.
Allah mengembangbiakkan dari keduanya lelaki dan perempuan yang banyak, mereka kemudian disebar dan dijadikan “berbangsa-bangsa dan bersuku-suku,” yakni suku-suku nyang besar dan kecil. Yang demikian itu bertujuan agar saling mengenal satu sama lain, sebab andai masing-masing orang menyendiri, tentu tidak akan tercapai tujuan saling mengenal satu sama lain yang bisa menimbulkan saling tolong menolong, bahu-membahu, saling mewarisi satu sama lain serta menunaikan hak-hak kerabat.
Adanya manusia dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bertujuan agar berbagai hal positif tersebut bisa terwujud yang bergantung pada proses saling mengenal satu sama lain serta pemaduan nasab.
Paling Mulia
Menafsiri firman Allah SWT: "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa", Ibnu Katsir menjelaskan sesungguhnya kalian berbeda-beda dalam keutamaan di sisi Allah hanyalah dengan ketakwaan, bukan karena keturunan dan kedudukan.
Sehubungan dengan hal ini banyak hadis Rasulullah SAW yang menerangkannya.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai orang yang paling mulia, siapakah dia sesungguhnya? Maka Rasulullah SAW menjawab: "Orang yang paling mulia di antara mereka di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa."
Mereka mengatakan, "Bukan itu yang kami maksudkan."
Baca juga: Tafsir Surat Al-Anbiya Ayat 35 Tentang Ujian
Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang paling mulia ialah Yusuf Nabi Allah, putra Nabi Allah dan juga cucu Nabi Allah, yaitu kekasih Allah. Mereka mengatakan, "Bukan itu yang kami maksudkan."
Rasulullah SAW balik bertanya, "Kamu maksudkan adalah tentang kemuliaan yang ada di kalangan orang-orang Arab?"
Allah mengembangbiakkan dari keduanya lelaki dan perempuan yang banyak, mereka kemudian disebar dan dijadikan “berbangsa-bangsa dan bersuku-suku,” yakni suku-suku nyang besar dan kecil. Yang demikian itu bertujuan agar saling mengenal satu sama lain, sebab andai masing-masing orang menyendiri, tentu tidak akan tercapai tujuan saling mengenal satu sama lain yang bisa menimbulkan saling tolong menolong, bahu-membahu, saling mewarisi satu sama lain serta menunaikan hak-hak kerabat.
Adanya manusia dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bertujuan agar berbagai hal positif tersebut bisa terwujud yang bergantung pada proses saling mengenal satu sama lain serta pemaduan nasab.
Paling Mulia
Menafsiri firman Allah SWT: "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa", Ibnu Katsir menjelaskan sesungguhnya kalian berbeda-beda dalam keutamaan di sisi Allah hanyalah dengan ketakwaan, bukan karena keturunan dan kedudukan.
Sehubungan dengan hal ini banyak hadis Rasulullah SAW yang menerangkannya.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai orang yang paling mulia, siapakah dia sesungguhnya? Maka Rasulullah SAW menjawab: "Orang yang paling mulia di antara mereka di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa."
Mereka mengatakan, "Bukan itu yang kami maksudkan."
Baca juga: Tafsir Surat Al-Anbiya Ayat 35 Tentang Ujian
Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang paling mulia ialah Yusuf Nabi Allah, putra Nabi Allah dan juga cucu Nabi Allah, yaitu kekasih Allah. Mereka mengatakan, "Bukan itu yang kami maksudkan."
Rasulullah SAW balik bertanya, "Kamu maksudkan adalah tentang kemuliaan yang ada di kalangan orang-orang Arab?"
Lihat Juga :