Rusaknya Hati Bermula dari 6 Perkara Ini, Nomor 5 Sering Tak Disadari
Senin, 19 Desember 2022 - 22:52 WIB
loading...
A
A
A
6. Menguburkan Jenazah Tapi Tidak Mengambil Pelajaran Darinya
Poin keenam ini juga termasuk penyebab rusaknya hati. Sering menguburkan jenazah namun tidak mengambil pelajaran darinya. Selesai menguburkan jenazah, tidak ada sesuatu yang membekas padanya. Urusan menguburkan jenazah lewat begitu saja. Padahal, kematian adalah nasihat terbaik. Seperti disabdakan Nabi, liang kubur merupakan awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (azab)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari nya maka selanjutnya akan lebih berat.
Demikian enam perkara yang menyebabkan rusaknya hati. Lalu, bagaimana cara kita menjaga hati agar tidak terkotori. Berikut pesan Rasulullah SAW :
عَنِ ابن عُمَرَ رَضَيِ اللٌهُ عَنهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَيِ عَلَيهِ وَسَلٌمَ اِنٌ هذِهِ القُلُوبَ تَصدَأ الحَدِيدُ اِذَا أصَابَهُ المَاءُ، قِيلَ يَارَسُولَ اللٌهِ وَمَا جِلآوُهَا ؟ قَالَ كَثُرَةُ ذِكرِ الَموتِ وَتلآوَةُ القُرانِ. (رواه البيهقي في شعب الإيمان)
"Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air." Beliau ditanya "Wahai Rasulullah, bagaimana cara membersihkannya? Rasulullah bersabda: "Memperbanyak mengingat maut dan membaca Al-Qur'an." (HR Al-Baihaqi)
Baca Juga: 5 Obat Hati, Salah Satunya Berkumpul dengan Orang-orang Saleh
Poin keenam ini juga termasuk penyebab rusaknya hati. Sering menguburkan jenazah namun tidak mengambil pelajaran darinya. Selesai menguburkan jenazah, tidak ada sesuatu yang membekas padanya. Urusan menguburkan jenazah lewat begitu saja. Padahal, kematian adalah nasihat terbaik. Seperti disabdakan Nabi, liang kubur merupakan awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (azab)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari nya maka selanjutnya akan lebih berat.
Demikian enam perkara yang menyebabkan rusaknya hati. Lalu, bagaimana cara kita menjaga hati agar tidak terkotori. Berikut pesan Rasulullah SAW :
عَنِ ابن عُمَرَ رَضَيِ اللٌهُ عَنهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَيِ عَلَيهِ وَسَلٌمَ اِنٌ هذِهِ القُلُوبَ تَصدَأ الحَدِيدُ اِذَا أصَابَهُ المَاءُ، قِيلَ يَارَسُولَ اللٌهِ وَمَا جِلآوُهَا ؟ قَالَ كَثُرَةُ ذِكرِ الَموتِ وَتلآوَةُ القُرانِ. (رواه البيهقي في شعب الإيمان)
"Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air." Beliau ditanya "Wahai Rasulullah, bagaimana cara membersihkannya? Rasulullah bersabda: "Memperbanyak mengingat maut dan membaca Al-Qur'an." (HR Al-Baihaqi)
Baca Juga: 5 Obat Hati, Salah Satunya Berkumpul dengan Orang-orang Saleh
(rhs)
Lihat Juga :