Nasihat Sufi untuk Raja: Orang Paling Tak Berharga Sesungguhnya Berharga!
Rabu, 21 Desember 2022 - 13:55 WIB
loading...
Tatkala raja sudah pulih, kedua darwis itu berkata serempak, Orang paling tak berharga sesungguhnya berharga! Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Berikut ini adalah salah satu kisah ajaran yang berasal dari Sufi Abdul-Hamid Khan dari Qandahar. Beliau adalah Pemimpin Aghan Mint, dan seorang darwis Kuno yang menguasai teknologi Barat. Beliau wafat pada tahun 1962.
Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes" menjelaskan raja yang disinggung dalam kisah ini diduga adalah mendiang Nadir Shah dari Afghanistan, yang diabdi oleh Sufi Abdul-Hamid Khan, dan yang wafat pada tahun 1933.
"Urutan peristiwa, akan tetapi, didasarkan pada kisah yang lebih awal, namun raja ini mungkin belum pernah mendengarnya sebelumnya," ujar Idries Shah.
Berikut kisah tersebut sebagaimana dinukil dalam buku yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi":
Baca juga: Kisah Sufi: Ketika Setan Kehilangan Pekerjaan
Konon ada seorang raja yang memanggil seorang penasihat dan berkata kepadanya, "Kekuatan pikiran yang sejati bergantung pada pemeriksaan terhadap berbagai pilihan. Katakan padaku pilihan mana yang lebih baik meningkatkan pengetahuan rakyatku atau memberi mereka tambahan makanan. Kedua pilihan itu sama bermanfaat."
Sufi itu berkata, "Baginda, percuma saja memberikan pengetahuan kepada mereka yang tak dapat mengetahuinya, demikian pula sia-sia menambahkan makanan kepada mereka yang tak mengerti maksud baik Baginda."
"Oleh karena itu, tidaklah benar menganggap bahwa 'kedua pilihan itu sama bermanfaat'. Bila mereka tak bisa mencerna makanan itu, atau bila mereka berpikir bahwa makanan itu diberikan untuk menyogok, atau malah membuat mereka berniat meminta lebih maka maksud Baginda akan gagal."
"Jika mereka tak bisa menyadari bahwa mereka diberikan pengetahuan, atau bila mereka tak sanggup mengenali pengetahuan itu, atau bahkan tak mengetahui alasan Baginda memberikan pengetahuan itu kepada mereka, maka maksud Baginda itu akan kandas. Untuk itu, pertanyaan harus diajukan secara bertahap. Tahap pertama adalah pertimbangan: 'Orang paling berharga sesungguhnya tak berharga dan orang paling tak berharga sebenarnya berharga.'"
"Terangkanlah kebenaran ini bagiku, sebab aku belum bisa memahaminya," kata raja itu.
Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes" menjelaskan raja yang disinggung dalam kisah ini diduga adalah mendiang Nadir Shah dari Afghanistan, yang diabdi oleh Sufi Abdul-Hamid Khan, dan yang wafat pada tahun 1933.
"Urutan peristiwa, akan tetapi, didasarkan pada kisah yang lebih awal, namun raja ini mungkin belum pernah mendengarnya sebelumnya," ujar Idries Shah.
Berikut kisah tersebut sebagaimana dinukil dalam buku yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi":
Baca juga: Kisah Sufi: Ketika Setan Kehilangan Pekerjaan
Konon ada seorang raja yang memanggil seorang penasihat dan berkata kepadanya, "Kekuatan pikiran yang sejati bergantung pada pemeriksaan terhadap berbagai pilihan. Katakan padaku pilihan mana yang lebih baik meningkatkan pengetahuan rakyatku atau memberi mereka tambahan makanan. Kedua pilihan itu sama bermanfaat."
Sufi itu berkata, "Baginda, percuma saja memberikan pengetahuan kepada mereka yang tak dapat mengetahuinya, demikian pula sia-sia menambahkan makanan kepada mereka yang tak mengerti maksud baik Baginda."
"Oleh karena itu, tidaklah benar menganggap bahwa 'kedua pilihan itu sama bermanfaat'. Bila mereka tak bisa mencerna makanan itu, atau bila mereka berpikir bahwa makanan itu diberikan untuk menyogok, atau malah membuat mereka berniat meminta lebih maka maksud Baginda akan gagal."
"Jika mereka tak bisa menyadari bahwa mereka diberikan pengetahuan, atau bila mereka tak sanggup mengenali pengetahuan itu, atau bahkan tak mengetahui alasan Baginda memberikan pengetahuan itu kepada mereka, maka maksud Baginda itu akan kandas. Untuk itu, pertanyaan harus diajukan secara bertahap. Tahap pertama adalah pertimbangan: 'Orang paling berharga sesungguhnya tak berharga dan orang paling tak berharga sebenarnya berharga.'"
"Terangkanlah kebenaran ini bagiku, sebab aku belum bisa memahaminya," kata raja itu.
Lihat Juga :