Biasanya Nabi Diangkat Jadi Rasul pada Usia 40 Tahun, Khusus Nabi Isa 30 Tahun
Kamis, 22 Desember 2022 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Di sini dia menyatakan dirinya sebagai Rasulullah yang membenarkan kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa as, dan menyampaikan kepada mereka berita gembira yang mana akan diutus setelahnya seorang rasul yang namanya adalah Ahmad (Muhammad).
Dalam riwayat telah disebutkan orang Yahudi menunggu-nunggu kedatangan nabi yang telah disebut dalam Taurat dan Injil. Sebagian ulama mereka yang ikhlas ketika datang Muhammad SAW, mereka langsung beriman kepadanya, yaitu seperti Abdullah bin Salam.
Setelah Isa as menerima wahya dari Allah SWT dan atas perintahNya langsung menjalankan dakwahnya kepada agama yang benar di kalangan komunitas Yahudi yang telah melakukan penyimpangan yang sangat jauh sekali dari agama yang dibawa nabi Musa as.
Baca juga: Kisah Kematian Dajjal yang Dibunuh Nabi Isa
Hati Bani Israil sudah sangat keras karena sudah meninggalkan syariat yang dibawa Musa as. Bahkan mereka melakukan penyimpangan terhadap syariat Allah SWT. Bermain-main dengan ayat-ayat kitab Taurat. Maka diutus nabi Isa untuk mengajak mereka kembali ke jalan yang benar.
Dia menyampaikan kepada mereka perintah-perintah Allah, mengajari mereka syariat yang baru, di antaranya menghalalkan apa-apa yang diharamkan, dan demikian juga sebaliknya.
Sungguh Allah SWT telah memberitahukan melalui lisan Isa as tentang pentingnya diutus beliau. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 50:
وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَلِأُحِلَّ لَكُم بَعْضَ ٱلَّذِى حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُم بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Wa muṣaddiqal limā baina yadayya minat-taurāti wa li`uḥilla lakum ba'ḍallażī ḥurrima 'alaikum wa ji`tukum bi`āyatim mir rabbikum, fattaqullāha wa aṭī'ụn
”Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. ( QS Ali Imran : 50)
Baca juga: Perdebatan tentang Nabi Isa dan Perlawanan Para Uskup
Dalam riwayat telah disebutkan orang Yahudi menunggu-nunggu kedatangan nabi yang telah disebut dalam Taurat dan Injil. Sebagian ulama mereka yang ikhlas ketika datang Muhammad SAW, mereka langsung beriman kepadanya, yaitu seperti Abdullah bin Salam.
Setelah Isa as menerima wahya dari Allah SWT dan atas perintahNya langsung menjalankan dakwahnya kepada agama yang benar di kalangan komunitas Yahudi yang telah melakukan penyimpangan yang sangat jauh sekali dari agama yang dibawa nabi Musa as.
Baca juga: Kisah Kematian Dajjal yang Dibunuh Nabi Isa
Hati Bani Israil sudah sangat keras karena sudah meninggalkan syariat yang dibawa Musa as. Bahkan mereka melakukan penyimpangan terhadap syariat Allah SWT. Bermain-main dengan ayat-ayat kitab Taurat. Maka diutus nabi Isa untuk mengajak mereka kembali ke jalan yang benar.
Dia menyampaikan kepada mereka perintah-perintah Allah, mengajari mereka syariat yang baru, di antaranya menghalalkan apa-apa yang diharamkan, dan demikian juga sebaliknya.
Sungguh Allah SWT telah memberitahukan melalui lisan Isa as tentang pentingnya diutus beliau. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 50:
وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَلِأُحِلَّ لَكُم بَعْضَ ٱلَّذِى حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُم بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Wa muṣaddiqal limā baina yadayya minat-taurāti wa li`uḥilla lakum ba'ḍallażī ḥurrima 'alaikum wa ji`tukum bi`āyatim mir rabbikum, fattaqullāha wa aṭī'ụn
”Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. ( QS Ali Imran : 50)
Baca juga: Perdebatan tentang Nabi Isa dan Perlawanan Para Uskup
Lihat Juga :