Kisah Tobat Imam Ibnu Aqil dari Paham Mu'tazilah
Sabtu, 24 Desember 2022 - 22:18 WIB
loading...
A
A
A
إني أبرأ إلى الله تعالى من مذاهب مبتدعة الاعتزال وغيره، ومن صحبة أربابه، وتعظيم أصحابه... فأنا تائب إلى الله تعالى من كتابته، ولا تحلَّ كتابتُه، ولا قراءتُه، ولا اعتقادُه
Artinya: "Aku berserah kepada Allah dengan berlepas diri dari pemahaman bid'ah Mu'tazilah dan pemikiran semisalnya. Dan dari mengikuti para tokohnya, dari mengagungkan pengikutnya. Aku bertaubat kepada Allah dari apa yang pernah aku tulis itu. Maka aku tidak membolehkan siapapun untuk menyalinnya, membacanya atau menjadikannya sebagai rujukan pemahaman." (Dzail Tabaqat al-Hanabilah (1/322)]
Apa yang beliau lakukan menunjukkan kebeningan hati, ketawadhu'an dan sikap yang kesatria. Beliau menyatakan dengan terus terang ketergelincirannya tanpa gengsi, demi agar orang-orang tidak mengikuti kesalahan yang beliau lakukan.
Padahal, jika dibandingkan dengan sekarang ini, bisa jadi kesalahan beliau itu tidak akan dianggap oleh kebanyakan orang. Dan bagi pelakunya cukup ngeles sedikit, terjagalah harga diri.
Berkata Ibnu Hajar Al-Asqalani:
وصحت توبته ثم صنف في الرد عليهم، وقد أثنى عليه أهل عصره ومن بعدهم
Artinya: "Dan sungguh benar taubatnya dan ia menyusun tulisan untuk membantah pemahaman mereka (Mu'tazilah). Dan telah menyanjungnya ulama di zamannya dan juga zaman setelahnya." [Lisanul Mizan (4/243)]
Demikian kisah tobat Imam Ibnu Aqil yang mengagumkan. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Biografi Ibnu Aqil, Penulis Kitab Terbesar dalam Islam dan Kisahnya yang Unik
Wallahu A'lam
Artinya: "Aku berserah kepada Allah dengan berlepas diri dari pemahaman bid'ah Mu'tazilah dan pemikiran semisalnya. Dan dari mengikuti para tokohnya, dari mengagungkan pengikutnya. Aku bertaubat kepada Allah dari apa yang pernah aku tulis itu. Maka aku tidak membolehkan siapapun untuk menyalinnya, membacanya atau menjadikannya sebagai rujukan pemahaman." (Dzail Tabaqat al-Hanabilah (1/322)]
Apa yang beliau lakukan menunjukkan kebeningan hati, ketawadhu'an dan sikap yang kesatria. Beliau menyatakan dengan terus terang ketergelincirannya tanpa gengsi, demi agar orang-orang tidak mengikuti kesalahan yang beliau lakukan.
Padahal, jika dibandingkan dengan sekarang ini, bisa jadi kesalahan beliau itu tidak akan dianggap oleh kebanyakan orang. Dan bagi pelakunya cukup ngeles sedikit, terjagalah harga diri.
Berkata Ibnu Hajar Al-Asqalani:
وصحت توبته ثم صنف في الرد عليهم، وقد أثنى عليه أهل عصره ومن بعدهم
Artinya: "Dan sungguh benar taubatnya dan ia menyusun tulisan untuk membantah pemahaman mereka (Mu'tazilah). Dan telah menyanjungnya ulama di zamannya dan juga zaman setelahnya." [Lisanul Mizan (4/243)]
Demikian kisah tobat Imam Ibnu Aqil yang mengagumkan. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Biografi Ibnu Aqil, Penulis Kitab Terbesar dalam Islam dan Kisahnya yang Unik
Wallahu A'lam
(rhs)