Hukum Beramal Shaleh untuk Tujuan Dunia, Begini Penjelasannya
Minggu, 25 Desember 2022 - 17:22 WIB
loading...
Setiap perbuatan pasti disertai niat, jika niatnya ditujukan semata-mata karena dunia, mungkin kita bisa mendapatkan apa yang kita harapkan, mungkin juga tidak. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Setiap amal shaleh yang kita lakukan harus lilahi ta'ala, semata-mata untuk Allah Subhanahu wa ta' ala. Namun tak bisa dipungkiri bahwa ada amal shaleh yang dengan sadar kita lakukan untuk kepentingan dunia. Bolehkan hal tersebut dilakukan? Bagaimana pula hukumnya dalam syariat?
Dinukil dari kitab 'Kaifa Tahtasibiina al-Ajr Fii Hayaatiki al-Yaumiyyah' karya Hana’ binti Abdul Aziz Ash-Shanii’ dijelaskan bahwa setiap perbuatan pasti disertai niat . Jika kita berniat semata-mata karena Allah dan negeri akhirat dalam melakukan setiap perbuatan yang syar’i, maka kita pasti mendapatkan apa yang diharapkan itu. Sebaliknya, jika kita berbuat semata-mata karena dunia, mungkin kita bisa mendapatkan apa yang kita harapkan dan mungkin juga tidak.
Baca juga: 3 Balasan Amal Shaleh di Dunia, Nomor 3 Terbebas dari Kesusahan
Allah Ta’ala berfirman,
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki (QS. al-Isra : 18)
Dalam ayat di atas, Allah tidak berfirman, “Maka kami segerakan baginya apa yang ia inginkan.” Tetapi, Allah berfirman, “Maka Kami segerakan baginya apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki-bukan kepada setiap manusia.”
Berdasarkan ayat di atas, maka sebagian manusia mendapatkan apa yang dia inginkan di dunia ini, sebagian manusia hanya mendapatkan sebagian apa yang dia inginkan di dunia ini, dan sebagian manusia ada yang tidak mendapatkan sama sekali dari pada yang dia harapkan di dunia ini.
Sedangkan firman Allah,
Dinukil dari kitab 'Kaifa Tahtasibiina al-Ajr Fii Hayaatiki al-Yaumiyyah' karya Hana’ binti Abdul Aziz Ash-Shanii’ dijelaskan bahwa setiap perbuatan pasti disertai niat . Jika kita berniat semata-mata karena Allah dan negeri akhirat dalam melakukan setiap perbuatan yang syar’i, maka kita pasti mendapatkan apa yang diharapkan itu. Sebaliknya, jika kita berbuat semata-mata karena dunia, mungkin kita bisa mendapatkan apa yang kita harapkan dan mungkin juga tidak.
Baca juga: 3 Balasan Amal Shaleh di Dunia, Nomor 3 Terbebas dari Kesusahan
Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki (QS. al-Isra : 18)
Dalam ayat di atas, Allah tidak berfirman, “Maka kami segerakan baginya apa yang ia inginkan.” Tetapi, Allah berfirman, “Maka Kami segerakan baginya apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki-bukan kepada setiap manusia.”
Berdasarkan ayat di atas, maka sebagian manusia mendapatkan apa yang dia inginkan di dunia ini, sebagian manusia hanya mendapatkan sebagian apa yang dia inginkan di dunia ini, dan sebagian manusia ada yang tidak mendapatkan sama sekali dari pada yang dia harapkan di dunia ini.
Sedangkan firman Allah,
وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُو رًا
Lihat Juga :