Kisah Sufi: Legenda Harta Ajaib 4 Darwis
Selasa, 03 Januari 2023 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
Keempat darwis itu segera mengayunkan tongkat ajaib dan terbang, dalam sekejap mata, menuju rumah orang sakit itu.
"Kami tabib kenamaan," kata mereka kepada seorang lelaki di gerbang. "yang mengetahui bahwa tuanmu sakit. Bolehkah kami masuk dan menyembuhkannya?"
Ketika orang sakit itu mendengarkannya, ia meminta agar para tabib itu dibawa masuk ke kamarnya. Tetapi ketika orang sakit itu menjumpai mereka, ia meronta-ronta, seperti di ikat dengan tali. Mereka pun diusir, dan seorang pelayan menjelaskan bahwa lelaki itu membenci para darwis dan menganggapnya musuh.
Mereka pun mengubah rupa dengan memakai topi ajaib itu, dan sekali lagi menemui orang sakit itu. Kali ini para darwis diterima dengan baik sebab penampilan mereka memang seperti tabib.
Segera setelah lelaki itu meminum obat dengan menggunakan piala ajaib, tubuhnya menjadi lebih sehat dari pada sebelumnya sepanjang hidupnya. Ia sangat gembira dan karena ia kaya, menghadiahi para darwis itu sebuah rumah.
Baca juga: Kisah Sufi, Putri yang Tidak Patuh
Mereka pun tinggal di rumah itu, dan setiap hari mereka pergi ke tempat yang berbeda, mempergunakan perlengkapan ajaib masing-masing, untuk kebaikan umat manusia.
Namun, pada suatu hari, ketika darwis lainnya sedang keluar, sekelompok prajurit datang dan menangkap darwis yang membawa Piala penyembuh itu. Raja di negeri itu mendengar perihal tabib agung itu, dan memerintahkan agar ia dibawa ke istana untuk mengobati putri raja, yang menderita suatu penyakit aneh.
Darwis itu diantar ke sisi tempat tidur sang putri, dan ia memberinya obat yang biasa diminumnya, tetapi dalam Piala khusus itu. Namun, upayanya gagal. Memang, ia biasanya lebih dahulu mencari tahu cara pengobatan yang tepat dengan melihat ke dalam Cermin Ajaib.
Karena putrinya tak kunjung sembuh, raja itu pun memerintahkan agar sang darwis dipaku pada tembok. Darwis itu minta diberi kesempatan untuk berunding dengan kawan-kawannya, tetapi sang raja sudah hilang kesabarannya dan yakin bahwa darwis itu hanya mencoba menipunya agar bisa kabur.
"Kami tabib kenamaan," kata mereka kepada seorang lelaki di gerbang. "yang mengetahui bahwa tuanmu sakit. Bolehkah kami masuk dan menyembuhkannya?"
Ketika orang sakit itu mendengarkannya, ia meminta agar para tabib itu dibawa masuk ke kamarnya. Tetapi ketika orang sakit itu menjumpai mereka, ia meronta-ronta, seperti di ikat dengan tali. Mereka pun diusir, dan seorang pelayan menjelaskan bahwa lelaki itu membenci para darwis dan menganggapnya musuh.
Mereka pun mengubah rupa dengan memakai topi ajaib itu, dan sekali lagi menemui orang sakit itu. Kali ini para darwis diterima dengan baik sebab penampilan mereka memang seperti tabib.
Segera setelah lelaki itu meminum obat dengan menggunakan piala ajaib, tubuhnya menjadi lebih sehat dari pada sebelumnya sepanjang hidupnya. Ia sangat gembira dan karena ia kaya, menghadiahi para darwis itu sebuah rumah.
Baca juga: Kisah Sufi, Putri yang Tidak Patuh
Mereka pun tinggal di rumah itu, dan setiap hari mereka pergi ke tempat yang berbeda, mempergunakan perlengkapan ajaib masing-masing, untuk kebaikan umat manusia.
Namun, pada suatu hari, ketika darwis lainnya sedang keluar, sekelompok prajurit datang dan menangkap darwis yang membawa Piala penyembuh itu. Raja di negeri itu mendengar perihal tabib agung itu, dan memerintahkan agar ia dibawa ke istana untuk mengobati putri raja, yang menderita suatu penyakit aneh.
Darwis itu diantar ke sisi tempat tidur sang putri, dan ia memberinya obat yang biasa diminumnya, tetapi dalam Piala khusus itu. Namun, upayanya gagal. Memang, ia biasanya lebih dahulu mencari tahu cara pengobatan yang tepat dengan melihat ke dalam Cermin Ajaib.
Karena putrinya tak kunjung sembuh, raja itu pun memerintahkan agar sang darwis dipaku pada tembok. Darwis itu minta diberi kesempatan untuk berunding dengan kawan-kawannya, tetapi sang raja sudah hilang kesabarannya dan yakin bahwa darwis itu hanya mencoba menipunya agar bisa kabur.
Lihat Juga :