Kisah John Webster: Mendapat Hidayah Allah Taala setelah Sempat Menjadi Komunis
Kamis, 12 Januari 2023 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Setelah saya menolak komunisme dengan dasar materialismenya, mulailah saya mempelajari falsafah dan agama-agama. Saya mulai mempelajari keadaan sekeliling saya, suatu hal yang menyebabkan saya memeluk pantheisme, suatu agama yang menganggap suci kepada alam dan menghormati undang-undangnya.
Kami orang-orang Barat menemui kesulitan untuk mengenal Islam, sebab sejak terjadinya perang Salib ada satu komplotan tersembunyi atau pertimbangan yang keliru tentang soal-soal ke-Islaman.
Kemudian pada waktu saya tinggal di Australia, saya telah minta satu copy Kitab Suci Al-Qur'an pada Sydney Public Library. Akan tetapi sesudah saya membaca kata pengantar dari penterjemahnya, saya merasa adanya fanatisme yang menentang Islam secara terang-terangan.
Oleh karena itu, lalu saya tutup saja buku itu dan saya tinggalkan. Di sana tidak ada Al-Qur'an terjemahan seorang Muslim. Beberapa minggu kemudian pada waktu saya ada di Perth, Australia Barat, saya sekali lagi menanyakan pada perpustakaan satu copy Al-Qur'an dengan syarat penterjemahnya seorang Islam.
Baca juga: Kisah Mualaf Rebecca Reijman yang Masuk Islam Berkat Tahlilan
Saya tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata tentang tanggapan saya yang langsung sesudah saya membaca surat pertama di dalamnya, yakni Surat Al-Fatihah dengan ayat-ayatnya yang tujuh. Kemudian saya membaca sejarah kehidupan Rasulullah SAW . Saya menghabiskan waktu beberapa jam di Perpustakaan hari itu, dan saya telah menemukan apa yang sebenarnya saya inginkan, yakni dengan kurnia Allah SWT saya telah menjadi orang Islam, pada hal sebelum itu saya belum pernah bertemu dengan orang Islam. Hari itu saya keluar dari perpustakaan dengan perasaan lesu, akibat kesungguhan saya berpikir dengan semangat yang meluap.
Pengalaman saya selanjutnya ialah saya masih bertanya kepada diri saya sendiri: Apakah itu benar-benar suatu kejadian atau hanya sekadar impian? Sungguh sulit bagi saya untuk mempercayai apa yang telah terjadi.
Saya keluar dari perpustakaan untuk minum kopi. Di tengah perjalanan saya melihat pada sebuah gedung tinggi ada tulisan "Muslim Mosque". Lalu saya katakan kepada diri saya waktu itu juga: Sesudah engkau mengetahui kebenaran, engkau wajib mengikutinya segera.
Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur Rasulullah. Demikianlah dengan rahmat dan kurnia Allah SWT saya telah menjadi seorang Muslim.
Baca juga: Kisah Mualaf Natalia yang Mantap Memeluk Islam Berkat Alkitab
Kami orang-orang Barat menemui kesulitan untuk mengenal Islam, sebab sejak terjadinya perang Salib ada satu komplotan tersembunyi atau pertimbangan yang keliru tentang soal-soal ke-Islaman.
Kemudian pada waktu saya tinggal di Australia, saya telah minta satu copy Kitab Suci Al-Qur'an pada Sydney Public Library. Akan tetapi sesudah saya membaca kata pengantar dari penterjemahnya, saya merasa adanya fanatisme yang menentang Islam secara terang-terangan.
Oleh karena itu, lalu saya tutup saja buku itu dan saya tinggalkan. Di sana tidak ada Al-Qur'an terjemahan seorang Muslim. Beberapa minggu kemudian pada waktu saya ada di Perth, Australia Barat, saya sekali lagi menanyakan pada perpustakaan satu copy Al-Qur'an dengan syarat penterjemahnya seorang Islam.
Baca juga: Kisah Mualaf Rebecca Reijman yang Masuk Islam Berkat Tahlilan
Saya tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata tentang tanggapan saya yang langsung sesudah saya membaca surat pertama di dalamnya, yakni Surat Al-Fatihah dengan ayat-ayatnya yang tujuh. Kemudian saya membaca sejarah kehidupan Rasulullah SAW . Saya menghabiskan waktu beberapa jam di Perpustakaan hari itu, dan saya telah menemukan apa yang sebenarnya saya inginkan, yakni dengan kurnia Allah SWT saya telah menjadi orang Islam, pada hal sebelum itu saya belum pernah bertemu dengan orang Islam. Hari itu saya keluar dari perpustakaan dengan perasaan lesu, akibat kesungguhan saya berpikir dengan semangat yang meluap.
Pengalaman saya selanjutnya ialah saya masih bertanya kepada diri saya sendiri: Apakah itu benar-benar suatu kejadian atau hanya sekadar impian? Sungguh sulit bagi saya untuk mempercayai apa yang telah terjadi.
Saya keluar dari perpustakaan untuk minum kopi. Di tengah perjalanan saya melihat pada sebuah gedung tinggi ada tulisan "Muslim Mosque". Lalu saya katakan kepada diri saya waktu itu juga: Sesudah engkau mengetahui kebenaran, engkau wajib mengikutinya segera.
Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur Rasulullah. Demikianlah dengan rahmat dan kurnia Allah SWT saya telah menjadi seorang Muslim.
Baca juga: Kisah Mualaf Natalia yang Mantap Memeluk Islam Berkat Alkitab
(mhy)
Lihat Juga :