QS. Taha Ayat 10

اِذۡ رَاٰ نَارًا فَقَالَ لِاَهۡلِهِ امۡكُثُوۡۤا اِنِّىۡۤ اٰنَسۡتُ نَارًا لَّعَلِّىۡۤ اٰتِيۡكُمۡ مِّنۡهَا بِقَبَسٍ اَوۡ اَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى
Iz ra aa naaran faqoola li alhlihim kusuuu inniii aanastu naaral la'alliii aatiikum minhaa biqabasin aw ajidu 'alan naari hudaa
Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu."
Juz ke-16
Tafsir
Ketika dalam perjalanan menuju Mesir, dia melihat api yang menyala terang, lalu dia berkata kepada keluarganya yang menyertainya dalam perjalanan itu,“Tinggallah kamu di sini sampai aku kembali. Sesungguhnya aku melihat api. Mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu agar kita dapat menghangatkan badan pada malam yang dingin ini, atau aku akan mendapat petunjuk dari seseorang yang ada di sekitar tempat api itu.”
Setelah habis masa perjanjian, Musa menggembalakan kambing Syekh Madyan, sebagai mahar yang harus dibayarkan Musa kepada mertuanya di Madyan, dia minta izin untuk kembali ke Mesir, menemui ibunya yang telah ditinggalkan selama sepuluh tahun lebih. Setelah mendapat izin, berangkatlah Musa a.s. bersama keluarganya menuju Mesir, dengan menghindari jalan biasa dan mengambil jalan di lereng, karena takut kalau-kalau keluarganya mendapat gangguan dari raja Syam. Dalam tafsir ar-Razi dan al-Qurthubi disebutkan bahwa setelah sampai di lembah Tuwa sebelah Barat dari gunung Tursina, istrinya melahirkan seorang anak, pada malam yang gelap gulita, berhawa dingin dan dalam keadaan tersesat. Untuk menghangatkan rasa dingin yang menusuk sampai ke tulang itu, dan mendapat penerangan di dalam suasana gelap gulita, Musa a.s. berusaha mendapatkan api, tetapi usahanya itu belum juga berhasil. Kemudian secara tidak disangka-sangka, terlihat olehnya api dari jauh di sebelah kiri jalan. Maka berkatalah ia kepada keluarganya dengan rasa gembira, "Tinggallah kalian di sini dulu, saya melihat api dari jauh, dan sekarang saya akan ke sana. Mudah-mudahan saya dapat membawa api itu ke sini, atau mendapat petunjuk daripadanya, untuk dapat keluar dari kesesatan jalan kita ini." Peristiwa seperti ini, dicantumkan juga dalam ayat yang lain di dalam Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah:

Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung, dia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan." (al-Qashash/28: 29)
sumber: kemenag.go.id
Keterangan mengenai QS. Taha
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamai Thaahaa, diambil dari perkataan yang berasal dan ayat pertama surat ini. Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf thaahaa dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam. Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:
Cerita Ustaz Ahmad Sarwat Ketika Tes Bahasa Arab
Cerita Ustaz Ahmad Sarwat Ketika Tes Bahasa Arab

Dai yang juga Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat punya cerita menarik saat wawancara Bahasa Arab. Mari kita simak ceritanya berikut:

Doa Buka Puasa Sunnah Lengkap Bacaan Latin dan Artinya
Doa Buka Puasa Sunnah Lengkap Bacaan Latin dan Artinya

Doa buka puasa sunnah maupun puasa wajib Ramadhan pada hakikatnya sama. Baik doa berbuka puasa sunnah maupun puasa fardhu sama-sama mustajab (tidak tertolak).

Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Berikut Keutamaannya
Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Berikut Keutamaannya

Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah berikut keutamaannya perlu diketahui umat muslim. Tak lama lagi kita akan memasuki bulan mulia Dzulhijjah bertepatan tanggal 11 Juli 2021.

Jangan Sampai Lupa! Inilah Makna Dua Kalimat Syahadat
Jangan Sampai Lupa! Inilah Makna Dua Kalimat Syahadat

Dua Kalimat Syahadat sudah tidak asing lagi bagi umat Islam. Kalimat tauhid ini selalu dibaca setiap sholat. Apa sebenarnya makna yang terkandung di dalam kalimat agung ini?

Hati-hati, Anak Buah Iblis Selalu Mengincar Perceraian
Hati-hati, Anak Buah Iblis Selalu Mengincar Perceraian

Sesungguhnya anak buah Iblis, yakni setan, sangat bersemangat untuk menceraikan antara seorang laki-laki dengan istrinya. Hubungan suami Istri akan dicoba dirusak setan dengan memisahkannya setelah terjadi pernikahan sah.

Brunei Bebas Corona (3): Semua Warganya Wajib Baca Yasin Setiap Hari
Brunei Bebas Corona (3): Semua Warganya Wajib Baca Yasin Setiap Hari

Ada yang menarik dari cara pemerintah Brunei Darussalam menangani wabah Covid-19. Kini masyarakat di negara kaya minyak itu sudah tidak lagi memakai masker.

Dampak Maksiat, Rugi di Dunia dan Akhirat
Dampak Maksiat, Rugi di Dunia dan Akhirat

Orang yang berbuat maksiat pasti akan merugi di dunia dan akhirat. Karena perbuatan maksiat itu akan menyengsarakan pelakunya. Sebab, mereka durhaka kepada Allah dan rasul-NYA.

Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak