QS. Al-Maidah Ayat 24

قَالُوۡا يٰمُوۡسٰٓى اِنَّا لَنۡ نَّدۡخُلَهَاۤ اَبَدًا مَّا دَامُوۡا فِيۡهَا‌ فَاذۡهَبۡ اَنۡتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَاۤ اِنَّا هٰهُنَا قَاعِدُوۡنَ
Qooluu yaa Muusaaa innaa lan nadkhulahaa abadam maa daamuu fiihaa fazhab anta wa Rabbuka faqootilaaa innaa haahunaa qoo'iduun
Mereka berkata, "Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja."
Juz ke-6
Tafsir
Setelah orang-orang Yahudi menolak perintah dua utusan Nabi Musa, yaitu Yosua bin Nun dan Kalaeb bin Yefune, mereka berkata, "Wahai Musa! Meski engkau menyuruh kami untuk masuk ke Kana'an yang merupakan daerah orang Palestina, sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka, yaitu penduduknya yang merupakan orang-orang kuat lagi besar, masih ada di dalamnya. Karena itu, lebih baik pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan kemudian berperanglah kamu berdua untuk mengalahkan mereka. Sementara kalian berperang, biarlah kami tetap berada dan menanti di sini saja sambil menunggu hasil dari perjuanganmu."
Anjuran dua orang utusan itu tidak dapat mempengaruhi kaumnya dan tidak mengubah semangat mereka. Oleh karena itu setelah anjuran itu, mereka mengulangi ucapan mereka kepada Nabi Musa bahwa mereka selamanya tidak akan masuk Kanaan selama kaum raksasa dan angkuh penduduk negeri itu masih berada di sana. Mereka menandaskan bahwa jika Nabi Musa tetap berkehendak akan memasuki tanah Kanaan, maka biar Nabi Musa sajalah bersama bantuan Tuhan yang akan memerangi kaum itu, sedangkan mereka tetap membangkang tidak mengikuti Musa memasuki Kanaan. Jawaban mereka ini menunjukkan kedangkalan pikiran dan kekerdilan mereka. Memang mula-mula mereka telah menyembah Allah mengikuti Nabi Musa, kemudian mereka berusaha menyembah anak sapi mengikuti ajakan Samiri. Memang kaum Yahudi itu biasa membangkang terhadap Nabinya, malah kadang-kadang membunuhnya.
sumber: kemenag.go.id
Keterangan mengenai QS. Al-Maidah
Surat Al Maa'idah terdiri dari 120 ayat; termasuk golongan surat Madaniyyah. Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Medinah, yaitu di waktu haji wadaa'. Surat ini dinamakan Al Maa'idah (hidangan) karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi Isa a.s. meminta kepada Nabi Isa a.s. agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112). Dan dinamakan Al Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, dimana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya. Dinamakan juga Al Munqidz (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi Isa a.s. penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.
Nasib Abu Lahab Ditulis Dalam Surat Al-Lahab
Nasib Abu Lahab Ditulis Dalam Surat Al-Lahab

Nasib Abu Lahab ditulis dalam Surat Al-Lahab ayat 1-5. Abu Lahab bin Abdul Muthalib bin Hasyim merupakan salah satu paman Nabi SAW. Nama aslinya adalah Abdul Uzza. Lahab berarti 'yang menyala-nyala.'

Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 Bertepatan dengan Puasa Asyura
Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 Bertepatan dengan Puasa Asyura

Jadwal puasa sunnah Agustus 2021 bertepatan dengan Muharram 1442 Hijriyah. Di bulan Muharram terdapat satu hari yang sangat dianjurkan berpuasa yaitu 10 Muharram ('Asyura).

Umar Bin Khattab Marah Saat Paman Nabi Menolak Digusur Demi Perluasan Masjid Nabawi
Umar Bin Khattab Marah Saat Paman Nabi Menolak Digusur Demi Perluasan Masjid Nabawi

Pada saat perluasan Masjid Nabawi, semua bangunan yang ada disekitarnya sudah dibeli kecuali rumah Abbas bin Abdul Muththalib. Khalifah Umar menawari Abbas ganti rugi. Begini jawaban paman Nabi itu.

Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang Mengagumkan
Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang Mengagumkan

Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab tak pernah bosan untuk diulas mengingat hikmah berharga yang terkandung di dalamnya. Sosok khalifah kedua ini memeluk Islam setelah membaca Surat Thaha.

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi
Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi tepatnya di ayat 60-82. Pada ayat ini dijelaskan Allah SWT membimbing Nabi Musa supaya terlepas dari kesombonganya

Ayat Taqwa Khutbah Jumat Surat Ali Imron
Ayat Taqwa Khutbah Jumat Surat Ali Imron

Ayat taqwa khutbah Jumat Surat Ali Imron adalah kalimat yang sering dibaca para khatib ketika naik mimbar. Ayat ini sangat populer karena termasuk satu dari rukun khutbah.

Umar Saja Tak Berani Memindahkan Pancuran Air yang Diletakkan Nabi SAW
Umar Saja Tak Berani Memindahkan Pancuran Air yang Diletakkan Nabi SAW

Umar bin Khattab tidak ingin mengubah-ubah peninggalan Rasulullah SAW. Salah satu contoh adalah pancuran air yang diletakkan Nabi di dekat rumah Abbas bin Abdul Muthalib.

Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak