QS. Al-Hujurat Ayat 5

وَلَوۡ اَنَّهُمۡ صَبَرُوۡا حَتّٰى تَخۡرُجَ اِلَيۡهِمۡ لَـكَانَ خَيۡرًا لَّهُمۡ‌ؕ وَاللّٰهُ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ
Wa law annahum sabaruu hatta takhruja ilaihim lakaana khairal lahum; wallaahu Ghafuurur Rahiim
Dan sekiranya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Juz ke-26
Tafsir
Dan sekiranya mereka bersabar, yakni tidak memanggil-manggil namamu sampai engkau keluar dari kamarmu untuk menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka di sisi Allah. Dan itu tidak dilakukan oleh mereka, namun Allah tidak menyiksa mereka. Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertobat, Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang taat. Berkaitan dengan ayat ini terdapat riwayat bahwa sekelompok rombongan Bani Tamim datang untuk menemui Nabi dan mereka memanggil-manggil dari luar kamarnya, “Hai Muhammad, keluarlah untuk menemui kami”. Nabi dengan berat hati menemui mereka, padahal ketika itu beliau sedang beristirahat. Ayat ini mengecam sikap mereka yang berlaku tidak sopan kepada Rasulullah.
Seandainya tamu-tamu delegasi itu tidak berteriak-teriak memanggil Nabi Muhammad dan mereka sabar menunggu sampai beliau sendiri keluar kamar peristirahatannya, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. Karena sikap demikian itu menunjukkan adanya takzim dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Allah Maha Pengampun kepada mereka yang memanggil Nabi Muhammad dari belakang kamar-kamarnya bila mereka bertobat dan mengganti kecerobohan mereka dengan kesopanan tata krama. Allah Maha Penyayang kepada mereka, tidak mengazab mereka nanti pada hari Kiamat karena mereka telah menyesali perbuatan mereka yang memalukan itu.
sumber: kemenag.go.id
Keterangan mengenai QS. Al-Hujurat
Surat Al Hujuraat terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Mujaadalah. Dinamai Al Hujuraat diambil dari perkataan Al Hujuraat yang terdapat pada ayat 4 surat ini. Ayat tersebut mencela para sahabat yang memanggil Nabi Muhammad SAW yang sedang berada di dalam kamar rumahnya bersama isterinya. Memanggil Nabi Muhammad SAW dengan cara dan dalam keadaan yang demikian menunjukkan sifat kurang hormat kepada beliau dan mengganggu ketenteraman beliau.
Nasib Abu Lahab Ditulis Dalam Surat Al-Lahab
Nasib Abu Lahab Ditulis Dalam Surat Al-Lahab

Nasib Abu Lahab ditulis dalam Surat Al-Lahab ayat 1-5. Abu Lahab bin Abdul Muthalib bin Hasyim merupakan salah satu paman Nabi SAW. Nama aslinya adalah Abdul Uzza. Lahab berarti 'yang menyala-nyala.'

Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 Bertepatan dengan Puasa Asyura
Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 Bertepatan dengan Puasa Asyura

Jadwal puasa sunnah Agustus 2021 bertepatan dengan Muharram 1442 Hijriyah. Di bulan Muharram terdapat satu hari yang sangat dianjurkan berpuasa yaitu 10 Muharram ('Asyura).

Umar Bin Khattab Marah Saat Paman Nabi Menolak Digusur Demi Perluasan Masjid Nabawi
Umar Bin Khattab Marah Saat Paman Nabi Menolak Digusur Demi Perluasan Masjid Nabawi

Pada saat perluasan Masjid Nabawi, semua bangunan yang ada disekitarnya sudah dibeli kecuali rumah Abbas bin Abdul Muththalib. Khalifah Umar menawari Abbas ganti rugi. Begini jawaban paman Nabi itu.

Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang Mengagumkan
Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang Mengagumkan

Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab tak pernah bosan untuk diulas mengingat hikmah berharga yang terkandung di dalamnya. Sosok khalifah kedua ini memeluk Islam setelah membaca Surat Thaha.

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi
Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi tepatnya di ayat 60-82. Pada ayat ini dijelaskan Allah SWT membimbing Nabi Musa supaya terlepas dari kesombonganya

Ayat Taqwa Khutbah Jumat Surat Ali Imron
Ayat Taqwa Khutbah Jumat Surat Ali Imron

Ayat taqwa khutbah Jumat Surat Ali Imron adalah kalimat yang sering dibaca para khatib ketika naik mimbar. Ayat ini sangat populer karena termasuk satu dari rukun khutbah.

Umar Saja Tak Berani Memindahkan Pancuran Air yang Diletakkan Nabi SAW
Umar Saja Tak Berani Memindahkan Pancuran Air yang Diletakkan Nabi SAW

Umar bin Khattab tidak ingin mengubah-ubah peninggalan Rasulullah SAW. Salah satu contoh adalah pancuran air yang diletakkan Nabi di dekat rumah Abbas bin Abdul Muthalib.

Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak