QS. Al-Anbiya Ayat 6

مَاۤ اٰمَنَتۡ قَبۡلَهُمۡ مِّنۡ قَرۡيَةٍ اَهۡلَـكۡنٰهَا‌ۚ اَفَهُمۡ يُؤۡمِنُوۡنَ
Maaa aaamanat qablahum min qaryatin ahlaknaahaa a-fahum yu'minuun
Penduduk suatu negeri sebelum mereka, yang telah Kami binasakan, mereka itu tidak beriman (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka akan beriman?
Juz ke-17
Tafsir
Penduduk suatu negeri, seperti kaum ‘Ad dan Samud, sebelum mereka, yakni orang-orang kafir Mekah, yang telah Kami binasakan, meminta mukjizat fisik kepada para nabi. Mereka itu tetap tidak beriman, padahal telah Kami kirimkan bukti itu kepada mereka. Apakah mereka, kafir Mekah, akan beriman jika mukjizat fisik yang diminta itu dipenuhi?
Ayat ini menegaskan bahwa andaikata tuntutan mereka dikabulkan, mereka tetap tidak akan beriman. Kenyataan ini telah terjadi pada kaum musyrikin pada masa-masa sebelumnya. Mereka juga tidak beriman kendati pun tuntutan mereka dikabulkan. Itulah sebabnya Allah telah membinasakan mereka. Lalu apa alasannya untuk mengabulkan tuntutan kaum musyrikin yang ada sekarang. Allah telah mengetahui bahwa mereka juga tidak akan beriman. Dan sunnatullah tidak akan berubah, siapa yang zalim, pasti akan binasa. Maka kaum musyrikin Quraisy yang tidak beriman kepada Muhammad, dan yang berlaku zalim, juga pasti akan binasa.
sumber: kemenag.go.id
Keterangan mengenai QS. Al-Anbiya
Surat Al Anbiyaa' yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah. Dinamai surat ini dengan al anbiyaa'(nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi. Permulaan surat Al Anbiyaa' menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad s.a.w. maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya. Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti. Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya. Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad s.a.w supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Cerita Ustaz Ahmad Sarwat Ketika Tes Bahasa Arab
Cerita Ustaz Ahmad Sarwat Ketika Tes Bahasa Arab

Dai yang juga Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat punya cerita menarik saat wawancara Bahasa Arab. Mari kita simak ceritanya berikut:

Doa Buka Puasa Sunnah Lengkap Bacaan Latin dan Artinya
Doa Buka Puasa Sunnah Lengkap Bacaan Latin dan Artinya

Doa buka puasa sunnah maupun puasa wajib Ramadhan pada hakikatnya sama. Baik doa berbuka puasa sunnah maupun puasa fardhu sama-sama mustajab (tidak tertolak).

Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Berikut Keutamaannya
Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Berikut Keutamaannya

Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah berikut keutamaannya perlu diketahui umat muslim. Tak lama lagi kita akan memasuki bulan mulia Dzulhijjah bertepatan tanggal 11 Juli 2021.

Jangan Sampai Lupa! Inilah Makna Dua Kalimat Syahadat
Jangan Sampai Lupa! Inilah Makna Dua Kalimat Syahadat

Dua Kalimat Syahadat sudah tidak asing lagi bagi umat Islam. Kalimat tauhid ini selalu dibaca setiap sholat. Apa sebenarnya makna yang terkandung di dalam kalimat agung ini?

Hati-hati, Anak Buah Iblis Selalu Mengincar Perceraian
Hati-hati, Anak Buah Iblis Selalu Mengincar Perceraian

Sesungguhnya anak buah Iblis, yakni setan, sangat bersemangat untuk menceraikan antara seorang laki-laki dengan istrinya. Hubungan suami Istri akan dicoba dirusak setan dengan memisahkannya setelah terjadi pernikahan sah.

Brunei Bebas Corona (3): Semua Warganya Wajib Baca Yasin Setiap Hari
Brunei Bebas Corona (3): Semua Warganya Wajib Baca Yasin Setiap Hari

Ada yang menarik dari cara pemerintah Brunei Darussalam menangani wabah Covid-19. Kini masyarakat di negara kaya minyak itu sudah tidak lagi memakai masker.

Dampak Maksiat, Rugi di Dunia dan Akhirat
Dampak Maksiat, Rugi di Dunia dan Akhirat

Orang yang berbuat maksiat pasti akan merugi di dunia dan akhirat. Karena perbuatan maksiat itu akan menyengsarakan pelakunya. Sebab, mereka durhaka kepada Allah dan rasul-NYA.

Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak