Masjid Jami Bua, Simbol Perlawanan Tentara Nica

Minggu, 12 Juli 2015 - 11:40 WIB
Masjid Jami Bua, Simbol...
Masjid Jami Bua, Simbol Perlawanan Tentara Nica
A A A
Masjid Jami Bua yang terletak di Desa Rigellang, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), merupakan masjid pertama yang dibangun sejak Islam masuk ke tanah Luwu pada Abad ke-15.

Masjid yang dibangun sekitar tahun 1600 Masehi merupakan masjid tertua di Sulsel sekaligus menjadi saksi bisu penyebaran agara Islam di Kabupaten Luwu
.
Masjid ini pernah dimasuki oleh tentara Nica pada zaman penjajahan. Para tentara Nica tersebut memukul masyarakat yang sedang melakukan ibadah. Menginjak dan merobek-robek Alqur’an di dalam masjid.

Hal inilah yang memicu kemarahan rakyat Luwu lalu melakukan perlawanan pada tanggal 23 Januari 1946 yang dikenal hari perlawanan masyarakat Luwu dan diperingati setiap tahunnya oleh masyarakat Luwu.

Meski terbilang tua, tetapi jika dilihat dari bentuk dan kondisi fisik masjid ini, tidak jauh berbeda dengan masjid pada umumnya. Masjid ini berkubah segi empat, berbalut cat warna putih dan hijau dengan menara di sisi kiri masjid.

Apalagi, desain masjid itu hanya sedikit yang tersentuh pengaruh modern hanya dengan sebuah papan bertuliskan Masjid Jami Bua, Desa tanarigella, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Ditambah lagi, bangunan tua yang berada di belakang mesjid tersebutmengisyaratkan kalau masjid tersebut adalah masjid tua.

Sisa-sisa sejarah islam di masjid ini bisa dilihat dalam bentuk kubah. Tiang tengah masjid dan mimbar terdapat tiga benda ini yang masih dijaga dengan baik oleh pengurus masjid dan masyarakat setempat.

Bahkan, untuk menjaga keutuhan tiang tengah masjid yang bersegi delapan itu, pengelola masjid berinisiatif membungkusnya dengan batu keramik berwarna putih sebagai simbol kesucian.

Demikian halnya, dengan kubah masjid yang bersegi empat dengan bentuk bersusun tiga oleh tokoh agama setempat meriwayatkan bahwa bentuk kubah itu sengaja dipertahankan sebagai simbol ajaran islam.

Struktur bangunan masjid secara keseluruhan yang terdiri dari tiga susun mengikuti konsep rumah panggung. Konsep tiga susun ini juga konsisten diterapkan pada bagian lainnya, seperti atap dan hiasannya yang terdiri dari tiga susun. Tiang penyangga juga terdiri dari tiga susun, yaitu Pallanga, Alliri Possi, dan Soddu.

Menurut Misran, pengurus Masjid Jami’ Bua, bahwa masjid tua tersebut awalnya di bangun dengan menggunakan kayu dan beratap daun rumbia pada tahun 1600 masehi. "Namun, akibat material yang rapuh sehingga masyarakat melakukan renovasi dan bergeser dari bentuk aslinya," tandas Misran.

Seperti diketahui, sebelum agama Islam masuk ke tanah Luwu, masyarakat dan Kerajaan Luwu menganut paham animisme. Setelah 10 abad berdirinya Kerajaan Luwu, ajaran agama Islam pun masuk di tanah Luwu dibawa oleh Datu Sulaiman dan Sato’ Sri Bandang yang berasal dari Aceh
(lis)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hikmah Ramadhan Mengontrol...
Hikmah Ramadhan Mengontrol Ketamakan
Mengapa Bulan Ramadhan...
Mengapa Bulan Ramadhan Wajib Disambut dengan Gembira? Begini Penjelasannya
Puasa Adalah Sebuah...
Puasa Adalah Sebuah Proses Perubahan
Sejarah Disyariatkannya...
Sejarah Disyariatkannya Puasa Ramadhan dan Perintah Jima' di Malam Hari
Memahami 5 Fungsi Puasa...
Memahami 5 Fungsi Puasa Ramadhan yang Memerdekakan dan Mempersatukan
Abu Hurairah: Dasar,...
Abu Hurairah: Dasar, Gak Biasa Puasa!
Rekomendasi
Ini Alasan Presiden...
Ini Alasan Presiden Turkmenistan Ngotot Tutup Gerbang Mulut Neraka
Topan Lupit Terjang...
Topan Lupit Terjang 3 Wilayah, Warga Jepang Diminta Waspada
Benarkan Isi Al-Quran,...
Benarkan Isi Al-Quran, Riset Ini Akui Besi Bukan Berasal dari Bumi
Artikel Terkini
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Infografis
Tentara Israel Serbu...
Tentara Israel Serbu Masjid Bani Saleh dan Bakar Seluruh Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved