Duyog Ramadan di Filipina, Warga Kristen Ajak Muslim Buka Puasa

Jum'at, 02 Juni 2017 - 00:14 WIB
Duyog Ramadan di Filipina,...
Duyog Ramadan di Filipina, Warga Kristen Ajak Muslim Buka Puasa
A A A
QUEZON - Tradisi toleransi bernama “Duyog Ramadan” dijalani warga Kristen dan Muslim di Quezon, Filipina. Tradisi ini berupa ajakan warga Kristen kepada warga Muslim untuk berkumpul dan berbuka puasa bersama.

Khusu pada Ramadan tahun ini, komunitas Muslim dan Kristen di Quezon, saling berdoa untuk perdamaian di Kota Marawi, kota yang jadi medan tempur kelompok Maute dan tentara Filipina. Mereka kompak menyerukan Presiden Rodrigo Duterte agar mencabut status darurat militer sehingga Marawi damai kembali.

Pendeta Kristen Irma Balaba dari Jemaat untuk Perdamaian dan Dewan Gereja Nasional Filipina (NCCP) mengatakan, Duyog Ramadan bukan hanya pembagian makan secara simbolis, tapi juga bersatu dalam penderitaan dan dalam perjuangan untuk mendapatkan hak penentuan nasib sendiri.

Tradisi itu digelar di Café Oikoumene, kompleks komunitas NCCP di Kota Quezon. Sebelum berbuka puasa bersama, Aliansi Rakyat Moro-Kristen (MCPA) bersama komunitas Muslim menggelar forum bertajuk “Ramadan pada masa darurat militer”. Mereka kemudian melakukan demonstrasi di luar gerbang NCCP untuk menyerukan pencabutan darurat militer di Mindanao, khususnya di Marawi.

”Duyog” merupakan bahasa wilayah Cebu yang berarti "menemani”. Tradisi Duyog Ramadan dimulai pada akhir 1970-an di komunitas Muslim-Kristen di Mindanao, di mana gereja-gereja Kristen mensponsori makanan untuk seluruh masyarakat, dalam solidaritas dengan umat Islam yang berbuka puasa.

Tradisi ini juga menyebar hingga di Manila, kota yang didominasi warga Kristen Protestan dan Katolik Roma. Melalui Duyog Ramadan, warga Kristen Filipina mempromosikan persatuan dengan umat Islam.

Balaba mengatakan bahwa kedua agama tersebut lahir dari hasrat untuk bebas dari penindasan. ”Kami memiliki lebih banyak alasan untuk bersatu daripada bertarung,” katanya, seperti dikutip media Filipina, Bulatlat, Jumat (2/6/2017).

”Apa yang dilakukan umat Islam selama bulan Ramadan tidak berbeda dengan bagaimana orang Kristen melakukan puasa,” katanya. Menurutnya, momen ini adalah waktu yang tepat untuk merenungkan dosa seseorang, berkorban dan bagaimana memperbaiki hubungan seseorang dengan Tuhan dan sesama manusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ramadhan, Bulan Menjaga...
Ramadhan, Bulan Menjaga Lisan dan Mencuci Dosa-dosa
Muhammadiyah: Puasa...
Muhammadiyah: Puasa Ramadhan Mulai 13 April
Hakikat Kesabaran
Hakikat Kesabaran
3 Waktu Terkabulnya...
3 Waktu Terkabulnya Doa di Bulan Ramadhan
Marhaban Ya Syahru Siyam,...
Marhaban Ya Syahru Siyam, Ini 15 Keutamaan Ramadhan dan Dalilnya
9 Nama Julukan Ramadhan...
9 Nama Julukan Ramadhan yang Tidak Dimiliki Bulan Lain
Rekomendasi
Pantai di Iran Tiba-tiba...
Pantai di Iran Tiba-tiba Berubah Warna Menjadi Merah Darah
10 Lubang Terdalam di...
10 Lubang Terdalam di Bumi, Nomor 8 Dipercaya sebagai Istana Kerajaan Jin
Awan Berbentuk Gelombang...
Awan Berbentuk Gelombang Tsunami Muncul di Langit AS
Artikel Terkini
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Infografis
5 Bintang Sepak Bola...
5 Bintang Sepak Bola Muslim yang Menjalani Ibadah Puasa Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved