Hakikat Ibadah Menurut Syeikh Ibnu 'Atho'illah

Rabu, 27 November 2019 - 20:09 WIB
Hakikat Ibadah Menurut...
Hakikat Ibadah Menurut Syeikh Ibnu 'Atho'illah
A A A
Sebagai hamba Allah kita wajib menghamba dan beribadah hanya kepada-Nya. Yang kita tuju hanyalah Allah, bukan karena pahala surga-Nya atau siksa neraka-Nya. Ilahi Anta Maqshudi wa Ridhoka Mathlubi (Ya Allah Engkaulah tujuanku dan ridha-Mu lah semata-mata yang kucari).

Demikian pesan hikmah Syeikh Ibnu 'Atho'illah (1250-1309) dalam Kitab populernya 'Al-Hikam'. Ulama sufi bernama Ahmad ibnu Muhammad Ibnu 'Atha'illah As-Sakandari lahir di Iskandariah Mesir ini mengatakan, hakikat ibadah jangan mengharap sesuatu selain Allah.

"Barang siapa menyembah Allah karena mengharap sesuatu, atau untuk menolak siksa atas dirinya, maka dia belum menunaikan kewajiban terhadap sifat-sifat Allah," kata Syeikh Ibnu 'Atho'illah.

Allah Ta'ala telah menurunkan wahyu kepada Nabi Dawud 'alaihissalam: "Sesungguhnya orang yang sangat Aku kasihi ialah orang yang beribadah bukan karena upah pemberianKu, tetapi semata-mata karena Aku yang berhak untuk disembah." Dalam kitab Zabur disebutkan: "Dan siapakah yang lebih kejam dari orang yang menyembahKu karena surga atau neraka, apakah seandainya Aku tidak membuat surga atau neraka, Aku tidak berhak untuk disembah.

Janganlah berlaku sebagai seorang hamba yang busuk jika takut, lalu bekerja (beribadah). Dan jangan berbuat sebagai buruh yang busuk jika tidak dibayar tidak bekerja.

Sebab, sebenarnya pemberian Allah kepada hamba itu sudah lebih dari yang diharapkan yaitu hidupnya, nafasnya, pancainderanya dan kesehatannya dan nikmat lainnya.

Abu Hazim berkata: "Saya malu menyembah Allah karena pahala, seperti buruh yang busuk jika tidak dibayar tidak bekerja, atau menyembah karena takut siksa, seperti budak yang curang jika tidak takut siksa, tidak bekerja, tetapi saya menyembah Allah karena cinta kepadaNya."

Sufyan As-Tsaury pernah meminta nasihat kepada tokoh perempuan sufi, Robi'ah Al-Adawiyyah, maka Robi'ah berkata: "Engkau seorang yang baik, andaikan engkau tidak cinta kepada dunia".

Demikian pesan hikmah Syeikh Ibnu 'Atho'illah terkait hakikat ibadah. Semoga kita menjadikan Allah Ta'ala sebagai tujuan dan tidak berharap kecuali hanya kepada-Nya. Wallahu A'lam Bisshowab.
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tasawuf dan Para Sufi...
Tasawuf dan Para Sufi Menurut Ibnu Taimiyah
10 Hakikat Guru Menurut...
10 Hakikat Guru Menurut Imam Ibnu Atha'illah
Pengertian Tasawuf dan...
Pengertian Tasawuf dan Manfaat Mempelajarinya
Paham Wahdat al-Wujud...
Paham Wahdat al-Wujud Ibnu Arabi Menurut Harun Nasution
Sufisme Universal, Benarkah...
Sufisme Universal, Benarkah Tidak Harus Islam?
Berikut Penyimpangan...
Berikut Penyimpangan Kaum Sufi Menurut Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauzi
Rekomendasi
Ibnu Khaldun, Ilmuwan...
Ibnu Khaldun, Ilmuwan Islam yang Seluruh Keluarganya Meninggal karena Wabah
Jadi Ketakutan Dunia,...
Jadi Ketakutan Dunia, SROCC Ungkap Air Laut di Indonesia Terancam Jadi Asam
Banjir Terbesar dalam...
Banjir Terbesar dalam Sejarah Dunia Diklaim Ciptakan Laut Mediterania
Artikel Terkini
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
15.086 Jemaah Haji Reguler...
15.086 Jemaah Haji Reguler dan 7.547 Haji Khusus Telah Tiba di Indonesia
Keistimewaan Hari Jumat,...
Keistimewaan Hari Jumat, Yaumul Maiz Saat Allah Menampakan Diri di Surga
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved