alexametrics

Inilah Keluarga Islam Pertama yang Hijrah di Jalan Allah

loading...
Inilah Keluarga Islam Pertama yang Hijrah di Jalan Allah
Inilah Keluarga Islam Pertama yang Hijrah di Jalan Allah
Ketika Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa salllam (SAW) melakukan dakwah jahriyah (terang-terangan) di tahun ke-4 masa kenabian, saat itu pula kaum musyrikin Makkah melakukan penindasan kepada kaum muslimin. Tak sedikit sahabat yang menjadi korban penyiksaan oleh kafir Quraisy.

Di antaranya Ustman bin Affan, Mus'ab bin Umair, Shuhaib bin Sinan, Bilal bin Robbah, 'Ammar bin Yasir dan kedua orangtuanya. Kemudian Abu Fakihah, Khabbab bin Al Arat, sahabat muslimah Zunairah, An-Nahdiyyah, Ummu 'Ubais dan sahabat radhiallahu 'anhuma lainnya.

Dalam Sirah Nabawiyah karya Syeikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury bersumber dari Kitab Ar-Rahiqul Makhtum disebutkan, penindasan yang terjadi pada pertengahan atau akhir tahun ke-4 masa kenabian tidaklah seberapa. Namun, hari demi hari bahkan bulan demi bulan terutama pada pertengahan tahun ke-5, berubah menjadi lebih sadis dan mengancam keselamatan kaum muslimin.



Situasi ini pun memaksa kaum muslimin memikirkan bagaimana cara agar bisa lolos dari siksaan-siksaan itu. Dalam kondisi ini, turunlah Surat az-Zumar yang mengisyaratkan perlunya berhijrah dan mengumumkan bahwa bumi Allah tidaklah sempit, dalam firmanNya: "…orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". (QS.Az-Zumar: 10).

Rasulullah SAW mengetahui bahwa Ash-himah an-Najasyi, Raja Habasyah adalah seorang yang adil. Tidak seorang pun yang berada di sisinya terzalimi. Karena itu, Nabi SAW memerintahkan kaum muslimin agar berhijrah ke sana guna menyelamatkan agama Islam dari segala fitnah.

Rombongan pertama yang hijrah membawa para sahabat yaitu pada bulan Rajab tahun ke-5 masa kenabian. Rombongan ini terdiri dari 12 orang laki-laki dan 4 orang perempuan dikepalai oleh Utsman bin 'Affan RA. Utsman ditemani oleh Ruqayyah (putri Rasulullah SAW).

Rasulullah SAW menyifati keduanya sebagai "keluarga pertama yang berhijrah di jalan Allah setelah Nabi Ibrahim dan Luth alaihimas salam".

Kepergian mereka dilakukan dengan cara mengendap-endap pada malam yang gelap gulita. Siasat ini dilakukan agar tidak diketahui oleh kaum Quraisy. Utsman dan rombongannya berjalan menuju laut kemudian mengarah ke pelabuhan rakyat.

Ternyata, takdir mereka sejalan dan seiring dengan itu dimana ketika itu ada dua buah kapal dagang yang akan berlayar menuju negeri Habasyah dan mereka pun ikut serta bersamanya.

Kaum Quraisy akhirnya mengetahui hal itu, lalu menelusuri jejak perjalanan kaum muslimin. Akan tetapi tatkala mereka baru sampai di tepi pantai, kaum muslimin telah bergerak dengan aman. Akhirnya, kaum muslimin menetap di Habasyah dan mendapatkan sebaik-baik pelayanan dari Raja Najasyi. Perjalanan menuju Habasyah (Ethiopia) ini disebut sebagai hijrah pertama dalam Islam sebelum Nabi dan sahabat hijrah ke Madinah.
(rhs)
cover top ayah
وَلَا تُعۡجِبۡكَ اَمۡوَالُهُمۡ وَاَوۡلَادُهُمۡ‌ؕ اِنَّمَا يُرِيۡدُ اللّٰهُ اَنۡ يُّعَذِّبَهُمۡ بِهَا فِى الدُّنۡيَا وَتَزۡهَقَ اَنۡفُسُهُمۡ وَهُمۡ كٰفِرُوۡنَ‏
Dan janganlah engkau (Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir.

(QS. At-Taubah:85)
cover bottom ayah
preload video
KOMENTAR
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak