Bagaimana Nabi Muhammad SAW Mempersiapkan Ramadan? Simak Ya!
Minggu, 16 Februari 2025 - 05:15 WIB
loading...
Baginda Nabi SAW merencanakan semua tindakannya dengan cara terbaik dan menemukan keseimbangan dan jalan tengah yang tepat antara kebutuhan jiwa dan tubuh, termasuk dalam mempersiapkan bulan suci Ramadan. Foto ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
Tinggal hitungan hari lagi, umat Islam di seluruh dunia akan menemui bulan Ramadan . Pada bulan ini, setiap Muslim akan berlomba-lomba melakukan kebaikan sembari menjalani puasa wajib. Lantas, bagaimanakah cara Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi assalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci tersebut?
Akhlak dan kepribadian Rasulullah SAW adalah teladan umat Islam. Baginda Nabi SAW merencanakan semua tindakannya dengan cara terbaik dan menemukan keseimbangan dan jalan tengah yang tepat antara kebutuhan jiwa dan tubuh. Termasuk dalam mempersiapkan bulan suci Ramadan.
Dari Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata:
"Rasulullah biasa berpuasa sampai kami lihat beliau tidak berbuka, dan saya belum pernah melihat Rasulullah menyelesaikan puasanya di bulan kecuali Ramadan, dan saya tidak pernah melihat dia berpuasa lebih banyak di bulan mana pun selain di bulan Syaban." (HR Bukhari, Muslim)
Sekelompok ulama, termasuk Ibnu al-Mubarak dan lain-lainnya, berpendapat bahwa Nabi Muhammad SAW tidak menyelesaikan puasa Syaban , melainkan beliau berpuasa sebagian besarnya.
Dari hadis Usama bin Zaid radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Aku berkata, Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihat kalian berpuasa di salah satu bulan puasa Sya'ban, maka beliau bersabda: "Itu adalah bulan yang dilalaikan orang, antara Rajab dan Ramadan, dan itu adalah bulan di mana amal diangkat ke hadapan Tuhan semesta alam, dan aku senang jika amalku terangkat selama aku berpuasa. ”
Mengapa Rasulullah SAW lebih memilih memanfaatkan waktu lalai di bulan Syaban dengan mengerjakan ibadah? Seperti dilansir islamonline, berikut alasannya:
1. Ibadah pada waktu itu (bulan Syaban) lebih tersembunyi, dan amalan sunnah yang tersembunyi lebih utama, terutama puasa, karena itu adalah rahasia antara hamba dan Rabbnya.
2. Amalan baik di saat lalai lebih menyulitkan jiwa
Ibadah diutamakan adalah karena kekuatannya untuk diri. Ibadah yang paling banyak dilakukan orang lebih mudah, sedangkan yang sulit adalah ibadah yang justru diabaikan oleh banyak orang. Oleh karena itu Nabi Muhammad SAW bersabda: “Pahala ibadah yang dilakukan di masa cobaan sama dengan pahala hijrah kepadaku.”
Akhlak dan kepribadian Rasulullah SAW adalah teladan umat Islam. Baginda Nabi SAW merencanakan semua tindakannya dengan cara terbaik dan menemukan keseimbangan dan jalan tengah yang tepat antara kebutuhan jiwa dan tubuh. Termasuk dalam mempersiapkan bulan suci Ramadan.
Dari Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata:
"Rasulullah biasa berpuasa sampai kami lihat beliau tidak berbuka, dan saya belum pernah melihat Rasulullah menyelesaikan puasanya di bulan kecuali Ramadan, dan saya tidak pernah melihat dia berpuasa lebih banyak di bulan mana pun selain di bulan Syaban." (HR Bukhari, Muslim)
Sekelompok ulama, termasuk Ibnu al-Mubarak dan lain-lainnya, berpendapat bahwa Nabi Muhammad SAW tidak menyelesaikan puasa Syaban , melainkan beliau berpuasa sebagian besarnya.
Dari hadis Usama bin Zaid radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Aku berkata, Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihat kalian berpuasa di salah satu bulan puasa Sya'ban, maka beliau bersabda: "Itu adalah bulan yang dilalaikan orang, antara Rajab dan Ramadan, dan itu adalah bulan di mana amal diangkat ke hadapan Tuhan semesta alam, dan aku senang jika amalku terangkat selama aku berpuasa. ”
Mengapa Rasulullah SAW lebih memilih memanfaatkan waktu lalai di bulan Syaban dengan mengerjakan ibadah? Seperti dilansir islamonline, berikut alasannya:
1. Ibadah pada waktu itu (bulan Syaban) lebih tersembunyi, dan amalan sunnah yang tersembunyi lebih utama, terutama puasa, karena itu adalah rahasia antara hamba dan Rabbnya.
2. Amalan baik di saat lalai lebih menyulitkan jiwa
Ibadah diutamakan adalah karena kekuatannya untuk diri. Ibadah yang paling banyak dilakukan orang lebih mudah, sedangkan yang sulit adalah ibadah yang justru diabaikan oleh banyak orang. Oleh karena itu Nabi Muhammad SAW bersabda: “Pahala ibadah yang dilakukan di masa cobaan sama dengan pahala hijrah kepadaku.”
Lihat Juga :