Kisah Tragis Utsman bin Affan (2): Ketika Rasulullah Bicara dengan Gunung Uhud dan Hira

loading...
Kisah Tragis Utsman bin Affan (2): Ketika Rasulullah Bicara dengan Gunung Uhud dan Hira
Ilustrasi/Ist
RASULULLAH SAW membuka rahasia tentang nasib Utsman bin Affan nantinya tak hanya kepada para sahabat, Tatkala Gunung Uhud dan Gunung Hira' pun bergetar, Rasulullah pun bicara dengan kedua gunung itu agar tenang karena di atas ada nabi dan syahid. (Baca juga: Rasulullah Sudah Peringatkan Utsman bin Affan Akan Terbunuh karena Fitnah)

‘Abdurrahman at-Tamimi dalam tulisannya berjudul "Utsman bin Affan Khalifah Yang Terzhalimi" menulis di antara hadis-hadis yang telah dikabarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang terjadinya pembunuhan terhadap Utsman bin Affan adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Nabi SAW memerintahkan beliau untuk memberi kabar gembira kepada Utsman dengan surga karena musibah yang akan menimpanya. (HR Bukhari)

Dan apa yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu , bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah suatu hari berada di atas gunung Uhud dan bersama beliau Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman. Maka gunung tersebut bergetar, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: ”Tenanglah (engkau) wahai Uhud, tidaklah yang di atasmu melainkan seorang Nabi, shiddiq dan dua orang syahid” (HR Bukhari)

Nabi dan shiddiq sudah diketahui, dan tidak tersisa bagi Umar dan Utsman melainkan sifat ketiga yaitu syahid. Inilah persaksian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang amat jelas kepada Utsman Radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau akan terbunuh (syahid) di jalan Allah. Dan persaksian ini terulang kembali dalam waktu yang lain dan di gunung yang lain yaitu Hira’. (Baca juga: 3 Karomah Utsman Bin Affan, Sahabat Berjuluk Dzun Nurain)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah suatu hari berada di atas (gua) Hira’ bersama Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali bin Abi Thalib, Thalhah dan Zubair, maka bergerak batu besar, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:”Tenanglah, tidaklah di atasmu melainkan seorang Nabi atau shiddiq atau syahid”. (HR Muslim)



Dan apa yang beliau sabdakan telah terjadi, sungguh Umar, Utsman, Ali, Thalhah dan Zubair meninggal dalam keadaan syahid.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengetahui akan terjadinya fitnah ini – dengan kabar dari Allah kepada beliau – dan karena kecintaan beliau kepada Utsman Radhiyallahu ‘anhu serta antusias beliau untuk memberikan kemaslahatan bagi umat ini setelah beliau, beliaupun mendo’akan Utsman dan mengabarkan kepadanya dengan hal-hal yang berkaitan dengan fitnah ini yang berakhir dengan terbunuhnya beliau.

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersemangat untuk merahasiakan kabar ini, hingga hal tersebut tidak sampai kepada kita melainkan apa yang telah dikatakan oleh Utsman Radhiyallahu ‘anhu ketika terjadi fitnah, ketika dikatakan kepadanya: "Mengapa engkau tidak memerangi?"



Baca juga: Utsman Bin Affan: 9 Kemuliaan Bagi yang Shalat Tepat Waktu

Beliau mengatakan: "Tidak, sesungguhnya Rasulullah telah mengambil sumpah dariku dan sesungguhnya aku bersabar atas hal ini. (HR Ahmad)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اصۡبِرُوۡا وَصَابِرُوۡا وَرَابِطُوۡا وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

(QS. Ali 'Imran:200)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video