Umar Masuk Islam, Makkah Gempar dan Kaum Musyrikin Ketakutan (2)

loading...
Umar Masuk Islam, Makkah Gempar dan Kaum Musyrikin Ketakutan (2)
Umar Masuk Islam, Makkah Gempar dan Kaum Musyrikin Ketakutan (2)
Di bagian pertama, Syeikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury (Sirah Nabawiyah dari Kitab Ar-Rahiqul Makhtum) telah menceritakan kisah Umar Bin Khattabyang terkejut mendengar saudara perempuannya dan iparnya membaca Al-Qur'an Surah Thaha. Lalu iparnya Khabbab bin Al-Aratt memberi tahu: "Wahai Umar, bergembiralah karena sesungguhnya aku berharap engkaulah yang dimaksud dalam doa Rasulullah pada malam Kamis: "Ya Allah, kokohkanlah Islam ini dengan Al-Khaththab atau Abu Jahal bin Hisyam."

Setelah mendengar itu, Umar radhiallahu 'anhu (RA) kemudian pergi menemui Rasululah SAW dengan membawa pedangnya. Ketika tiba di tempat Rasulullah, Umar mengetuk pintu. Seorang penjaga pintu memberi tahu kepada Rasulullah bahwa Umar datang menghunus pedang. Para sahabat yang berjaga pun bersiaga penuh mengantisipasinya.

Gelagat tersebut mengundang tanda tanya Hamzah. "Ada apa gerangan dengan kalian?" Mereka menjawab, "Umar!" Dia berkata, "Wahai Umar, bukakan pintu untuknya! Jika dia datang dengan niat baik, kita akan membantunya. Namun, jika dia datang dengan niat jahat, kita akan membunuhnya dengan pedangnya sendiri."

Saat itu Rasulullahmasih di dalam rumah dan diberitahu tentang Umar. Maka beliau keluar menyongsongnya dan menjumpainya di bilik. Beliau memegang baju dan gagang pedangnya, lalu menariknya dengan keras, seraya bersabda, "Tidakkah engkau akan berhenti dari tindakanmu wahai Umar hingga Allah menghinakanmu dan menimpakan bencana sebagaimana yang terjadi terhadap Al-Walid bin Al-Mughirah? Ya Allah! Inilah Umar bin Al-Khaththab! Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Al-Khaththab!"



Kemudian Umar mengucap syahadat: "Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan engkau adalah Rasulullah." Umar pun masuk Islam disambut dengan pekikan takbir oleh penghuni rumah, sehingga terdengar oleh orang yang berada di dalam masjid.

Umar merupakan sosok yang memiliki rasa harga diri yang tinggi dan keinginan yang tidak boleh dihalang-halangi. Keislamannya menimbulkan guncangan luar biasa di kalangan kaum musyrikin Makkah dan membuat mereka semakin terhina dan patah arang. Sementara bagi kaum muslimin, hal itu menambah semangat, wibawa, kemuliaan, dan kegembiraan.

Ibnu Ishaq meriwayatkan dengan sanadnya dari Umar, dia berkata, "Tatkala aku sudah masuk Islam, aku mengingat-ingat, siapa penduduk Makkah yang paling keras terhadap Nabi. Aku berkata, 'Pasti Abu Jahal orangnya." Lalu aku datangi dia dan aku ketuk pintu rumahnya. Dia pun keluar menyambutku sembari berkata, "Selamat datang! Ada apa denganmu?" "Aku datang untuk memberitahumu bahwa aku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad, serta membenarkan apa yang telah dibawanya."



Lalu dia menggebrak pintu di hadapan wajahku sembari berkata: "Mudah-mudahan Allah menjelekkanmu dan apa yang engkau bawa". Sejak saat itulah Rasulullah menamainya Al-Faruq (orang yang dapat membedakan kebenaran dan kebathilan).

Ibnu Mas'ud sering berkata, "Sebelumnya kami tak berani melakukan salat di sisi Ka'bah hingga Umar masuk Islam." Shuhaib bin Sinan Ar-Rumi berkata, "Ketika Umar masuk Islam, barulah Islam menampakkan diri dan berdakwah secara terang-terangan. Kami juga berani duduk-duduk secara melingkar di sekitar Baitullah, melakukan tawaf, mengimbangi perlakuan orang yang kasar kepada kami serta membalas sebagian yang diperbuatnya."

Abdullah bin Mas'ud berkata, "Kami senantiasa merasakan izzah (kemuliaan, kehormatan, harga diri) sejak Umar masuk Islam."

Demikian kisah keislaman Umar bin Khattab yang penuh hikmah dan pelajaran. Dari kisah ini bisa dipetik iktibar bahwa Allah Ta'ala lebih menyukai Umar daripada Abu Jahal bin Hisyam yang sombong. Setelah keislamannya, umat Islam di Makkah pun semakin kokoh dan disegani kaum musyrikin. [Baca Juga: Umar Masuk Islam, Makkah Gempar dan Kaum Musyrikin Ketakutan (1)]
(rhs)
cover top ayah
فَاذۡكُرُوۡنِىۡٓ اَذۡكُرۡكُمۡ وَاشۡکُرُوۡا لِىۡ وَلَا تَكۡفُرُوۡنِ
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.

(QS. Al-Baqarah:152)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video