Demi mudik, Jalan Margomulyo dibuat satu arah
Kamis, 09 Agustus 2012 - 15:24 WIB
Demi mudik, Jalan Margomulyo dibuat satu arah
A
A
A
Sindonews.com – Rusaknya Jembatan Branjangan membuat Pemerintah Kota Surabaya memutar otak untuk menyediakan sarana jalan yang mumpuni dilintasi mudik. Mereka tak ingin kemacetan yang parah membuat pemudik lelah ketika melintas di Kota Pahlawan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Eddi menuturkan, jembatan Branjangan tak bisa dilalui kendaraan berat, karena memiliki dampak pada kelancaran transportasi di pintu keluar-masuk Surabaya. Penumpukankendaraan berat terjadi di pintu tol.
"Kondisi itu yang membawa efek kemacetan ke jalan yang ada di sekitarnya. Bahkan kendaraan roda dua saja juga ikut terjebak macet," katanya, di Surabaya, Jawa Tengah, Kamis (9/8/2012).
Mantan Kepala UPTD Terminal Purabaya itu melanjutkan, proses perbaikan jembatan Branjangan sampai saat ini masih dilakukan. Proses pengerjaan yang dilakukan Pemprov Jatim itu diprediksi masih memakan waktu menjelang puncak arus mudik yang melintas di Surabaya.
"Kami harus memberikan alternatif untuk memecah kemacetan. Ini yang akan kami lakukan di jalan sekitar jembatan Branjangan," katanya.
Solusi yang coba diberikan, katanya, adalah dengan membuat memberlakukan jalan searah di Jalan Margomulyo. Langkah itu dipercaya mampu mengurangi penumpukan kendaraan di pintu tol. Sehingga kendaraan yang melintas di Jalan Kalianak, Jalan Margomulyo dan Jalan Roomokalisari tak sampai mengalami kemacetan.
"Saat ini kami masih mencoba berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk membahas taman yang ada di sepanjang Jalan Margomulyo. Kalau semuanya sudah beres, pemberlakukan satu arah itu akan kami lakukan," jelasnya.
Eddi juga mengakui, pada pelaksanaan mudik tahun ini jalur darat terus mengalami peningkatan. Apalagi ada aturan baru tentang penumpang kereta api (KA) yang jumlahnya berkurang karena pelarangan penumpang berdiri.
"Jadi pemudik yang tak dapat tiket kereta api akan memakai layanan bus serta kendaraan pribadi. Mereka (pemudik) juga ada yang melintas di Surabaya. Makanya jumlah pemudik tahun ini yang pakai jalur darat semakin
bertambah," katanya.
Selain itu, lanjutnya, Dishub juga tak ingin kemacetan yang sama terjadi di Jalan protokol Surabaya. Pihaknya saat ini terus melakukan penertiban parkir di pinggir jalan yang biasanya menjadi biang kemacetan.
Ketika ada kendaraan yang parkir di bibir jalan, maka Dishub akan menertibkan serta memperlancar laju kendaraan di lokasi tersebut.
"Itu salah satu pilihan yang kami lakukan biar pengendara atau pemudik nanti tak sampai terganggu lajunya. Pokoknya biang kemacetan di Surabaya akan kami kurangi untuk memperlancar perjalanan para pemudik," katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Terminal Purabaya May Ronald menuturkan, semua armada untuk mudik tahun ini dalam kondisi normal, bus yang beroperasi di Purabaya sekitar 900 bus.
Dalam kondisi Lebaran, armada yang disiapkan jauh lebih banyak yakni sekitar 1.300 unit. Penambahan jumlah kendaraan itu akan diambilkan dari bus-bus cadangan milik masing-masing perusahaan otobus (PO).
"Jika masih kurang, kami juga siapkan antisipasi dengan mengerahkan bus-bus kota," katanya.
Bus kota tersebut nantinya hanya untuk melayani rute pendek. Misalnya Surabaya-Mojokerto-Jombang dan Nganjuk, Surabaya-Malang dan Surabaya-Probolinggo. May Ronald mengatakan, pihaknya sangat merasa terbantu dengan banyaknya perusahaan atau instansi yang menggelar mudik bareng.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Eddi menuturkan, jembatan Branjangan tak bisa dilalui kendaraan berat, karena memiliki dampak pada kelancaran transportasi di pintu keluar-masuk Surabaya. Penumpukankendaraan berat terjadi di pintu tol.
"Kondisi itu yang membawa efek kemacetan ke jalan yang ada di sekitarnya. Bahkan kendaraan roda dua saja juga ikut terjebak macet," katanya, di Surabaya, Jawa Tengah, Kamis (9/8/2012).
Mantan Kepala UPTD Terminal Purabaya itu melanjutkan, proses perbaikan jembatan Branjangan sampai saat ini masih dilakukan. Proses pengerjaan yang dilakukan Pemprov Jatim itu diprediksi masih memakan waktu menjelang puncak arus mudik yang melintas di Surabaya.
"Kami harus memberikan alternatif untuk memecah kemacetan. Ini yang akan kami lakukan di jalan sekitar jembatan Branjangan," katanya.
Solusi yang coba diberikan, katanya, adalah dengan membuat memberlakukan jalan searah di Jalan Margomulyo. Langkah itu dipercaya mampu mengurangi penumpukan kendaraan di pintu tol. Sehingga kendaraan yang melintas di Jalan Kalianak, Jalan Margomulyo dan Jalan Roomokalisari tak sampai mengalami kemacetan.
"Saat ini kami masih mencoba berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk membahas taman yang ada di sepanjang Jalan Margomulyo. Kalau semuanya sudah beres, pemberlakukan satu arah itu akan kami lakukan," jelasnya.
Eddi juga mengakui, pada pelaksanaan mudik tahun ini jalur darat terus mengalami peningkatan. Apalagi ada aturan baru tentang penumpang kereta api (KA) yang jumlahnya berkurang karena pelarangan penumpang berdiri.
"Jadi pemudik yang tak dapat tiket kereta api akan memakai layanan bus serta kendaraan pribadi. Mereka (pemudik) juga ada yang melintas di Surabaya. Makanya jumlah pemudik tahun ini yang pakai jalur darat semakin
bertambah," katanya.
Selain itu, lanjutnya, Dishub juga tak ingin kemacetan yang sama terjadi di Jalan protokol Surabaya. Pihaknya saat ini terus melakukan penertiban parkir di pinggir jalan yang biasanya menjadi biang kemacetan.
Ketika ada kendaraan yang parkir di bibir jalan, maka Dishub akan menertibkan serta memperlancar laju kendaraan di lokasi tersebut.
"Itu salah satu pilihan yang kami lakukan biar pengendara atau pemudik nanti tak sampai terganggu lajunya. Pokoknya biang kemacetan di Surabaya akan kami kurangi untuk memperlancar perjalanan para pemudik," katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Terminal Purabaya May Ronald menuturkan, semua armada untuk mudik tahun ini dalam kondisi normal, bus yang beroperasi di Purabaya sekitar 900 bus.
Dalam kondisi Lebaran, armada yang disiapkan jauh lebih banyak yakni sekitar 1.300 unit. Penambahan jumlah kendaraan itu akan diambilkan dari bus-bus cadangan milik masing-masing perusahaan otobus (PO).
"Jika masih kurang, kami juga siapkan antisipasi dengan mengerahkan bus-bus kota," katanya.
Bus kota tersebut nantinya hanya untuk melayani rute pendek. Misalnya Surabaya-Mojokerto-Jombang dan Nganjuk, Surabaya-Malang dan Surabaya-Probolinggo. May Ronald mengatakan, pihaknya sangat merasa terbantu dengan banyaknya perusahaan atau instansi yang menggelar mudik bareng.
(mhd)