Persiapan arus mudik
Parkir liar di jalan protokol Surabaya ditertibkan
Selasa, 14 Agustus 2012 - 14:06 WIB
Parkir liar di jalan protokol Surabaya ditertibkan
A
A
A
Sindonews.com - Arus mudik yang melintas di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) sudah mulai terlihat di beberapa jalanan protokol di Kota Pahlawan. Kerumunan kendaraan seperti di Jalan A Yani, Jalan Margomulyo dan Jalan Pahlawan yang didominasi kendaraan roda dua dengan bawaan besar di belakang mulai terlihat.
Untuk memudahkan laju kendaraan para pemudik, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya tak ingin adanya kemacetan di sepanjang lajur pemudik. Salah satu yang kini sudah dilakukan adalah dengan merapikan parkir liar di sisi jalan.
“Kendaraan yang selama ini parkir di badan jalan akan kami singkirkan. Jadi ruas jalan yang harusnya dipakai penguna kendaraan tak termakan oleh area parkir,” ujar Kepala Dishub Kota Surabaya Eddi menjelaskan kepada wartawan, Selasa (14/8/2012).
Ia melanjutkan, parkir dadakan yang memakan badan jalan selalu saja membuat kendaraan yang melintas harus antre dan berhati-hati. Pihaknya tak ingin penumpukan kendaraan para pemudik membanjiri jalanan protokol di Surabaya.
Selain itu, Dishub juga menyiagakan petugas di berbagai titik kemacetan untuk membantu lalu lintas serta memberikan informasi bagi para pemudik. “Biar kalau ada yang tanya bisa langsung ada petugas,” jelasnya.
Untuk persiapan mudik tahun ini, katanya, jalur darat memang menjadi pilihan alternatif yang paling mumpuni bagi masyarakat. Apalagi setelahh ada pembatasan jumlah penumpang kereta api (KA) membuat jumlah pemudik yang memilih jalur darat lebih banyak.
Eddi juga menjelaskan, untuk trayek bus nanti akan dipantau terus menerus. Jika ada trayek yang ramai namun di sisi lain ada trayek yang kurang ramai, Dishub siap memberikan izin trayek insidentil. Sehingga penumpang tidak perlu takut kehabisan bus.
Di beberapa terminal terkadang mengalami penumpukan penumpang yang beristirahat. Kodisi itu bukan karena mereka tidak terangkut. Namun, dikarenakan mereka menunggu jam-jam yang sesuai dengan keinginannya.
“Mereka bukan keleleran. Tapi, memilih jam yang pas. Bus kami siap 24 jam,” jelasnya.
Diprediksi, jumlah kedatangan penumpang di Terminal Purabaya mencapai 971.094. Sedangkan jumlah keberangkatan, mencapai 854.520 orang.
Sementara di Terminal Tambak Oso Wilangun (TOW) diperkirakan akan ada 91.091 orang yang datang. Sedangkan jumlah keberangkatan mencapai 109.844 penumpang.
“Pada mudik tahun ini kami juga memaksimalkan TOW sebagai pusaran mudik. Jadi optimalisasi terminal di Surabaya barat itu diharapkan mampu mengurangi beban Terminal Purabaya,” jelasnya.
Untuk memudahkan laju kendaraan para pemudik, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya tak ingin adanya kemacetan di sepanjang lajur pemudik. Salah satu yang kini sudah dilakukan adalah dengan merapikan parkir liar di sisi jalan.
“Kendaraan yang selama ini parkir di badan jalan akan kami singkirkan. Jadi ruas jalan yang harusnya dipakai penguna kendaraan tak termakan oleh area parkir,” ujar Kepala Dishub Kota Surabaya Eddi menjelaskan kepada wartawan, Selasa (14/8/2012).
Ia melanjutkan, parkir dadakan yang memakan badan jalan selalu saja membuat kendaraan yang melintas harus antre dan berhati-hati. Pihaknya tak ingin penumpukan kendaraan para pemudik membanjiri jalanan protokol di Surabaya.
Selain itu, Dishub juga menyiagakan petugas di berbagai titik kemacetan untuk membantu lalu lintas serta memberikan informasi bagi para pemudik. “Biar kalau ada yang tanya bisa langsung ada petugas,” jelasnya.
Untuk persiapan mudik tahun ini, katanya, jalur darat memang menjadi pilihan alternatif yang paling mumpuni bagi masyarakat. Apalagi setelahh ada pembatasan jumlah penumpang kereta api (KA) membuat jumlah pemudik yang memilih jalur darat lebih banyak.
Eddi juga menjelaskan, untuk trayek bus nanti akan dipantau terus menerus. Jika ada trayek yang ramai namun di sisi lain ada trayek yang kurang ramai, Dishub siap memberikan izin trayek insidentil. Sehingga penumpang tidak perlu takut kehabisan bus.
Di beberapa terminal terkadang mengalami penumpukan penumpang yang beristirahat. Kodisi itu bukan karena mereka tidak terangkut. Namun, dikarenakan mereka menunggu jam-jam yang sesuai dengan keinginannya.
“Mereka bukan keleleran. Tapi, memilih jam yang pas. Bus kami siap 24 jam,” jelasnya.
Diprediksi, jumlah kedatangan penumpang di Terminal Purabaya mencapai 971.094. Sedangkan jumlah keberangkatan, mencapai 854.520 orang.
Sementara di Terminal Tambak Oso Wilangun (TOW) diperkirakan akan ada 91.091 orang yang datang. Sedangkan jumlah keberangkatan mencapai 109.844 penumpang.
“Pada mudik tahun ini kami juga memaksimalkan TOW sebagai pusaran mudik. Jadi optimalisasi terminal di Surabaya barat itu diharapkan mampu mengurangi beban Terminal Purabaya,” jelasnya.
(azh)