Polres Sukabumi ultimatum truk angkutan berat
Jum'at, 17 Agustus 2012 - 22:34 WIB
Polres Sukabumi ultimatum truk angkutan berat
A
A
A
Sindonews.com - Kapolres Sukabumi AKBP M Firman mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada awak truk angkutan tambang yang tetap beroperasi. Pasalnya keberadaan armada tambang tersebut berpotensi menjadi pemicu kemacetan arus lalu lintas selama musim mudik.
"Saya akan menindak tegas awak angkutan tambang jika mereka bersikeras tetap beroperasi pada H-3 Lebaran. Tindakannya berupa tilang. Mobil-mobil seperti inilah yang menyebabkan arus lalu lintas menjadi macet. Apalagi di puncak arus mudik ini jumlah kendaraan yang melintasi Sukabumi relatif melonjak," kata Firman kepada wartawan di Sukabumi, Jawa Barat, jumat (17/8/2012).
Dia menegaskan, beberapa hari terakhir pihaknya masih menemukan adanya truk angkutan berat yang beroperasi. "Truk pengangkut sembako, atau air mineral, kami masih bisa memberikan toleransi. Tapi untuk angkutan tambang, saya harap pihak pengusaha atau awak angkutan itu sendiri bisa memahaminya, agar tidak beroperasi," ungkapnya.
Berdasarkan pantauan, sejak memasuki H-3 Lebaran arus lalu lintas di Sukabumi Utara tampak padat. Kemacetan terjadi di sepanjang lintasan Cicurug-Parungkuda. "Untuk wilayah Cicurug dan Parungkuda, kemacetan terjadi akibat adanya pasar tumpah," jelasnya.
Sementara itu, arus lalu lintas di perbatasan wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi relatif lancar. Kondisi itu terjadi karena jalan Lingkar Selatan (Lingsel) yang saat ini masih dalam proses pengerjaan mulai dari Cibolang-Baros, sudah mulai dioperasikan.
"Pengoperasiannya masih bersifat sementara hanya untuk mengurai kemacetan pada musim mudik Lebaran ini," ujar Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Sukabumi A Riyadi.
"Saya akan menindak tegas awak angkutan tambang jika mereka bersikeras tetap beroperasi pada H-3 Lebaran. Tindakannya berupa tilang. Mobil-mobil seperti inilah yang menyebabkan arus lalu lintas menjadi macet. Apalagi di puncak arus mudik ini jumlah kendaraan yang melintasi Sukabumi relatif melonjak," kata Firman kepada wartawan di Sukabumi, Jawa Barat, jumat (17/8/2012).
Dia menegaskan, beberapa hari terakhir pihaknya masih menemukan adanya truk angkutan berat yang beroperasi. "Truk pengangkut sembako, atau air mineral, kami masih bisa memberikan toleransi. Tapi untuk angkutan tambang, saya harap pihak pengusaha atau awak angkutan itu sendiri bisa memahaminya, agar tidak beroperasi," ungkapnya.
Berdasarkan pantauan, sejak memasuki H-3 Lebaran arus lalu lintas di Sukabumi Utara tampak padat. Kemacetan terjadi di sepanjang lintasan Cicurug-Parungkuda. "Untuk wilayah Cicurug dan Parungkuda, kemacetan terjadi akibat adanya pasar tumpah," jelasnya.
Sementara itu, arus lalu lintas di perbatasan wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi relatif lancar. Kondisi itu terjadi karena jalan Lingkar Selatan (Lingsel) yang saat ini masih dalam proses pengerjaan mulai dari Cibolang-Baros, sudah mulai dioperasikan.
"Pengoperasiannya masih bersifat sementara hanya untuk mengurai kemacetan pada musim mudik Lebaran ini," ujar Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Sukabumi A Riyadi.
(lil)