Tangis haru tumpah di ruang tahanan
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 11:56 WIB
Tangis haru tumpah di ruang tahanan
A
A
A
Sindonews.com - Ruang tahanan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak terlihat seperti hari biasanya. Ruang yang terkesan ”angker” dan menakutkan itu berubah seketika, saat para tahanan kasus korupsi bertemu sanak saudara.
Ya, momen Idul Fitri dimanfaatkan sebagian penghuni ruang tahanan KPK untuk bertemu sanak keluarga dan saudara. Sekadar melepas rindu setelah lama tak bersua, serta bermaaf-maafan. Tidak sedikit para tahanan menitikkan air mata saat bertemu keluarganya. Salah satunya adalah tersangka penerima suap di Pengadilan Tipikor Semarang, hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Pontianak Heru Kusbandono.
Heru tidak kuasa menahan air mata saat dijenguk anak dan istrinya. Heru pun mengaku pertemuan dengan anak dan istrinya ini adalah momen yang paling penting dalam hidupnya.
”Ada rasa senang dijenguk oleh anak-istri, mendapat support, sedih tapi senang,” ungkap Heru yang mengenakan kemeja abu-abu di Ruang Tahanan KPK, Jakarta, kemarin.
Namun saat ditanyakan mengenai tuduhan suap kepada dirinya, justru kuasa hukum Heru, Bahar Gultom, yang langsung menanggapinya. "Kami masih melihat dulu. Bahwa klien saya adalah inisiator semua permasalahan, tapi kita lihat dulu saja,” ungkap Bahar. Tidak hanya Heru, momentum Lebaran juga dimanfaatkan oleh sanak keluarga tahanan KPK lainnya.
Terlihat putri pedangdut senior A Rafiq, Fairuz A Rafiq, menyambangi Kantor KPK ditemani dengan keluarga. Kedatangannya ke KPK ingin menjenguk saudaranya Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq yang terlibat kasus dugaan suap pembahasan alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID). Tidak hanya Fairuz yang menjenguk saudaranya di Ruang Tahanan KPK.
Keluarga tersangka suap Hak Guna Usaha PT Hardaya Inti Plantation, Amran Batalipu, juga menyambangi. Para keluarga tahanan ini mengaku sengaja datang ke KPK untuk bersilaturahmi serta merayakan hari raya bersama orang yang dicintai.
Ya, momen Idul Fitri dimanfaatkan sebagian penghuni ruang tahanan KPK untuk bertemu sanak keluarga dan saudara. Sekadar melepas rindu setelah lama tak bersua, serta bermaaf-maafan. Tidak sedikit para tahanan menitikkan air mata saat bertemu keluarganya. Salah satunya adalah tersangka penerima suap di Pengadilan Tipikor Semarang, hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Pontianak Heru Kusbandono.
Heru tidak kuasa menahan air mata saat dijenguk anak dan istrinya. Heru pun mengaku pertemuan dengan anak dan istrinya ini adalah momen yang paling penting dalam hidupnya.
”Ada rasa senang dijenguk oleh anak-istri, mendapat support, sedih tapi senang,” ungkap Heru yang mengenakan kemeja abu-abu di Ruang Tahanan KPK, Jakarta, kemarin.
Namun saat ditanyakan mengenai tuduhan suap kepada dirinya, justru kuasa hukum Heru, Bahar Gultom, yang langsung menanggapinya. "Kami masih melihat dulu. Bahwa klien saya adalah inisiator semua permasalahan, tapi kita lihat dulu saja,” ungkap Bahar. Tidak hanya Heru, momentum Lebaran juga dimanfaatkan oleh sanak keluarga tahanan KPK lainnya.
Terlihat putri pedangdut senior A Rafiq, Fairuz A Rafiq, menyambangi Kantor KPK ditemani dengan keluarga. Kedatangannya ke KPK ingin menjenguk saudaranya Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq yang terlibat kasus dugaan suap pembahasan alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID). Tidak hanya Fairuz yang menjenguk saudaranya di Ruang Tahanan KPK.
Keluarga tersangka suap Hak Guna Usaha PT Hardaya Inti Plantation, Amran Batalipu, juga menyambangi. Para keluarga tahanan ini mengaku sengaja datang ke KPK untuk bersilaturahmi serta merayakan hari raya bersama orang yang dicintai.
(hyk)
Lihat Juga :