Peningkatan gepeng di bulan Ramadan 5 kali lipat

Minggu, 21 Juli 2013 - 19:21 WIB
Peningkatan gepeng di...
Peningkatan gepeng di bulan Ramadan 5 kali lipat
A A A
Sindonews.com - Banyak yang memanfaatkan bulan Ramadan untuk beramal untuk meraih pahala sebanyak mungkin. Namun, momentum ini juga banyak dimanfaatkan oleh gepeng (gelandang pengemis) musiman yang hanya muncul di bulan suci.

Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Aljufri mengatakan, saat bulan Ramadan terjadi peningkatan pengemis sekitar lima kali lipat dari jumlah biasanya. Pada bulan biasa jumlah pengemis diperkirakan hanya 1.000 orang dan gepeng di DKI berkisar di bawah 6.000 orang.

Menurut Salim, faktor utama yang membuat para pengemis dan gepeng berbondong-bondong datang ke kota besar khususnya Jakarta ialah banyak yang berinfak pada bulan puasa. Dalam survei yang dilakukan banyak diantara mereka mempunyai target sekitar Rp3-5 juta dari hasil mengemis pada bulan puasa.

"Jumlah ini diatas dari UMR. Banyak yang memnafaatkan untuk berbuat baik tapi juga banyak juga yang memanfaatkan kebaikan tersebut tanpa rasa malu," ujar Salim kepada wartawan di Jakarta, Minggu (21/7/2017).

Diantara pengemis tersebut, banyak memang ditemukan yang beragama muslim. Namun, memang banyak ditemukan kurangnya pemahaman mengenai agama dan menipisnya rasa malu.

Ia pun mengharapkan hal ini menjadi perhatian Pemda untuk memperhatikan keberadaan para gepeng. "Banyak daya tariknya sehingga mereka setiap tahunnya balik lagi untuk mengemis. Di tambah di daerah tidak melakukan apa-apa karena tidak musim panen," kata politikus PKS ini.

Lanjut Salim, kegiatan ini memang sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat kita. Tentunya hal ini tidak dapat diubah dalam waktu sekejap. Sekarang ini, kata dia, yang harus dioptimalkan adalah pendidikan dan kesehatan untuk anak-anak agar tidak mengikuti jejak orangtuanya.

Sehingga, anak-anak Indonesia bisa mandiri, mempunyai keterampilan dan juga sehat. Saat ini, ia melihat keberadaan pengemis mayoritas datang dari pulau Jawa. Namun, tidak menutup kemungkinan dari pulau lainnya.

"Gepeng dan pengemis bukan hanya di Jakarta di daerah lainnya juga sama. Ini PR bersama pemerintah pusat dan daerah juga tokoh agama untuk dapat mengembalikan makna bulan Ramadan yang sebenarnya untuk semua golongan," tegasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ramadhan, Bulan Menjaga...
Ramadhan, Bulan Menjaga Lisan dan Mencuci Dosa-dosa
Muhammadiyah: Puasa...
Muhammadiyah: Puasa Ramadhan Mulai 13 April
Hakikat Kesabaran
Hakikat Kesabaran
3 Waktu Terkabulnya...
3 Waktu Terkabulnya Doa di Bulan Ramadhan
Marhaban Ya Syahru Siyam,...
Marhaban Ya Syahru Siyam, Ini 15 Keutamaan Ramadhan dan Dalilnya
9 Nama Julukan Ramadhan...
9 Nama Julukan Ramadhan yang Tidak Dimiliki Bulan Lain
Rekomendasi
Fosil 565 Juta Tahun...
Fosil 565 Juta Tahun Ini Ungkap Sejarah Evolusi Bumi
5 Fakta Pulau Bergerak...
5 Fakta Pulau Bergerak di Danau Chippewa Amerika Serikat, Bisa Didorong dengan Perahu
Cuaca Panas Ekstrem...
Cuaca Panas Ekstrem Panggang Jerman, Sungai Rhine Terancam Jadi Daratan
Artikel Terkini
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Infografis
Akibat Naik 5 hingga...
Akibat Naik 5 hingga Kali Lipat, Ratusan Warga Tolak Bayar PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved