Mengharap pahala dari membangunkan sahur

Senin, 22 Juli 2013 - 08:09 WIB
Mengharap pahala dari...
Mengharap pahala dari membangunkan sahur
A A A
Sindonews.com - Tradisi obrog atau membangunkan warga untuk bersantap sahur selalu mewarnai pelaksanaan ibadah puasa di setiap daerah.

Rutinitas kegiatan tersebut juga dilakukan oleh beberapa remaja di Kecamatan Pegaden, Kabupaten Subang. Sekitar pukul 01.00 WIB, teriakan sekumpulan anak berusia belasan tahun mulai terdengar di sudut-sudut jalan di Kampung Sukarandeg, Desa Gunungsari, Kecamatan Pagaden. Sahutan sahur itu berulang kali terdengar beriringan dengan hentakan suara bedug dipukul berirama. Mereka berkeliling kampung sambil membawa bedug yang diangkut becak disertai alat musik sederhana lainnya.

Dari raut wajah mereka terlihat pancaran kegembiraan meski rasa kantuk masih terasa. Dodi, 14, warga Pegaden mengaku senang bisa berkumpul dan bermain dengan teman sebayanya dalam bulan Ramadan ini. Untuk peralatan bedug yang digunakan membangunkan warga dipinjam dari masjid terdekat. ”Lumayan selain berpahala bisa membangunkan orang untuk sahur, kami bisa bermain dengan seru, berkeliling kampung bersama,” katanya.

Untuk menambah suara ramai saat membangunkan warga, selain menabuh bedug, sejumlah remaja yang melakukan obrog biasanya memainkan alat musik kecrek dan goong. Sebelum mengelilingi kampung, mereka berkumpul di masjid kampung mereka beberapa jam sebelum sahur.

”Aktivitas ini sudah turun temurun dari dulu. Obrog berakhir pukul 03.00 WIB. Setelah selesai membangunkan orang untuk santap sahur, kami langsung pulang. Kami juga kanmau sahur,” ujarnya. Ketua RT 07/04 Kampung Sukarandeg, Kahman, 50, berharap tradisi obrog tetap dipelihara, karena kegiatan tersebut memberi dampak positif kepada warga.

”Saat ini jarang ditemukan anak muda yang mau peduli terhadap lingkungannya. Saya sangat mendukung kegiatan yang mereka lakukan karena ini kegiatan positif,” katanya. Menurutnya, tradisi obrog banyak dilakukan para pemuda di pelosok desa di Kabupaten Subang. Bahkan, di luar Subang masih banyak yang melaksanakan tradisi serupa.

”Tradisi obrog memang tradisi turun temurun, bahkan obrog zaman sekarang lebih modern. Banyak yang sudah menggunakan alat perlengkapan organ tunggal,” ucapnya.
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ramadhan, Bulan Menjaga...
Ramadhan, Bulan Menjaga Lisan dan Mencuci Dosa-dosa
Muhammadiyah: Puasa...
Muhammadiyah: Puasa Ramadhan Mulai 13 April
Hakikat Kesabaran
Hakikat Kesabaran
3 Waktu Terkabulnya...
3 Waktu Terkabulnya Doa di Bulan Ramadhan
Marhaban Ya Syahru Siyam,...
Marhaban Ya Syahru Siyam, Ini 15 Keutamaan Ramadhan dan Dalilnya
9 Nama Julukan Ramadhan...
9 Nama Julukan Ramadhan yang Tidak Dimiliki Bulan Lain
Rekomendasi
Pulau Terbesar di Dunia...
Pulau Terbesar di Dunia Menyusut dan Terus Bergeser
Lagi-lagi Batu Berbentuk...
Lagi-lagi Batu Berbentuk Ular Raksasa Tiba-tiba Muncul di Sungai
Fosil 565 Juta Tahun...
Fosil 565 Juta Tahun Ini Ungkap Sejarah Evolusi Bumi
Artikel Terkini
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
15.086 Jemaah Haji Reguler...
15.086 Jemaah Haji Reguler dan 7.547 Haji Khusus Telah Tiba di Indonesia
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved