Puncak arus mudik di Garut H-5 Lebaran

Rabu, 31 Juli 2013 - 17:34 WIB
Puncak arus mudik di...
Puncak arus mudik di Garut H-5 Lebaran
A A A
Sindonews.com - Puncak lonjakan penumpang di Terminal Guntur Garut pada musim mudik Lebaran 2013 diperkirakan akan terjadi pada Minggu 4 Agustus 2013.

Kepala UPTD Terminal Guntur Garut Deni Desta mengatakan, lonjakan ini disebabkan, karena seluruh pegawai atau pekerja telah memasuki libur Lebaran.

"Sebagian besar pegawai atau karyawan sudah masuk libur Lebaran pada awal pekan depan. Seperti pada pengalaman di setiap tahunnya, kesempatan libur ini selalu dimanfaatkan untuk mudik ke kampung halaman. Biasanya, puncak lonjakan terjadi ketika masuk libur pegawai atau pekerja ini," katanya saat ditemui di Terminal Guntur, Rabu (31/7/2013).

Menurut Deni, lonjakan penumpang di terminal itu sudah mulai tampak sejak Senin 29 Juli 2013 lalu. Sejak saat itu, angka keberangkatan dan kedatangan penumpang di Terminal Guntur telah mencapai 1.700 jiwa.

"Peningkatan ini sudah mulai tampak, karena anak-anak sekolah telah masuk libur Senin kemarin. Disusul pekerja di pekan depan. Bila dibandingkan dengan hari-hari biasa, justru jumlah antara penumpang keberangkatan dan kedatangan total hanya mencapai 900 jiwa saja. Nanti jumlah ini akan terus meningkat hingga Lebaran," ungkapnya.

Pada 2012 lalu, jumlah penumpang baik yang datang ke Garut atau pergi meninggalkan Garut melalui Terminal Guntur sebanyak 10.997 jiwa. Ia memprediksi, jumlah penumpang di 2013 ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun lalu.

"Para penumpang di Terminal Guntur Garut didominasi oleh mereka yang akan berangkat ke wilayah Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi), atau sebaliknya dari wilayah itu ke Garut," ucapnya.

Deni sendiri tidak menampik bila terjadi penumpukan penumpang di terminal. Menurutnya, hal ini sudah lumrah ditemui di setiap musim mudik Lebaran.

"Justru kita harus mewaspadai terjadinya penumpukan penumpang. Penumpang yang datang ke terminal banyak, sedangkan armada bus pengangkutnya kosong. Sebenarnya ini bukan disebabkan oleh ketiadaan bus di terminal, melainkan armada bus pengangkut terhambat di beberapa titik kemacetan. Baik itu di daerah lain yang menjadi jalur bus ke Garut atau di wilayah Garut sendiri," ucapnya.

Beberapa titik kemacetan di wilayah Garut yang menjadi langganan penyebab penumpukan penumpang adalah jalur Kadungora, Leles, dan Tarogong. Armada bus yang terdata di Terminal Guntur sendiri adalah sebanyak 270 bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan 140 unit bus AKAP.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Dilarang Mudik, Jasa...
Dilarang Mudik, Jasa Marga Perketat di Ruas Jalan Tol Ini
Soal Larangan Mudik,...
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Harus Tegakkan Aturan Secara Konsisten
Pemerintah Larang Mudik,...
Pemerintah Larang Mudik, DPR: Jangan Kayak Tahun Lalu Pulang Kampung Boleh
Dampak Larangan Mudik...
Dampak Larangan Mudik Tidak Besar Bagi Perekonomian
Nekad Mudik? Jangan...
Nekad Mudik? Jangan Sepelekan Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor
Rekomendasi
Gunung Everest Tumbuh...
Gunung Everest Tumbuh Tinggi Lebih Cepat, Ilmuwan Beberkan Hal Ini
Inti Bumi Bocor Menyebabkan...
Inti Bumi Bocor Menyebabkan Bumi Setiap Tahunnya...
Deretan Ilmuwan Penemu...
Deretan Ilmuwan Penemu Teori Fenomena Alam
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Polri Berlakukan Sistem...
Polri Berlakukan Sistem One Way saat Puncak Arus Mudik 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved