5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Rabu, 22 Juli 2026 - 12:50 WIB
loading...
Ajaran tentang adab bertetangga dijelaskan dalam Al-Quran, hadis Nabi Muhammad SAW, hingga nasihat para ulama. Karena itu, menjaga hubungan baik dengan tetangga bukan sekadar etika sosial, tetapi juga bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Foto ilustrasi/pi
A
A
A
Ajaran tentang adab bertetangga dijelaskan dalam Al-Qur'an, hadis Nabi Muhammad SAW, hingga nasihat para ulama. Karena itu, menjaga hubungan baik dengan tetangga bukan sekadar etika sosial, tetapi juga bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa tetangga adalah rumah-rumah yang berada di sekitar tempat tinggal seseorang. Meski ada riwayat yang menyebut batas 40 rumah dari empat penjuru, para ulama menilai riwayat tersebut lemah. Karena itu, penentuan siapa yang disebut tetangga dikembalikan kepada kebiasaan atau adat masyarakat setempat ('urf).
Yang terpenting, Islam memberikan pedoman yang jelas tentang bagaimana seorang muslim harus memperlakukan orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Berikut-adab-adab bertetangga yang harus diperhatikan kaum muslimin.
Baca juga: Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR Bukhari dan Muslim).
Menghormati tetangga dapat diwujudkan dengan berbagai cara, di antaranya: (1)Tidak membuka atau menyebarkan aib tetangga (2)Tidak mencampuri urusan pribadi mereka selama tidak melanggar syariat maupun merugikan orang lain (3)Berkomunikasi dengan sopan dan menjaga tutur kata.
Allah SWT berfirman:
"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh..." (QS An-Nisa: 36).
Bentuk kebaikan kepada tetangga antara lain:
- Menjenguk ketika sakit.
- Membantu saat mengalami kesulitan.
- Mengucapkan salam dan tersenyum ketika bertemu.
- Tidak membedakan perlakuan terhadap tetangga karena status sosial.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa tetangga adalah rumah-rumah yang berada di sekitar tempat tinggal seseorang. Meski ada riwayat yang menyebut batas 40 rumah dari empat penjuru, para ulama menilai riwayat tersebut lemah. Karena itu, penentuan siapa yang disebut tetangga dikembalikan kepada kebiasaan atau adat masyarakat setempat ('urf).
Yang terpenting, Islam memberikan pedoman yang jelas tentang bagaimana seorang muslim harus memperlakukan orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Berikut-adab-adab bertetangga yang harus diperhatikan kaum muslimin.
Adab Bertetangga dalam Islam
1. Menghormati dan Memuliakan Tetangga
Islam memerintahkan setiap muslim untuk menghormati dan memuliakan tetangganya. Sikap ini menjadi kunci terciptanya kehidupan yang rukun dan damai di tengah masyarakat.Baca juga: Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR Bukhari dan Muslim).
Menghormati tetangga dapat diwujudkan dengan berbagai cara, di antaranya: (1)Tidak membuka atau menyebarkan aib tetangga (2)Tidak mencampuri urusan pribadi mereka selama tidak melanggar syariat maupun merugikan orang lain (3)Berkomunikasi dengan sopan dan menjaga tutur kata.
2. Berbuat Baik kepada Tetangga
Berbuat baik kepada tetangga merupakan perintah Allah SWT. Hal tersebut ditegaskan dalam Surah An-Nisa ayat 36 yang memerintahkan kaum muslimin untuk berbuat baik kepada orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, serta tetangga dekat maupun tetangga jauh.Allah SWT berfirman:
"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh..." (QS An-Nisa: 36).
Bentuk kebaikan kepada tetangga antara lain:
- Menjenguk ketika sakit.
- Membantu saat mengalami kesulitan.
- Mengucapkan salam dan tersenyum ketika bertemu.
- Tidak membedakan perlakuan terhadap tetangga karena status sosial.
3. Gemar Berbagi dan Menghargai Pemberian Tetangga
Islam sangat menganjurkan berbagi makanan kepada tetangga. Selain mempererat silaturahmi, kebiasaan ini juga menjadi bentuk kepedulian sosial.Lihat Juga :