Sehat usai Lebaran

Jum'at, 02 Agustus 2013 - 12:19 WIB
Sehat usai Lebaran
Sehat usai Lebaran
A A A
Perhatikan porsi makan. Jangan menjadikan Lebaran sebagai ajang balas dendam setelah sebulan berpuasa. Tetaplah makan dengan porsi yang tidak terlalu banyak atau berlebihan.

Konsumsi makanan dengan komposisi zat gizi yang seimbang. Makan makanan yang banyak mengandung sumber karbohidrat kompleks (nasi atau ketupat), sedikit lemak dan protein (opor, gulai) serta sedikit sekali gula, minyak, dan garam, termasuk kue-kue yang manis.

Hati-hati dengan gula. Kue-kue akan tersaji cantik di meja tamu. Anda harus mengingat bahwa gula dan krim dapat menaikkan kadar gula darah. Jagalah asupan makanan agar tidak berlebihan sehingga Anda dapat menjalankan aktivitas seperti biasa setelah Lebaran.

Ubah cara pengolahan. Mungkin Anda tetap ingin menghidangkan sejumlah makanan berlemak atau mengandung kolesterol tinggi, seperti daging, udang, atau lainnya. Namun, sebaiknya pilih cara pengolahan yang bisa mengurangi dampaknya bagi tubuh, seperti lebih banyak direbus atau kurangi penggunaan zat-zat penyedap tambahan.

Cukupi asupan buah-buahan dan sayur. Jangan lupa untuk menyeimbangkan makanan berlemak saat Lebaran dengan mengonsumsi banyak sayur-mayur dan buah-buahan. Buah-buahan berfungsi untuk menyeimbangkan kadar glukosa.

Banyak minum air putih. Jika memang tidak bisa menolak hidangan yang telah disediakan si pemilik rumah, sebaiknya setelah makanmakanan yang mengandung lemak dan santan Anda memilih untuk minum air putih, bukan justru ditambah minuman manis, apalagi bersoda (soft drink).

Siagakan obat yang sudah sering dikonsumsi untuk penyakit Anda. Menikmati semua jenis hidangan tentu tidak bisa seluruhnya dilarang, tapi harus dipastikan Anda tahu risikonya. Jadi, selalu seimbangkan dengan minum obat yang memang selalu dikonsumsi untuk mencegah penyakit Anda kambuh.

Jaga dan disiplinkan jam tidur. Saat puasa, kita dianjurkan untuk sahur dini hari sehingga mau tak mau segala jenis aktivitas harus selesai selepas berbuka tanpa harus berlarut-larut. Tujuannya agar jam tidur yang diperoleh cukup sehingga dapat tidur nyenyak.
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
6 Ide Inspiratif untuk...
6 Ide Inspiratif untuk Ceriakan Ramadhan Keluarga di Rumah
Agar Tak Lemas saat...
Agar Tak Lemas saat Berpuasa, Lakukan Beberapa Hal Berikut
Ini Manfaat Libatkan...
Ini Manfaat Libatkan Anak Siapkan Menu Berbuka Puasa
15 Tips Menjaga Lisan...
15 Tips Menjaga Lisan Agar Puasa Tidak Ternoda
4 Tips Menyambut Bulan...
4 Tips Menyambut Bulan Ramadhan
Jaga Imun Tubuh Selama...
Jaga Imun Tubuh Selama Puasa Dengan Sahur yang Tepat
Rekomendasi
Kota Metropolis Kuno...
Kota Metropolis Kuno Berusia 2.500 Tahun Ditemukan di Hutan Amazon
Belasan Patung Ini Menceritakan...
Belasan Patung Ini Menceritakan Budaya LGBT Pompeii
Patahan Bumi Raksasa...
Patahan Bumi Raksasa Tersembunyi Ditemukan di Titik Rawan Gempa
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved