Mengenal Ulama Pencetus Dakwah via Radio

Senin, 14 Juli 2014 - 06:30 WIB
Mengenal Ulama Pencetus...
Mengenal Ulama Pencetus Dakwah via Radio
A A A
ANRE Gurutta Haji (AGH) Muhammad Yunus Martan, dikenal sebagai ulama besar yang pertama kali mencetuskan dakwah lewat sarana radio. Ulama moderat yang dikenal dengan nama Gurutta Yunus tersebut mendirikan Radio Amatir (Radam) As'adiyah pada tahun 1968.

Radio Suara As'adiyah (RSA) yang berada pada frekuensi 86.4 AM, didirikan dengan tujuan menyebarkan gagasan keislaman yang menghargai dinamika masyarakat Sulawesi Selatan yang sangat plural. Gurutta Yunus Martan dinilai tokoh yang paling sukses memimpin Pesantren As'adiyah. Selain berkembangnya cabang-cabang Pesantren As'adiyah, pendirian radio adalah ide cemerlang yang belum terpikirkan oleh siapa pun kala itu.

Karena itu, dulu orang menyebut Gurutta Yunus Martan sebagai kiai yang lahir sebelum zamannya. Artinya, ketika orang lain belum memikirkan radio sebagai media dakwah, beliau sudah memikirkannya. "Inspirasi Gurutta Yunus mendirikan radio amatir Suara As'adiyah agar dakwah-dakwahnya dapat didengar masyarakat luas. Sebelumnya Gurutta hanya berdakwah di mesjid maupun pesantren," kata Direktur Radio Suara As'adiyah Sengkang Idris Panaungi.

Status radio amatir berubah menjadi PT Radio Suara As'adiyah (RSA) pada tahun 1973, setelah terjadi kebakaran hebat. Hingga kini, radio tersebut berkembang. Para ulama penerus AGH Yunus Martan menyampaikan dakwah melalui radio tersebut.

"Atas prakarsa Gurutta Yunus, eksistensi As'adiyah sebagai media dakwah tidak pernah hilang. Hingga saat ini masjid-masjid di Wajo menggunakan sarana suara As'adiyah untuk mengetahui waktu salat dan memutar pengajian dan dakwah yang dilakukan oleh para ulama di RSA," katanya.

AGH Muhammad Yunus Martan (1906-1986) adalah pimpinan ke-2 Pesantren As'adiyah, salah satu pesantren terbesar di Indonesia bagian timur. Pesantren itu didirikan KH Muhammad As'ad pada 1928.

Pesantren As'adiyah adalah pelopor gerakan Islam tradisionalis moderat di Sulawesi Selatan. AGH Yunus Martan lahir di Desa Leppangeng, Kecamatan Belawa, Wajo, tahun 1906. Ayahnya bernama AG Martan, seorang ulama arif yang membuka pengajian untuk masyarakat Belawa.

Yunus Martan mengikuti jejak ayahnya menjadi kiai. Beliau menunaikan ibadah haji sebanyak tujuh kali. Beliau juga mengenyam pendidikan di Mekkah. Selama berada di Mekkah, beliau senantiasa menjalin silaturahmi dengan ulama Jawa dan Melayu. Juga sering memberikan bimbingan haji pada jemaah haji.

Dari pernikahan dengan istri pertamanya, Hajah Kartini, AGH Yunus Martan dikaruniai tujuh anak. Salah satu anaknya, AGH Prof Rafi Yunus Martan, kemudian menjadi Ketua Pengurus Besar Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang hingga saat ini. Setelah istri pertamanya meninggal, Yunus kemudian menikah dengan seorang perempuan asal Belawa, Hajah Husna pada tahun 1966. Dari istri keduanya ini, Yunus dikarunia lima orang putra-putri. Yunus meninggal pada tahun 1986 setelah dirawat di rumah sakit di Makassar.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hikmah Ramadhan Mengontrol...
Hikmah Ramadhan Mengontrol Ketamakan
Syiar: Hikmah dan Rahasia...
Syiar: Hikmah dan Rahasia Puasa Ramadhan
Spirit Iqra untuk Kemajuan...
Spirit Iqra untuk Kemajuan Peradaban
Kemenangan Idul Fitri...
Kemenangan Idul Fitri di Tengah Pandemi
Aulia Cendekia, Pondok...
Aulia Cendekia, Pondok Pesantren Terbuka, Modern, dan Digital
SYIAR: Hubungan Hikmah...
SYIAR: Hubungan Hikmah Puasa Ramadhan dengan Pendidikan
Rekomendasi
NASA Tangkap Sinyal...
NASA Tangkap Sinyal Aneh dari Antartika, Ilmuwan Sebut Fenomena Alam Tak Biasa
Mobil Tiba-tiba Terbang...
Mobil Tiba-tiba Terbang Akibat Cuaca Panas Ekstrem di AS
Dinosaurus yang Pernah...
Dinosaurus yang Pernah Kuasai Asia Tenggara Ditemukan, Begini Wujudnya
Artikel Terkini
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian : Siapa yang Paling Berhak Menurut Syariat?
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved