Urai Kepadatan di Nagreg, Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup Jalan

Sabtu, 26 Juli 2014 - 17:48 WIB
Urai Kepadatan di Nagreg,...
Urai Kepadatan di Nagreg, Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup Jalan
A A A
GARUT - Untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, aparat kepolisian di wilayah Garut berulang kali melakukan sistem buka tutup arus. Sistem ini salah satunya diberlakukan di Jalur Limbangan, tepatnya kawasan Sasak Beusi.

Di lokasi tersebut, polisi menutup arus dari arah Tasikmalaya menuju Bandung atau dari arah timur ke barat. Polisi pun menutup arus yang keluar dari jalur alternatif Kecamatan Cibatu.

Berdasarkan pantauan, sistem ini membuat kepadatan arus lalu lintas dari wilayah Nagreg hingga Limbangan tersedot ke arah timur Jawa Barat. Saat cara buka tutup jalan diberlakukan, kendaraan dapat melaju dengan kecepatan sedang hingga tinggi.

Kasat Lantas Polres Garut AKP Asep Muslihat mengatakan, antrean kendaraan sebelumnya mengular dari jalur Limbangan-Nagreg-Cicalengka. Menurutnya, volume kendaraan pada waktu sebelumnya, yaitu pada Jumat (25/7) malam, meningkat sebesar 100 persen dari hari biasa.

"Antrean kendaraan pun terlihat di Jalur Kadungora-Leles. Sejak malam hingga pagi, kendaraan mengantre. Namun saat siang hingga saat ini, arus ramai lancar," kata Asep, Sabtu (26/7/2014).

Di beberapa titik jalur Kadungora-Leles-Tarogong dan Limbangan-Malangbong, arus lalu lintas sempat tersendat. Di jalur ini, kendaraan tersendat akibat adanya aktivitas pasar tumpah seperti di Pasar Kadungora, Leles, Limbangan, dan Lewo. "Berbeda dengan kemarin, hari ini sendatan arus di beberapa titik pasar tradisional itu tidak menimbulkan antrean," ujarnya.

Selain di Jalur Limbangan-Malangbong, sistem buka tutup jalur pun diberlakukan di jalur Kadungora-Leles-Tarogong. Sistem buka tutup untuk jalur ini dilakukan dari mulai Tutugan Leuweung Tiis. Kendaraan dari arah Garut dihentikan sebelum turunan, sehingga kendaraan dari arah Nagreg dapat leluasa melaju dengan menggunakan dua lajur badan jalan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Cek Kesiapan Jalur Mudik...
Cek Kesiapan Jalur Mudik 2024, Korlantas: Jalan Tol dan Non-tol Sudah 98 Persen
Mudik di Masa Pemulihan...
Mudik di Masa Pemulihan Ekonomi
Jalur Mudik Gentong...
Jalur Mudik Gentong Pagi Ini Didominasi Sepeda Motor
Jelang Mudik Lebaran,...
Jelang Mudik Lebaran, Polda Jabar Siapkan Jalur Alternatif Pengurai Kepadatan
Arus Mudik Lingkar Gentong...
Arus Mudik Lingkar Gentong Per 17 Maret 2026 Melonjak Capai 28.611 Kendaraan
35.000 Kendaraan Melintas...
35.000 Kendaraan Melintas Masuk Lingkar Gentong dalam 2 Hari Terakhir
Rekomendasi
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Ternyata Bumi Bukan Memiliki 7 Benua
Subuh ke Magrib hanya...
Subuh ke Magrib hanya 1 Jam, Puasa di Murmansk Cuma 60 Menit
Ahli Ungkap Semua Gempa...
Ahli Ungkap Semua Gempa di Jawa Berpotensi Menghancurkan dalam Sekejap Mata
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved