Arisan Daging, Tradisi Warga Madura Jelang Lebaran

Minggu, 27 Juli 2014 - 13:17 WIB
Arisan Daging, Tradisi...
Arisan Daging, Tradisi Warga Madura Jelang Lebaran
A A A
SUMENEP - Warga Desa Aeng Merah, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar arisan daging. Hal tersebut dilakukan untuk mensiasati melambungnya harga daging ketika menjelang lebaran.

Anggota arisan daging sendiri jumlahnya bervariasi, antara 70 orang sampai 100 orang setiap kelompok. Setiap anggota ditarik sumbangan uang senilai Rp150 ribu. Setelah uang terkumpul semua, lalu dibelikan sapi.

Kemudian sapi tersebut disembelih dan dagingnya dibagikan pada anggota kelompok. Setiap anggota mendapat 2 kg lebih daging. Cara seperti ini dinilai lebih efektif untuk mendapatkan daging sapi dengan harga lebih murah.

Sebab, bila di pasaran harga daging sapi saat ini dipatok berkisar Rp100 ribu per kg. Daging hasil arisan tersebut dimasuk oleh warga untuk merayakan lebaran yang diperkirakan akan jatuh pada Senin besok, 28 Juli 2014.

"Ini arisan daging, tiap anggota dibebani biaya sebesar Rp150 ribu. Setelah dana terkumpul, kemudian dibelikan sapi. Dengan biaya Rp150 ribu, bisa dapat daging 2 kg lebih per anggota," ungkap Ketua Kelompok Arisan Daging, Salim, Minggu (27/7/2014).

Menurutnya, arisan daging banyak manfaat bagi warga. Selain bisa mendapat daging dengan harga lebih murah. Serta bisa memastikan bahwa daging yang akan dikonsumsi atau dimasak nanti, layak untuk dimakan.

"Kita kan bisa memilih sapi yang sehat dan gemuk, sehingga ketika disembelih banyak dagingnya dan sehat. Kemudian bisa menambah keakraban antar warga," paparnya.

Arisan daging seperti ini kerap dilakukan masyarakat Madura. Tidak hanya di Sumenep, tetapi di Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, juga melakukan hal yang sama.

Mereka patungan untuk membeli sapi, lalu disembelih dan dagingnya dibagikan secara merata.

"Disini juga ada, setiap lebaran sebagian warga urunan untuk membeli sapi. Kemudian dagingnya dibagi usai disembelih pada yang menyumbang. Ini merupakan tradisi yang biasa kami lakukan," tandas Ismal Hasyim warga setempat.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
5 Tradisi Unik Bulan...
5 Tradisi Unik Bulan Ramadan di Indonesia, Dari Dugderan hingga Meugang
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Festival Biduk Sayak,...
Festival Biduk Sayak, Lebih dari Sekadar Tradisi
Dampak Covid-19, Salam...
Dampak Covid-19, Salam Tradisional Prancis Terancam Hilang Selamanya
7 Tradisi Unik Imlek...
7 Tradisi Unik Imlek di Berbagai Negara, Vietnam Bakar Petasan untuk Usir Roh Jahat
Rekomendasi
Ilmuwan Ungkap Musuh...
Ilmuwan Ungkap Musuh Terkuat Raja Firaun Selain Nabi Musa
Jawaban Menakutkan Mengapa...
Jawaban Menakutkan Mengapa Sungai Colorado Tidak Lagi Mencapai Laut Terkuak
Lubang Ozon di Antartika...
Lubang Ozon di Antartika Jadi Ancaman bagi Penangkaran Penguin dan Anjing Laut
Artikel Terkini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Infografis
Tips Belanja Aman Jelang...
Tips Belanja Aman Jelang Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved