Shannah: Metode Kuno Menyimpan dan Mengawetkan Kurma di Jazirah Arab

Minggu, 03 Maret 2024 - 09:09 WIB
loading...
Shannah: Metode Kuno...
Shannah dibuat dari kulit domba atau kambing dan merupakan elemen penting dalam proses penyimpanan kurma di AlUla. (Arab News)
A A A
Di Al-Ula dan Semenanjung Arab yang lebih luas, metode kuno dalam menyimpan dan mengawetkan kurma , dikenal sebagai shannah.

Shannah tidak hanya menunjukkan kecerdikan masa lalu namun juga memainkan peran penting dalam lanskap ekonomi dan pertanian di wilayah tersebut. Shannah dibuat dari kulit domba atau kambing dan merupakan elemen penting dalam proses penyimpanan kurma.

Kurma yang sudah dipanen dibersihkan, dikeringkan, dan dimasukkan ke dalam kulit binatang, kemudian dijahit menjadi satu dengan pelepah sawit. Shannah kemudian dijemur selama beberapa bulan hingga lima tahun. Proses shannah yang teliti memastikan kualitas tinggi kurma tetap terjaga.

Abdulhadi Suqeer, seorang ahli Saudi dalam budidaya dan pelestarian kurma, mengatakan kepada Arab News: “Shannah memiliki sejarah yang kaya sejak sekitar 400 tahun yang lalu. Cara kuno ini menjadi sarana bagi warga AlUla untuk menjamin ketahanan pangan sepanjang tahun.

“Belakangan ini, dengan menyadari pentingnya budaya kurma, Komisi Kerajaan untuk AlUla telah mengambil langkah untuk menghidupkan kembali warisan ini, memperkenalkan generasi baru pada cara kuno melestarikan kurma,” tambahnya.

Shannah terkait erat dengan geografi dan budaya AlUla.

Baca juga: Arab Saudi Mengadakan KTT Arkeologi Dunia Al Ula

“Dibuat dari kulit kambing atau domba, shannah mengalami proses pembersihan, penyamakan, dan persiapan yang cermat, menggunakan bahan seperti jeruk nipis untuk menjaga kelenturannya,” jelas Saqeer.

Dahulu, masyarakat AlUla menyimpan hasil panennya di berbagai wadah, antara lain Al-Jassah yang terbuat dari kapur atau gipsum dan Al-Majlad yang terbuat dari daun palem hijau.

Namun, Saqeer berkata, “Metode 'shannah' memberikan rasa yang unik pada kurma, menghindari zat-zat yang tidak alami. Beberapa bahkan menambahkan rasa seperti mint, daun jeruk, atau kemangi untuk meningkatkan pengalaman aromatiknya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Jelang Ramadan, Kerajaan...
Jelang Ramadan, Kerajaan Arab Saudi Beri 100 Ton Kurma Premium untuk Indonesia
Tradisi Nyadran untuk...
Tradisi Nyadran untuk Sambut Ramadan
Mengapa Orang Jawa Menyebut...
Mengapa Orang Jawa Menyebut Bulan Syaban dengan Kata Ruwah?
Mengapa Ada Tradisi...
Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Bulan Safar?
Program Peningkatan...
Program Peningkatan Pangan dan Wakaf Tunai Produktif ICMI Beri Maslahat Besar
Hukum Siraman sebelum...
Hukum Siraman sebelum Pernikahan dalam Islam
Rekomendasi
NASA Gunakan Kecerdasan...
NASA Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Memprediksi Kiamat
13 Gempa Bumi Berkuatan...
13 Gempa Bumi Berkuatan di Atas 8 SR yang Pernah Guncang Dunia
Bangkai Pesawat Perang...
Bangkai Pesawat Perang Dunia II Ditemukan Terkubur di Ukraina
Artikel Terkini
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved