Diprediksi 1,2 Juta Kendaraan Masih Mengalir via Cirebon

Minggu, 03 Agustus 2014 - 21:29 WIB
Diprediksi 1,2 Juta...
Diprediksi 1,2 Juta Kendaraan Masih Mengalir via Cirebon
A A A
CIREBON - Antrean kendaraan pemudik yang menuju Jakarta hingga kemarin masih terjadi di jalur utama pantura Cirebon maupun di Tol Palikanci.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol M Iriawan memprediksi, puncak arus balik terjadi pada Sabtu 2 Agustus hingga hari ini.

"Sabtu sudah sekitar 800 ribu unit kendaraan yang kembali ke Jakarta. Saat ini masih sekitar 1,2 juta yang belum kembali ke Jakarta, baik lewat selatan, utara, maupun tengah (Jabar)," ungkap dia di sela peninjauan arus balik di jalur Pantura Cirebon, Minggu (3/8/2014).

Dia memprediksi, sisa kendaraan yang belum kembali tersebut akan terus mengalir hingga Senin 4 Agustus besok. Oleh karena itu, dia menjamin jajarannya bakal terus memberikan pelayanan dan pengamanan bagi para pemudik.

Pihaknya sendiri memberlakukan rekayasa lalu lintas melalui pengalihan kendaraan untuk mengatasi kepadatan di jalur pantura. Saat pantura penuh, arus kendaraan dialihkan ke jalur tengah Kadipaten di Kabupaten Majalengka.

Selanjutnya dari Kadipaten, kendaraan dialihkan ke Cijelag-Cikamurang-Subang-Sadang-jalan tol atau kendaraan akan diteruskan ke Sumedang-Jatinangor untuk kemudian masuk jalan tol.

Apabila jalur tersebut tetap tidak bisa menampung, kata dia, kendaraan dari Kadipaten akan dibelokkan menuju Cikijing-Kawali-Ciamis-Tasikmalaya-Malambong (Garut)-Limbangan-Nagrek-Bandung.

Hanya saja dia mengakui, para pengemudi kendaraan rata-rata tak mau memilih jalur itu meski saat ini kosong.

"Sabtu malam petugas melaksanakan sistem buka tutup di Tol Cikopo dengan mengalihkan kendaraan ke Padalarang-Cianjur-Puncak-Cisarua-Bogor-Tol Jagorawi," tambah dia.

Hingga kemarin arus balik sendiri diakuinya padat di seluruh jalur. Kepadatan terparah terutama terjadi di kawasan Ciasem, Kabupaten Subang.

Sementara itu, selain di Pantura kepadatan juga terjadi di jalur tengah Cirebon-Bandung. Sistem buka tutup pun diberlakukan di pantura Kabupaten Cirebon.

Khusus kendaraan roda empat dialihkan ke jalur alternatif Bunder-Ciwaringin-Kadipaten-Cijelag saat ekor antrean kendaraan sudah melewati batas Kabupaten Cirebon.

"Kami pun menunggu permintaan Polres Indramayu, pengalihan akan diberlakukan juga apabila di sana padat," jelas Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema.

Di perempatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, pengaturan lalu lintas dilakukan secara manual dengan menurunkan anggota polisi. Melalui pengeras suara, petugas meminta pemudik mengambil jalur menuju Bandung akibat kepadatan di Pantura.

Bukan hanya di Pantura, kepadatan juga terjadi di jalur Tol Palikanci siang tadi hingga menyebabkan antrean panjang. Antrean terjadi sesaat setelah pemudik masuk melalui pintu Tol Kanci. Situasi itu diperparah dengan tersendatnya arus lalu lintas di pintu keluar Tegalkarang.

Tegalkarang merupakan titik pertemuan antara kendaraan yang berasal dari Pantura dan kendaraan yang keluar dari Tol Palikanci. Di Pantura terjadi antrean sepanjang sekitar lima kilometer, mulai Tegalkarang hingga Jenun, dan menyebabkan antrean kendaraan di dalam sekitar 21 Km.

Hal itu diakui Irman sehingga pihaknya segera mengambil langkah untuk menghindari stagnansi di dalam tol. Kendaraan dari pintu keluar Plumbon pun dikeluarkan dan melarang kendaraan yang akan masuk melalui pintu Tol Kanci.

Pengalihan dengan sistem buka tutup pun dilakukan mulai dari Kalijaga-Kota Cirebon-Kapetakan-Karangampel-Celeng (Indramayu). Jajaran Polres Cirebon Kota sekitar pukul 10.30 WIB mengalihkan kendaraan ke jalur ini akibat kepadatan kendaraan di jalur utama Pantura, mulai Plumbon hingga Palimanan, sekitar 6 Km.

"Sistem buka tutup kami berlakukan tergantung kepadatan di pantura utama," beber Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni.

Sementara itu, kepadatan lalin di jalur Pantura sempat diwarnai insiden kecil ketika terjadi keributan antara oknum anggota AL dengan petugas pos pam Kanggraksan jajaran Polres Cirebon Kota, di simpang empat lampu merah Kanggraksan, Kota Cirebon.

Berdasarkan informasi, keributan terjadi diduga akibat oknum TNI AL berpangkat Prada tersebut tak terima ditegur petugas.

Oknum itu sendiri ditegur setelah diduga mencoba menerobos pembatas jalan dengan sepeda motor yang dikendarainya di saat arus lalin tengah padat merayap. Meski sempat terjadi adu mulut dengan petugas pos pam, persoalan itu selanjutnya diselesaikan dengan melaporkan oknum TNI AL bersangkutan ke POM AL Cirebon.
(hyk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Dilarang Mudik, Jasa...
Dilarang Mudik, Jasa Marga Perketat di Ruas Jalan Tol Ini
Soal Larangan Mudik,...
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Harus Tegakkan Aturan Secara Konsisten
Pemerintah Larang Mudik,...
Pemerintah Larang Mudik, DPR: Jangan Kayak Tahun Lalu Pulang Kampung Boleh
Ini yang Sebaiknya Masyarakat...
Ini yang Sebaiknya Masyarakat Lakukan Ketika Mudik Kembali Dilarang
Nekad Mudik? Jangan...
Nekad Mudik? Jangan Sepelekan Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor
Rekomendasi
Cacing Api Serbu Pesisir...
Cacing Api Serbu Pesisir Teluk Texas, Warga AS Diminta Hindari Pantai
Temuan Fosil Kaki di...
Temuan Fosil Kaki di Afrika Menulis Ulang Kisah Asal-usul Dinosaurus
Hujan Cacing Melanda...
Hujan Cacing Melanda di China, Penduduk Kegelian Takut Keluar Rumah
Artikel Terkini
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Infografis
2021, Stok PS5 Diprediksi...
2021, Stok PS5 Diprediksi Masih Akan Susah Didapatkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved