Pengertian Ashabiyah serta Hadis yang Membahasnya
Selasa, 07 Februari 2023 - 12:03 WIB
Baca juga: Politik Dinasti dan Kualitas Pemimpin
Konsep Ashabiyah Ibnu Khaldun
Ashabiyah dalam pengertian Ibnu Khaldun mengandung beberapa pengertian, seperti rasa solidaritas, kesetiaan kelompok, bahkan nasionalisme. Ibnu Khaldun membedakan istilah ashabiyah ini ke dalam dua kelompok yaitu ashabiyah yang berkaitan dengan kelompok manusia berbudaya hadhar dan ashabiyah yang berkaitan dengan kelompok manusia primitif.
Dalam bukunya Muqoddimah, Ibnu Khaldun berpendapat secara etimologis ashabiyah berasal dari kata ashaba yang berarti mengikat. Secara fungsional ashabiyah merujuk pada ikatan sosial budaya yang dapat digunakan untuk mengukur kekuatan kelompok sosial.
Ashabiyah juga dapat dipahami sebagai solidaritas sosial, dengan menekankan pada kesadaran, kepaduan dan persatuan kelompok. Lewat konsep ini, Ibnu Khaldun menganalisis persoalan politik yang merupakan kunci awal lahir dan terbentuknya sebuah negara. Apabila unsur ashabiyah suatu negara sudah melemah, maka negara tersebut akan berada dalam ancaman keruntuhan.
Ibn Khaldun mengingatkan, bangsa yang tidak mengokohkan identitasnya tidak bisa maju sehingga sebuah negara harus mencari dan memperkuat identitasnya sendiri dan jangan sekadar menyerap kebudayaan impor.
Baca juga: Berikut Sejumlah Penyebab Tumbuhnya Politik Dinasti
Ibn Khaldun menyatakan dalam konsep ashabiyah, agama memiliki peran penting yang mengandung kesadaran akan visi, tujuan, cita-cita yang sama serta kesamaan nasib sangat penentukan keberlangsungan hidup suatu negara.
Ashabiyah memiliki peran penting yakni sebagai penggerak negara dan merupakan landasan tegaknya suatu negara. Ashabiyah juga memiliki peran besar dalam perluasan negara setelah sebelumnya telah menjadi landasan tegaknya sebuah negara dan mempertahankan kekuasaan negara. Sehingga apabila ashabiyah ini kuat, maka negara pun akan luas begitu juga sebaliknya apabila ashabiyah ini melemah maka negara akan menjadi terbatas.
Baca juga: Busyro Muqoddas: Politik Dinasti Dampaknya Multidimensional
Konsep Ashabiyah Ibnu Khaldun
Ashabiyah dalam pengertian Ibnu Khaldun mengandung beberapa pengertian, seperti rasa solidaritas, kesetiaan kelompok, bahkan nasionalisme. Ibnu Khaldun membedakan istilah ashabiyah ini ke dalam dua kelompok yaitu ashabiyah yang berkaitan dengan kelompok manusia berbudaya hadhar dan ashabiyah yang berkaitan dengan kelompok manusia primitif.
Dalam bukunya Muqoddimah, Ibnu Khaldun berpendapat secara etimologis ashabiyah berasal dari kata ashaba yang berarti mengikat. Secara fungsional ashabiyah merujuk pada ikatan sosial budaya yang dapat digunakan untuk mengukur kekuatan kelompok sosial.
Ashabiyah juga dapat dipahami sebagai solidaritas sosial, dengan menekankan pada kesadaran, kepaduan dan persatuan kelompok. Lewat konsep ini, Ibnu Khaldun menganalisis persoalan politik yang merupakan kunci awal lahir dan terbentuknya sebuah negara. Apabila unsur ashabiyah suatu negara sudah melemah, maka negara tersebut akan berada dalam ancaman keruntuhan.
Ibn Khaldun mengingatkan, bangsa yang tidak mengokohkan identitasnya tidak bisa maju sehingga sebuah negara harus mencari dan memperkuat identitasnya sendiri dan jangan sekadar menyerap kebudayaan impor.
Baca juga: Berikut Sejumlah Penyebab Tumbuhnya Politik Dinasti
Ibn Khaldun menyatakan dalam konsep ashabiyah, agama memiliki peran penting yang mengandung kesadaran akan visi, tujuan, cita-cita yang sama serta kesamaan nasib sangat penentukan keberlangsungan hidup suatu negara.
Ashabiyah memiliki peran penting yakni sebagai penggerak negara dan merupakan landasan tegaknya suatu negara. Ashabiyah juga memiliki peran besar dalam perluasan negara setelah sebelumnya telah menjadi landasan tegaknya sebuah negara dan mempertahankan kekuasaan negara. Sehingga apabila ashabiyah ini kuat, maka negara pun akan luas begitu juga sebaliknya apabila ashabiyah ini melemah maka negara akan menjadi terbatas.
Baca juga: Busyro Muqoddas: Politik Dinasti Dampaknya Multidimensional
(mhy)
Lihat Juga :