Perbedaan Malam Nisfu Syaban dengan Malam Lainnya
Selasa, 28 Februari 2023 - 05:15 WIB
Ada perbedaan malam Nisfu Syaban dengan malam lainnya. Foto/Ilustrasi: Ist
Ada perbedaan malam Nisfu Syaban dengan malam lainnya. Selain lailatul qadar yang turun di Bulan Ramadhan , masih terdapat malam lain yang berpeluang menjadi malam yang diberkahi (lailah mubarakah) yakni malam nisfu Syaban.
Malam nisfu Syaban memang memiliki beberapa nama lain, seperti al-lailah al-mubarakah, lailah al-baraah, lailah ar-rahmah, dan lain sebagainya.
Allah berfirman dalam surah Ad-Dukhan [44] ayat 3:
إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ فِی لَیۡلَةࣲ مُّبَـٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِینَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.” ( QS Ad-Dukhan (44): 3]
Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2023?
Melalui ayat di atas, dapat dimengerti bahwasanya Al-Qur'an–yang dalam ayat sebelumnya diredaksikan dengan al-kitab al-mubin–itu diturunkan pada malam yang diberkahi. Akan tetapi mengenai bagaimana maksud diturunkannya Al-Qur'an pada malam tersebut tentu kurang bisa kita tangkap secara langsung. Sehingga perlu bagi kita yang ingin memahaminya untuk merujuk penafsiran ulama ahli tafsir.
Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menyebutkan bahwa malam tersebut merupakan malam dimulainya penurunan Al-Qur'an. Penafsiran serupa juga disampaikan oleh Syekh Ibnu ‘Asyur dalam Tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir.
Sedangkan Imam Ibnu Katsir dan Syekh Ahmad ash-Shawi menafsirkan bahwa pada malam tersebut Al-Qur'an diturunkan dari lauhil mahfudz ke langit dunia, sebelum diwahyukannya Al-Qur'an secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain pembahasan tentang maksud diturunkannya Al-Qur'an pada malam tersebut, pembahasan yang juga menjadi sorotan ulama ahli tafsir berkenaan dengan ayat di atas ialah tentang waktu terjadinya malam yang diberkahi (lailah mubarakah) itu.
Malam nisfu Syaban memang memiliki beberapa nama lain, seperti al-lailah al-mubarakah, lailah al-baraah, lailah ar-rahmah, dan lain sebagainya.
Allah berfirman dalam surah Ad-Dukhan [44] ayat 3:
إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ فِی لَیۡلَةࣲ مُّبَـٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِینَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.” ( QS Ad-Dukhan (44): 3]
Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2023?
Melalui ayat di atas, dapat dimengerti bahwasanya Al-Qur'an–yang dalam ayat sebelumnya diredaksikan dengan al-kitab al-mubin–itu diturunkan pada malam yang diberkahi. Akan tetapi mengenai bagaimana maksud diturunkannya Al-Qur'an pada malam tersebut tentu kurang bisa kita tangkap secara langsung. Sehingga perlu bagi kita yang ingin memahaminya untuk merujuk penafsiran ulama ahli tafsir.
Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menyebutkan bahwa malam tersebut merupakan malam dimulainya penurunan Al-Qur'an. Penafsiran serupa juga disampaikan oleh Syekh Ibnu ‘Asyur dalam Tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir.
Sedangkan Imam Ibnu Katsir dan Syekh Ahmad ash-Shawi menafsirkan bahwa pada malam tersebut Al-Qur'an diturunkan dari lauhil mahfudz ke langit dunia, sebelum diwahyukannya Al-Qur'an secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain pembahasan tentang maksud diturunkannya Al-Qur'an pada malam tersebut, pembahasan yang juga menjadi sorotan ulama ahli tafsir berkenaan dengan ayat di atas ialah tentang waktu terjadinya malam yang diberkahi (lailah mubarakah) itu.
Lihat Juga :