Kisah Utsman bin Thalhah, Juru Kunci Kakbah saat Fathu Makkah
Selasa, 28 Februari 2023 - 16:57 WIB
Pada saat pembebasan Kota Mekkah, Ustman bin Thalhah adalah pemegang kunci Kakbah. Foto/Ilustrasi: ist
Utsman bin Thalhah al-‘Abdary adalah pemegang kunci Kakbah pada saat Rasulullah SAW dan umat Islam membebaskan Kota Mekkah . Kala itu, Utsman bin Thalhah belum muslim. Sedangkan pembersihan Kakbah dari berhala-berhala Quraisy merupakan salah satu program Fathu Makkah .
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menghimpun dua riwayat masyhur mengenai kisah Utsman bin Thalhah ini. Pertama, dari jalur Muhammad bin Ishaq. Rasulullah SAW meminta kunci Kakbah dari Utsman untuk beliau masuk ke dalam Kakbah. Beliau menemukan patung burung merpati dari kayu, dan beliau pun menyingkirkannya agar tidak menjadi penghalang bagi kiblat sholat.
Baca juga: Benarkah Kakbah Akan Hancur Pada Akhir Zaman?
Setelah Kakbah dibersihkan, Rasulullah SAW berdiri di depan pintu Kakbah, sementara orang-orang berkumpul di masjid. Kemudian Rasulullah berkhutbah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، أَلَا إِنَّ كُلَّ مَأْثُرَةٍ تُعَدُّ وَتُدَّعَى، وَدَمٍ وَمَالٍ تَحْتَ قَدَمَيَّ هَاتَيْنِ إِلَّا سِدَانَةَ الْبَيْتِ، أَوْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ…
“Tiada Tuhan selain Allah. Dia telah menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya, dan menaklukkan pasukan sekutu dengan sendiri-Nya. Ketahuilah, seluruh kemuliaan yang dipersiapkan dan diklaim, darah, dan kekayaan,berada di bawah kedua kakiku ini, kecuali wewenang sidanah (perawatan Kakbah) dan siqayah (pemberi minuman kepada jamaah haji)…” (HR. Ahmad)
Setelah itu, Rasulullah duduk di dalam masjid. Datanglah Ali bin Abi Thalib ra yang membawa kunci Kakbah di tangannya, dan berkata, “Wahai Rasulullah, serahkahlah kewenangan hijabah/sidanah dan siqayah kepada kami. Selawat Allah dilimpahkan padamu.”
Namun, Rasulullah SAW malah bertanya, “Di mana Utsman bin Thalhah?”.
Dipanggillah Utsman bin Thalhah, kemudian Rasulullah memberikan kunci Kakbah itu sambil berkata, “Inilah kuncimu (kunci Kakbah) wahai Utsman, hari ini adalah hari kebaikan dan penepatan janji,” sembari membacakan ayat ke-58 dari surat An-Nisa’:
۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menghimpun dua riwayat masyhur mengenai kisah Utsman bin Thalhah ini. Pertama, dari jalur Muhammad bin Ishaq. Rasulullah SAW meminta kunci Kakbah dari Utsman untuk beliau masuk ke dalam Kakbah. Beliau menemukan patung burung merpati dari kayu, dan beliau pun menyingkirkannya agar tidak menjadi penghalang bagi kiblat sholat.
Baca juga: Benarkah Kakbah Akan Hancur Pada Akhir Zaman?
Setelah Kakbah dibersihkan, Rasulullah SAW berdiri di depan pintu Kakbah, sementara orang-orang berkumpul di masjid. Kemudian Rasulullah berkhutbah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، أَلَا إِنَّ كُلَّ مَأْثُرَةٍ تُعَدُّ وَتُدَّعَى، وَدَمٍ وَمَالٍ تَحْتَ قَدَمَيَّ هَاتَيْنِ إِلَّا سِدَانَةَ الْبَيْتِ، أَوْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ…
“Tiada Tuhan selain Allah. Dia telah menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya, dan menaklukkan pasukan sekutu dengan sendiri-Nya. Ketahuilah, seluruh kemuliaan yang dipersiapkan dan diklaim, darah, dan kekayaan,berada di bawah kedua kakiku ini, kecuali wewenang sidanah (perawatan Kakbah) dan siqayah (pemberi minuman kepada jamaah haji)…” (HR. Ahmad)
Setelah itu, Rasulullah duduk di dalam masjid. Datanglah Ali bin Abi Thalib ra yang membawa kunci Kakbah di tangannya, dan berkata, “Wahai Rasulullah, serahkahlah kewenangan hijabah/sidanah dan siqayah kepada kami. Selawat Allah dilimpahkan padamu.”
Namun, Rasulullah SAW malah bertanya, “Di mana Utsman bin Thalhah?”.
Dipanggillah Utsman bin Thalhah, kemudian Rasulullah memberikan kunci Kakbah itu sambil berkata, “Inilah kuncimu (kunci Kakbah) wahai Utsman, hari ini adalah hari kebaikan dan penepatan janji,” sembari membacakan ayat ke-58 dari surat An-Nisa’:
۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
Lihat Juga :