Benarkah Kakbah Akan Hancur Pada Akhir Zaman?
Selasa, 01 November 2022 - 05:15 WIB
loading...
Benarkah Kakbah akan hancur pada akhir zaman? Sejumlah hadis menjelaskan akan hal itu. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Benarkah Kakbah akan hancur pada akhir zaman? Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul "Dahsyatnya Hari Kiamat" menjelaskan sejumlah hadis yang menggambarkan kondisi Baitullah menjelang hari kiamat. Sebuah hadis menyebut, "Kiamat tidak akan terjadi hingga ibadah haji tidak ditunaikan, lalu kemunculan Dzu as-Suwaiqatain dan penghancuran Kakbah."
Ibnu Katsir meriwayatkan dari Ka'ab al-Ahbar dalam menafsirkan firman Allah SWT: “Hingga apabila (tembok) Yajuj dan Majuj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” ( QS Al-Anbiya' : 96)
Sesungguhnya, kata Ibnu Katsir, awal mula kemunculan Dzu as-Suwaiqatain pada masa Isa bin Maryam as adalah pascakebinasaan Yajuj dan Majuj .
Baca juga: Warna-warni Kain Kiswah Kakbah Sepanjang Sejarah
Selanjutnya, Isa bin Maryam mengirimkan pasukan pengintai kepada mereka antara 700 sampai 800 orang. Saat mereka bergerak ke arahnya, seketika Allah SWT mengirimkan angin Yaman lalu merenggut roh setiap mukmin dan yang tersisa adalah rakyat jelata yang melakukan sanggama sebagaimana binatang buas bersenggama. Ka'ab berkata, “Saat itu Kiamat semakin dekat.”
Rasulullah SAW bersabda: “Niscaya Isa bin Maryam melaksanakan ibadah haji ke Baitullah dan berumrah setelah munculnya Yajuj dan Majuj'.” ( HR Ahmad )
Ibnu Katsir mengatakan, “Tidak ada peniadaan antara dua riwayat karena Kakbah itu dikunjungi manusia untuk ibadah haji dan umrah setelah kemunculan serta kebinasaan Yajuj dan Majuj. Manusia mendapatkan ketenteraman dan rezeki mereka melimpah pada masa Isa as. Selanjutnya, Allah SWT mengirimkan angin sejuk lalu merenggut roh setiap mukmin dan mukminah.
Saat itu juga Nabiyullah Isa bin Maryam diwafatkan dan disholatkan oleh kaum Muslimin serta dikebumikan bersama Rasulullah SAW di kamarnya.
Baca juga: Jelang Kiamat: Ibadah Haji Ditiadakan, Kakbah akan Jadi Sasaran Perusakan
Angin Lembut
Setelah itu, terjadi penghancuran Kakbah oleh Dzu as-Suwaigatain. Ibnu Katsir menyampaikan kelak, pada akhir zaman akan muncul angin lembut yang mencabut nyawa setiap manusia yang masih memiliki keimanan meski hanya seberat biji sawi. Setelah peristiwa itu tidak ada lagi yang tersisa di muka bumi ini selain orang kafir dan manusia-manusia jahat yang tidak lagi menyebut nama Allah.
Ibnu Katsir meriwayatkan dari Ka'ab al-Ahbar dalam menafsirkan firman Allah SWT: “Hingga apabila (tembok) Yajuj dan Majuj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” ( QS Al-Anbiya' : 96)
Sesungguhnya, kata Ibnu Katsir, awal mula kemunculan Dzu as-Suwaiqatain pada masa Isa bin Maryam as adalah pascakebinasaan Yajuj dan Majuj .
Baca juga: Warna-warni Kain Kiswah Kakbah Sepanjang Sejarah
Selanjutnya, Isa bin Maryam mengirimkan pasukan pengintai kepada mereka antara 700 sampai 800 orang. Saat mereka bergerak ke arahnya, seketika Allah SWT mengirimkan angin Yaman lalu merenggut roh setiap mukmin dan yang tersisa adalah rakyat jelata yang melakukan sanggama sebagaimana binatang buas bersenggama. Ka'ab berkata, “Saat itu Kiamat semakin dekat.”
Rasulullah SAW bersabda: “Niscaya Isa bin Maryam melaksanakan ibadah haji ke Baitullah dan berumrah setelah munculnya Yajuj dan Majuj'.” ( HR Ahmad )
Ibnu Katsir mengatakan, “Tidak ada peniadaan antara dua riwayat karena Kakbah itu dikunjungi manusia untuk ibadah haji dan umrah setelah kemunculan serta kebinasaan Yajuj dan Majuj. Manusia mendapatkan ketenteraman dan rezeki mereka melimpah pada masa Isa as. Selanjutnya, Allah SWT mengirimkan angin sejuk lalu merenggut roh setiap mukmin dan mukminah.
Saat itu juga Nabiyullah Isa bin Maryam diwafatkan dan disholatkan oleh kaum Muslimin serta dikebumikan bersama Rasulullah SAW di kamarnya.
Baca juga: Jelang Kiamat: Ibadah Haji Ditiadakan, Kakbah akan Jadi Sasaran Perusakan
Angin Lembut
Setelah itu, terjadi penghancuran Kakbah oleh Dzu as-Suwaigatain. Ibnu Katsir menyampaikan kelak, pada akhir zaman akan muncul angin lembut yang mencabut nyawa setiap manusia yang masih memiliki keimanan meski hanya seberat biji sawi. Setelah peristiwa itu tidak ada lagi yang tersisa di muka bumi ini selain orang kafir dan manusia-manusia jahat yang tidak lagi menyebut nama Allah.
Lihat Juga :