Keutamaan Qiyamul Lail di Bulan Ramadan

Selasa, 28 Maret 2023 - 14:13 WIB
Jamaah salat tarawih di masjid. Foto/Ilustrasi: quran reading
Qiyamul lail adalah salah satu ibadah yang paling dinantikan saat bulan Ramadan . Namun, apakah semua umat Islam tahu apa saja keutamaan qiyamul lail di bulan Ramadan?

Saat bulan Ramadan, seluruh umat Islam berlomba-lomba mendapatkan pahala dengan berbagai macam ibadah. Selain puasa dan salat Tarawih , ibadah yang sering dilakukan saat Ramadan adalah qiyamul lail.

Qiyamul lail sendiri merupakan aktivitas umat Islam untuk menghidupkan malam-malam dengan ibadah kepada Allah. Qiyamul lail di bulan Ramadan memiliki keutamaan berupa dihapusnya dosa-dosa seorang muslim.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu , dia berkata: Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan menunaikan qiyam Ramadan tanpa memerintahkan dengan kuat (baca: bukan wajib). Kemudian beliau bersabda:

”Barangsiapa yang menunaikan salat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Baca juga: Salat Tarawih Berapa Rakaat?

Anjuran Berjamaah dalam Qiyamul Lail

Melaksanakan qiyamul lail pada bulan Ramadan secara berjamaah lebih diutamakan dibanding dengan sendiri. Sebab hal itu dicontohkan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Abu Dzar radhiyallahu anhu, dia berkata: “Kami melaksanakan puasa bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadan. Beliau tidak salat bersama kita sedikitpun dalam bulan itu hingga tinggal tujuh (hari), lalu beliau menunaikan qiyam bersama kami sampai habis sepertiga malam.

Ketika tinggal enam (hari), beliau tidak salat bersama kami. Ketika tinggal lima (hari), beliau salat bersama kami sampai habis pertengahan malam. Kemudian saya bertanya: “Wahai Rasulullah! bagaimana kalau engkau tambah untuk kami qiyam (semua) malam ini."

Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya jika seseorang salat bersama imam sampai selesai, maka dihitung baginya qiyam semalam (penuh).” Maka ketika (tinggal hari) keempat, beliau tidak salat (bersama kami). Dan ketika (tinggal hari) ketiga, beliau kumpulkan keluarga, istri-istrinya dan orang-orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!