Jangankan Monyet, Manusia Paling Pandai Saja Bisa Dikecoh Abu Nawas

Rabu, 29 April 2020 - 03:23 WIB
Abu Nawas dengan kecerdikan dan akalnya yang licin mampu memenangkan sayembara. Ilustrasi/Ist
ABU-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami (756-814) dikenal sebagai Abu-Nawas. Ia seorang pujangga Arab. Dilahirkan di kota Ahvaz, Persia. Darah Arab dan Persia mengalir di tubuhnya.

Abu Nawas dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik ia digambarkan sosok yang bijaksana sekaligus kocak. Dia juga dianggap sebagai sufi. Cerita berikut dinukil dari Kisah Seribu Satu Malam. (Baca juga: Debat Kusir, Duluan Mana: Telur Apa Ayam? )

Abu Nawas sedang berjalan-jalan santai. Ada kerumunan masa. Abu Nawas bertanya kepada seorang kawan yang kebetulan berjumpa di tengah jalan.

"Ada kerumunan apa di sana?" tanya Abu Nawas.

"Pertunjukkan keliling yang melibatkan monyet ajaib. "

"Apa maksudmu dengan monyet ajaib?" kata Abu Nawas penasaran.

"Monyet yang bisa mengerti bahasa manusia. Dan yang lebih menakjubkan, monyet itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja," kata kawan Abu Nawas mencoba menjelaskan.

Abu Nawas makin tertarik. la penasaran ingin menyaksikan kecerdikan dan keajaiban binatang itu.

Kini Abu Nawas sudah berada di tengah kerumunan para penonton. Karena begitu banyak penonton yang menyaksikan pertunjukkan itu, sang pemilik monyet dengan bangga menawarkan hadiah yang cukup besar bagi siapa saja yang sanggup membuat monyet itu mengangguk-angguk.

Tidak heran bila banyak di antara para penonton mencoba maju satu persatu. Mereka berupaya dengan beragam cara untuk membuat monyet itu mengangguk-angguk, tetapi sia-sia. Monyet itu tetap menggeleng-gelengkan kepala.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!