Memperpanjang Umur dengan Sedekah Jariyah, Begini Penjelasannya

Minggu, 09 April 2023 - 05:49 WIB
Umur manusia pendek dan terbatas, ia dapat diperpanjang dengan melakukan amalan yang mengalir pahalanya. Foto/Ilustrasi: Ist
Umur manusia pendek dan terbatas, maka dengan karunia Allah yang diberikan kepadanya, ia dapat memperpanjang umurnya dengan melakukan amalan yang mengalir pahalanya ( jariyah ). Dia terus dianggap hidup walaupun dia telah meninggal dunia, dia tetap ada dengan amal saleh yang pernah dilakukannya, walaupun jasadnya telah tiada.

Ahmad Syauqi, si raja penyair yang lahir di perkampungan al-Hanafi, Kairo, Mesir, pada 12 Oktober 1868.berpesan:

“Degup jantung seseorang berkata kepadanya. Sesungguhnya hidup ini hanya beberapa menit dan beberapa detik. Buatlah suatu kenangan yang namamu akan terus diingat setelah kematianmu. Karena kenangan bagi manusia adalah umur yang kedua.”

Syair itu bisa diterjemahkan secara bebas, seperti pepatah: Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama; seorang manusia terutama diingat jasa-jasanya atau kesalahan-kesalahannya. Perbuatannya ini, baik maupun buruk akan tetap dikenal meskipun seseorang sudah mati.

Baca juga: Hadiah Pahala Jariyah dari Anak yang Saleh

Umar bin Khattab ra berkata, "Suatu ketika, Rasulullah SAW menyuruh kami agar berinfak di jalan Allah. Kebetulan ketika itu ada sedikit harta pada saya, maka saya berkata di dalam hati, 'Saat ini aku memiliki harta. Jika suatu saat aku dapat melebih Abu Bakar, maka inilah saatnya.' Aku pun pulang ke rumah dengan gembira. Lalu saya membagi dua seluruh harta yang ada di rumah. Setengahnya untuk keluarga dan setengahnya lagi saya serahkan kepada Rasulullah SAW."

Rasulullah SAW berkata, "Wahai Umar, adakah yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?" Saya menjawab, "Ada ya Rasulullah."

Nabi bertanya lagi, "Apa yang kamu tinggalkan?" Saya menjawab, "Saya tinggalkan untuk mereka setengah dari harta saya."

Kemudian, datanglah Abu Bakar ra , dengan membawa seluruh hartanya. Rasulullah SAW bertanya kepadanya, "Wahai Abu Bakar, apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?"

Abu Bakar menjawab, "Saya tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya."

Melihat hal ini, Umar berkata, "Saya tidak akan pernah dapat mengalahkan Abu Bakar."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!