Gebyar Nuzulul Qur'an, Kemenag Pamerkan 9 Mushaf Al-Qur'an Fenomenal untuk Mengedukasi Masyarakat
Rabu, 12 April 2023 - 05:48 WIB
Selain pameran produk, dalam Gebyar Nuzulul Qur’an juga dibuka Konsultasi Layanan Tashih Al-Qur’an, pameran Kaligrafi Batik, serta penyerahan hadiah bagi pemenang lomba membaca Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat.
Mushaf kecil ini bisa disebut Mushaf Qur'an Istanbul, atau Istambul, atau Stambul, lantaran dahulu dicetak di Istanbul, Turki. Mushaf ini berukuran 3 x 4 cm, 2 x 3 cm dan 1,5 x 2,5cm. Karena ukurannya sebagian teks Qur'an kecil dapat dibaca, tetapi sebagian lain tidak bisa, karena bergantung kualitas cetakannya.
Sebagian cetakannya juga memakai tinta emas, yang kemungkinan untuk memberi kesan mewah. Sehingga biasanya Mushaf Al-Qur'an kecil seperti ini didapatkan untuk buah tangan atau kenangan dari pelaksanaan ibadah haji.
Mushaf ini dinobatkan sebagai salah satu mushaf terbesar di Indonesia. Mushaf ini berukuran halaman 150 x 200 cm, dengan berat 300 kg. Penulis mushaf terbesar ini 2 santri dari Pondok Pesantren Al-Asy'ariyah, Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah, sehingga mushaf ini disebut dengan Mushaf Wonosobo. Penulisan mushaf ini menghabiskan waktu setahun, mulai 16 Oktober 1991 hingga 7 Desember 1992.
Al-Qur'an ini ditulis atas prakarsa Presiden Soekarno dan merupakan mushaf resmi yang dianggap sebagai hadiah umat Islam Indonesia untuk kemerdekaan RI. Mushaf ini ditulis oleh seorang kaligrafer bernama Prof. H. Salim Fachry, yang merupakan guru besar IAIN Jakarta. Mushaf berukuran 75 x 100 cm ini ditulis pada 23 Juni 1948 (17 Ramadhan 1367 H), dan selesai pada 15 Maret 1950. Ukuran mushaf.
Penulisan mushaf ini selama lebih kurang 4 tahun, sejak 15 Oktober 1991 sampai 23 September 1995, yang mana bertepatan dengan perayaan 50 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Hiasan (iluminasi) yang mengelilingi lembaran mushaf ini diambil dari khazanah ragam hias di nusantara, mulai dari Aceh hingga Papua, yang terdapat pada arsitektur rumah adat, tekstil, batik, perhiasan, dan lainnya. Ragam hias dari setiap daerah itulah yang menjadi inspirasi dalam penciptaan desain iluminasi mushaf ini, karena itu semua begitu indah dan beragam.
Mushaf Tashkent sendiri dikenal dengan sebutan Mushaf Utsman bin Affan, karena dipercaya sebagai salah satu mushaf yang dikirim oleh khalifah Utsman bin Affan ke sejumlah negeri Islam pada zamannya. Mushaf ini juga diyakini menjadi mushaf tertua di dunia.
Adapun Sembilan Mushaf Fenomenal yang dipamerkan, sebagai berikut:
1. Mushaf Al-Qur’an Terkecil (Mushaf Istanbul)
Mushaf kecil ini bisa disebut Mushaf Qur'an Istanbul, atau Istambul, atau Stambul, lantaran dahulu dicetak di Istanbul, Turki. Mushaf ini berukuran 3 x 4 cm, 2 x 3 cm dan 1,5 x 2,5cm. Karena ukurannya sebagian teks Qur'an kecil dapat dibaca, tetapi sebagian lain tidak bisa, karena bergantung kualitas cetakannya.
Sebagian cetakannya juga memakai tinta emas, yang kemungkinan untuk memberi kesan mewah. Sehingga biasanya Mushaf Al-Qur'an kecil seperti ini didapatkan untuk buah tangan atau kenangan dari pelaksanaan ibadah haji.
2. Mushaf Al-Qur’an Terbesar, Mushaf Wonosobo (1992)
Mushaf ini dinobatkan sebagai salah satu mushaf terbesar di Indonesia. Mushaf ini berukuran halaman 150 x 200 cm, dengan berat 300 kg. Penulis mushaf terbesar ini 2 santri dari Pondok Pesantren Al-Asy'ariyah, Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah, sehingga mushaf ini disebut dengan Mushaf Wonosobo. Penulisan mushaf ini menghabiskan waktu setahun, mulai 16 Oktober 1991 hingga 7 Desember 1992.
3. Mushaf Al-Qur’an Kenegaraan Pertama, Mushaf Pusaka
Al-Qur'an ini ditulis atas prakarsa Presiden Soekarno dan merupakan mushaf resmi yang dianggap sebagai hadiah umat Islam Indonesia untuk kemerdekaan RI. Mushaf ini ditulis oleh seorang kaligrafer bernama Prof. H. Salim Fachry, yang merupakan guru besar IAIN Jakarta. Mushaf berukuran 75 x 100 cm ini ditulis pada 23 Juni 1948 (17 Ramadhan 1367 H), dan selesai pada 15 Maret 1950. Ukuran mushaf.
4. Mushaf Terindah (Mushaf Istiqlal)
Penulisan mushaf ini selama lebih kurang 4 tahun, sejak 15 Oktober 1991 sampai 23 September 1995, yang mana bertepatan dengan perayaan 50 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Hiasan (iluminasi) yang mengelilingi lembaran mushaf ini diambil dari khazanah ragam hias di nusantara, mulai dari Aceh hingga Papua, yang terdapat pada arsitektur rumah adat, tekstil, batik, perhiasan, dan lainnya. Ragam hias dari setiap daerah itulah yang menjadi inspirasi dalam penciptaan desain iluminasi mushaf ini, karena itu semua begitu indah dan beragam.
5. Mushaf Tertua di Dunia (Replika Mushaf Tashkent)
Mushaf Tashkent sendiri dikenal dengan sebutan Mushaf Utsman bin Affan, karena dipercaya sebagai salah satu mushaf yang dikirim oleh khalifah Utsman bin Affan ke sejumlah negeri Islam pada zamannya. Mushaf ini juga diyakini menjadi mushaf tertua di dunia.
Lihat Juga :