Memaknai Keberkahan Ramadan (23): Kehidupan Dunia Ada Dalam Kendali Allah

Jum'at, 21 April 2023 - 14:32 WIB
Dan karenanya puasa mengajarkan dua sayap utama kehidupan. Sayap syukur dan sayap sabar. Dengan dua sayap inilah seorang Mukmin bersiap penuh menghadapi segala warna warni kehidupan. Dengan syukur dan sabar seorang Mukmin sepenuhnya siap mendaki gunung kehidupan, sekaligus siap menyelami dalamnya samudra luas kehidupan.

Dan pada semua keadaan, bentuk dan warna kehidupannya seorang Mukmin tidak akan mengalami perubahan, apalagi guncangan. Puasa mengajarkan soliditas batin/ruhiyah yang menjadikan seorang Mukmin bagaikan karang di tengah samudra. Semakin terhantam semakin solid dan bernilai.

Itulah sesungguhnya makna dari sabda baginda Rasulullah SAW: "Sungguh mengagumkan urusan orang yang beriman itu. Semua urusannya menjadi jalan kebaikan. Jika mendapat hal-hal yang nyaman, dia bersyukur. Tapi jika mendapat hal-hal yang tidak nyaman, dia bersabar. Dan pada semua itu menjadi kebaikan baginya." (Al-Hadits)

Di bulan inilah kita membangun kemampuan besyukur atas segala karunia. Dan bersabar atas segala ujian kehidupan. Sebab sekali lagi hidup manusia tidak terlepas dari dua warna itu. Hidup dengan warna bening atau hidup dengan warna kelam. Dan karenanya dua sayap tadi menjadi hal yang mendasar untuk keberhasilan manusia dalam menjalani kehidupannya yang bermakna.

Maksimalkan bulan Ramadan ini untuk menumbuhkan dua saya kehidupan itu (syukur dan sabar) sebagai salah satu bentuk keberkahannya. Insya Allah!

(Bersambung)!

Baca Juga: Memaknai Keberkahan Ramadan (22): Puasa Menjadi Perekat Silaturahmi
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!