Sejarah Besar Al-Qur'an Mungil Albania: Mengubah Seorang Katolik Menjadi Muslim
Kamis, 04 Mei 2023 - 06:37 WIB
Selama beberapa generasi, buku seukuran prangko ini telah diwariskan melalui satu keluarga. Foto/Ilustrasi: AFP
Selama beberapa generasi, buku seukuran prangko ini telah diwariskan melalui satu keluarga -- yang selamat dari perang dan salah satu "rezim tak bertuhan" paling fanatik di dunia.
Mario Prushi dengan hati-hati mencuci tangan dan wajahnya sebelum mencium dan menempelkan salah satu Al-Qur'an terkecil di dunia ke dahinya. Para sarjana mengatakan itu adalah salah satu Al-Qur'an terkecil yang tercatat, dengan kitab suci yang sangat kecil disimpan di dalam kotak perak yang menghitam karena usia. "Kami menjaganya dari generasi ke generasi dengan dedikasi mutlak," kata Prushi, 45 tahun, di rumahnya di Tirana seperti dilansir Qantara.de pada 26 April 2023.
Hanya dengan lebar dua sentimeter dan tebal satu sentimeter, buku itu nyaris tak kelihatan di telapak tangan Prushi, dan hanya dapat dibaca dengan kaca pembesar kecil yang tertanam di wadahnya.
Al-Qur'an mini ini sulit ditentukan usianya tanpa adanya analisis ilmiah, tetapi menurut Elton Karaj - seorang peneliti studi Al-Qur'an di Universitas Beder di Tirana - salinan setebal 900 halaman itu telah ada setidaknya sejak abad ke-19.
Baca juga: Nabi Muhammad SAW Belajar Al-Quran dari Orang Nasrani? Begini Bantahan Al-Quran
Diawetkan Secara Ajaib
“Al-Qur'an ini dicetak dalam format yang sangat kecil, salah satu yang terkecil di dunia. Dari tampilannya, penerbitannya dimulai pada akhir abad ke-19. Ini adalah karya yang luar biasa, sangat berharga. Beruntung salinan ini ada di Albania," kata Karaj.
Tapi ukurannya bukan satu-satunya hal yang luar biasa tentang Kitab Suci ini. Si mungil tersebut telah mengubah keluarga Prushi dari Katolik menjadi Islam. "Kakek buyut saya sedang menggali tanah untuk rumah baru di wilayah Djakovica di Kosovo ketika mereka menemukan jasad seorang pria yang diawetkan dengan sempurna terkubur di sana," kata Prushi. "Al-Qur'an ditemukan utuh tergeletak di atas jantungnya."
Keluarga menganggap penemuan itu sebagai tanda ilahi dan memeluk Islam. Kakeknya, seorang perwira tentara Raja Zog Albania pada tahun 1930-an, tahu bahasa Arab. Dia mengundang teman-teman ke rumahnya setiap malam untuk membaca ayat-ayat darinya.
Mario Prushi dengan hati-hati mencuci tangan dan wajahnya sebelum mencium dan menempelkan salah satu Al-Qur'an terkecil di dunia ke dahinya. Para sarjana mengatakan itu adalah salah satu Al-Qur'an terkecil yang tercatat, dengan kitab suci yang sangat kecil disimpan di dalam kotak perak yang menghitam karena usia. "Kami menjaganya dari generasi ke generasi dengan dedikasi mutlak," kata Prushi, 45 tahun, di rumahnya di Tirana seperti dilansir Qantara.de pada 26 April 2023.
Hanya dengan lebar dua sentimeter dan tebal satu sentimeter, buku itu nyaris tak kelihatan di telapak tangan Prushi, dan hanya dapat dibaca dengan kaca pembesar kecil yang tertanam di wadahnya.
Al-Qur'an mini ini sulit ditentukan usianya tanpa adanya analisis ilmiah, tetapi menurut Elton Karaj - seorang peneliti studi Al-Qur'an di Universitas Beder di Tirana - salinan setebal 900 halaman itu telah ada setidaknya sejak abad ke-19.
Baca juga: Nabi Muhammad SAW Belajar Al-Quran dari Orang Nasrani? Begini Bantahan Al-Quran
Diawetkan Secara Ajaib
“Al-Qur'an ini dicetak dalam format yang sangat kecil, salah satu yang terkecil di dunia. Dari tampilannya, penerbitannya dimulai pada akhir abad ke-19. Ini adalah karya yang luar biasa, sangat berharga. Beruntung salinan ini ada di Albania," kata Karaj.
Tapi ukurannya bukan satu-satunya hal yang luar biasa tentang Kitab Suci ini. Si mungil tersebut telah mengubah keluarga Prushi dari Katolik menjadi Islam. "Kakek buyut saya sedang menggali tanah untuk rumah baru di wilayah Djakovica di Kosovo ketika mereka menemukan jasad seorang pria yang diawetkan dengan sempurna terkubur di sana," kata Prushi. "Al-Qur'an ditemukan utuh tergeletak di atas jantungnya."
Keluarga menganggap penemuan itu sebagai tanda ilahi dan memeluk Islam. Kakeknya, seorang perwira tentara Raja Zog Albania pada tahun 1930-an, tahu bahasa Arab. Dia mengundang teman-teman ke rumahnya setiap malam untuk membaca ayat-ayat darinya.
Lihat Juga :